Pernah Menangis tak Lulus PNS, Siapa Sangka Kini Ukir Sejarah Jadi Ketua DPRD Perempuan Pertama di Sulbar

Suraidah Suhardi3
Hj St Suraidah Suhardi, Ketua DPRD Sulbar saat menghadiri kegiatan. –ist–

Suka Duka Terjun di Dunia Politik

Suraidah mengungkapkan, terjun di dunia politik tak hanya suka, namun juga beragam duka. Namun karena prinsip kuat untuk bekerja dan mengabdi untuk daerah, masyarakat dan keluarga, sehingga tekadnya kian kuat. Karena dunia politik, kata dia, banyak hal yang bisa dilakukan.

“Jadi begitu ya, kenapa sampai hari ini saya tetap fight di tengah gempuran zaman dan segalanya. Karena itu yang membuat saya tetap bertahan dan kuat. Politik itu jalur ibadah pengabdian saya, kita ini kan mau mati.. yah minimal itu menjadi amal pahala. Ketika saya tidak ada, orang masih mengingat kebaikan-kebaikan seperti saya seperti dengan bapak, masih ingat dulu bapak sering mengajari tentang itu sama saya,” tuturnya.

Untuk menjadi seorang politisi sukses seperti saat ini tidaklah mudah. Berbagai perjuangan harus dihadapinya, termasuk pengalamannya pada 2009 lalu yang harus berjalan kaki sekira 8 kilometer. Baginya, pengalaman itu cukup berkesan, namun demi mengedukasi warga, ia pun tak putus asa. Meski perjuangan itu ternyata tidak dinilai oleh warga setempat.

“Kenapa saya naik ke daerah itu, karena saya mau mengedukasi masyarakat bahwa pilihan politik itu harus ada. Nggak boleh kita mengandalkan uang atau membeli kucing dalam karung, istilahnya. Saya naik mengedukasi mereka dan ternyata hasilnya tidak sesuai yang saya harapkan,” ungkapnya.

“Saya bilang, kenapa kalian tidak bilang kalau ternyata mau ji uang. Kalau mau uang, kenapa tidak bilang ke saya. Sayakan tidak mesti harus capek-capek jalan kaki mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, menguras energi dan tenaga. Akhirnya apa yah suara saya kalah dari orang lain. Tapi sekadar itu saja. Mereka kemudian datang kepada saya. Tentunya saya tetap masih melayani,” katanya.

Untuk terus bertahan di dunia politik, apalagi menjadi seorang politisi perempuan, dukungan keluarga sangatlah penting. Sebab tanpa dukungan keluarga untuk mencapai posisi saat ini, kata Suraidah, maka akan sulit.

“Bayangkan kalau suami kita tidak mendukung. Kita keluar pasti diikutin. Kita keluar rumah dicurigai. Jadi memang penting sekali. Kenapa saya sampai hari ini bisa seperti ini, tentu berkat dukungan keluarga. Juga orang tua mengerti kesibukan saya. Suami mengerti, anak saya itu juga yang paling penting. Alhamdulillah, mereka tidak ada yang komplain,” terangnya.

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda

Pijar News di di Google News