PAREPARE, PIJARNEWS.COM – Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Parepare, Dr. M. Ali Rusdi, S.Th.I., M.H.I., menitipkan pesan mendalam bagi kepengurusan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut periode 2026. Ia menekankan agar organisasi mahasiswa tidak sekadar jago bikin acara seremonial.
Dr. Ali Rusdi memberikan ucapan selamat atas terpilihnya Kurniawan sebagai Ketua DEMA Institut yang baru. Ia berharap DEMA mampu menjadi mitra strategis kampus dalam membangun institusi.
“Harapan saya semoga kepengurusan dan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan itu betul-betul berorientasi kepada peningkatan kualitas mahasiswa. Bukan hanya kegiatan yang sifatnya seremoni,” tegas Dr. Ali Rusdi saat diwawancarai, Sabtu (14/2/2026).
Mantan Ketua LP2M IAIN Parepare ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara rektorat dan mahasiswa untuk menjaga nama baik kampus. Terlebih, IAIN Parepare tengah bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).
“Mudah-mudahan ke depan kita terus berkolaborasi untuk melaksanakan kegiatan peningkatan kualitas mahasiswa, baik akademik maupun pengembangan lainnya. Kita ingin nama baik IAIN Parepare terus berkibar dengan prestasi,” tambahnya.
Terkait nilai Moderasi Beragama, Dr. Ali Rusdi memberikan catatan khusus mengenai keseimbangan (tawasuth). Ia pun berpesan kepada pengurus organisasi agar dapat menyeimbangkan akademik dan organisasi.
“Makna Moderat ialah berada di tengah dan menjadi penyeimbang. Dan mahasiswa harus mampu menyeimbangkan antara tanggung jawab akademik dan dunia organisasi,” jelasnya.
Di sisi lain, Presma IAIN Parepare terpilih, Kurniawan, mengaku terharu sekaligus tertantang mengemban amanah ini. Ia membawa misi besar bertajuk kolaborasi.
“Nilai utamanya yakni kolaborasi, karena kebersamaan adalah kekuatan terbesar,” ujar Kurniawan.
Menanggapi target jangka pendek, Kurniawan memastikan DEMA IAIN Parepare akan langsung tancap gas dalam 100 hari pertama kepengurusannya. Ia menegaskan tidak ingin mahasiswa hanya menjadi penonton dalam transisi kampus menuju UIN.
“Prioritas utama kami adalah gerakan penyelesaian isu. Kita ingin DEMA yang kuat dalam pergerakan. Kami akan mengambil peran sebagai pengawas sekaligus penentu arah kebijakan kampus ke depannya,” pungkas Kurniawan.
Reporter: Faizal Lupphy.















