Pergulatan Hidup Dekan Psikologi UNM Dibedah Lewat Buku “Mutiara Laut Jampea”

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM–Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sulsel, kembali menggelar seminar dan bedah buku Muhammad Jufri,” Mutiara Laut Jampea “ di Hotel Grand Sayang, Selasa, 27 Agustus 2019.

Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sulsel, Moh. Hasan Sijaya  memberi pengantar sekaligus membuka seminar dan bedah buku yang dihadiri ratusan penggerak minat baca, pustakawan, mahasiswa, akademisi dan kepala sekolah  dengan pembicara Prof Muhammad Jufri, Dekan Fakultas Psikologi UNM, Bachtiar Adnan Kusuma, Sekjend Asosiasi Penulis Profesional Indonesia dan moderator Resky Amalia Syafiin, Duta Baca Sulsel.

Hasan Sijaya, kembali menggugat budaya membaca buku yang harus bermula dari karyawan perpustakaan Sulsel. Budaya baca hanya bisa tumbuh dengan baik, kalau para pustakawan yang bertugas di Dinas Perpustakaan Arsip Sulsel menjadi contoh dengan membiasakan diri membaca buku minimal 30 menit setiap hari.

Oleh karena itu, Hasan mencanangkan perlunya contoh dan teladan kebiasaan membaca buku dari seluruh karyawan perpustakaan Arsip Sulsel minimal 30 menit setiap hari. Hasan juga menegaskan kalau pihaknya terus menerus melakukan inovasi terutama menumbuhkan kebiasaan membaca di Sulsel.

“Kami akan terus menerus menjalin kerja sama terutama penggiat literasi di Sulsel agar bisa berkolaborasi menjadikan Sulsel sebagai pintu utama Gerakan Membaca di Indonesia Timur,” harap Hasan.

Sementara Prof  Muhammad Jufri, meluncurkan bukunya berjudul “ Mutiara Laut Jampea” dengan menyerahkan buku kepada Kadis Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sulsel, Moh.Hasan, seniman M Amir Jaya, Wakil Pembantu Dekan III Fakultas Psikologi UNM, Achmad, dan sejumlah tokoh pustakawan, mahasiswa dan akademisi yang hadir dalam acara tersebut.

Prof Jufri berharap dengan terbitnya bukunya, bisa menjadi inspirasi bagi keluarganya dan masyarakat umum yang membacanya.

Sekitar dua jam Prof Muhammad Jufri menyampaikan success story tentang pergulatan hidupnya dari Pulau Jampea, kemudian hijrah ke kota Makassar menuntut ilmu. Berbagai cerita menarik, human interest dan penuh jenaka disampaikan Prof  Muhammad Jufri di depan peserta seminar yang serius dan bersemangat mengikuti jalannya seminar dan bedah buku tersebut. (*)

Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda