Pernah Menangis tak Lulus PNS, Siapa Sangka Kini Ukir Sejarah Jadi Ketua DPRD Perempuan Pertama di Sulbar

Suraidah Suhardi
Hj St Suraidah Suhardi, Ketua DPRD Sulbar. --ist--

MAMUJU, PIJARNEWS.COM — Pemilihan legislatif 2019 lalu menjadi tonggak sejarah baru bagi DPRD Provinsi Sulawesi Barat. Sebab, lembaga perwakilan rakyat itu kembali dipimpin seorang perempuan yang syarat dengan pengalaman. Sebelumnya, ia mengawali karier politiknya di daerah sebagai Wakil Ketua DPRD Mamuju periode 2009-2014. Tak berapa lama, ia diamanahkan menjadi Ketua DPRD Kabupaten Mamuju, Sulbar, Periode 2014-2019. Dari situ, ia merupakan salah satu perempuan pertama memimpin DPRD Mamuju di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).  

Setelah naik kelas ke DPRD Provinsi Sulbar, perempuan bernama Hj St Suraidah Suhardi, S.E., M.Si kembali terpilih jadi Ketua DPRD Sulbar. 

Di DPRD Provinsi Sulbar, Suraidah Suhardi bukan perempuan pertama menjabat sebagai Ketua DPRD. Sebab, sebelumnya Ketua DPRD Sulbar dijabat oleh Hj Amelia Fitri Aras, selama dua tahun hingga 2019.

Di sela kesibukannya, Suraidah Suhardi meluangkan waktu berbagi kisah tentang kariernya di dunia politik saat ditemui Jurnalis PIJARNEWS.COM, Nur Mubarak. Bincang santai tersebut berlangsung di Rumah Jabatan DPRD Sulbar, Jalan H Abdul Malik Pattana Endeng, Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (15/12/2020). 

Perempuan kelahiran 30 Juli 1986 ini merupakan anak ke 2 dari 7 bersaudara pasangan Suhardi Duka dan Harsina Suhardi. Kini usianya 34 tahun.

Suraidah mengatakan, politik bukan hanya berbicara tentang ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan lainnya. “Tetapi politik lebih jauh lagi membicarakan bagaimana memanusiakan manusia di semua level. Baik pemerintah maupun kalangan masyarakat khususnya,” ujar perempuan cantik yang pernah mengenyam pendidikan di SD Binanga 1, SMP 1 Mamuju dan sempat di SMA 1 Mamuju hingga selesai di SMA Nahdiyat Rappocini, Makassar.

Tidak Aktif Organisasi Kemahasiswaan

Ibu dua anak ini mengisahkan, jika ia sebelumnya tidak pernah berpikir terjun ke dunia politik praktis. Bahkan saat masa kuliah, ibu dari Nur Zahra dan Muhammad Raja Akhtar itu tidak aktif dalam organisasi kemahasiswaan.

“Kalau organisasi cuma KNPI. Kemarin juga Ketua KNPI dan pengurus nasional KNPI, zaman Bung Rifai Darus saya BPN Advokasi juga, dan sekarang ini dipercayakan IPEMI Sulawesi Barat (Ikatan Pengusaha  Muslimah) Sulbar. Kalau di organisasi tidak aktif, bahkan bisa dibilang tidak pernah saat masa kuliah,” tutur Alumni S1, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) ini.

“Apalagi waktu saya zaman SD itu cuma menari, lomba latihan olahraga dan atletik. Saya sempat ikut membawa nama sekolah dalam lomba atletik,” tambah alumnus S2 Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar , program manajemen administrasi pemerintah daerah tersebut.

Mahasiswi program doktor UIN Alauddin Makassar ini menceritakan, awal terjun di dunia politik pada 2006 silam. Saat itu, Sulbar berpisah dengan Provinsi Sulsel.

“Saat itu, saya diamanahkan menjadi Bendahara DPD Partai Demokrat zaman Pak Umar P. Tahun 2007 ikut Muscab pertama di Partai Demokrat. Jadi sekarang sudah tiga periode di Partai Demokrat. Tiga kali Muscab dipilih terus sama teman-teman. Alhamdulillah,” ujar istri Nasrun Aziz ini.

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda

Pijar News di di Google News