Pentingnya Membangun Ekonomi Ummat dari Masjid

Keummatan
H Rahman Saleh, Ketua BKPRMI Parepare sedang memberi sambutan sebelum dimulai kegiatan dialog keummatan. --amir/pijar--

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Sulitnya menyatukan persepsi dalam membangun ekonomi keummatan melalui masjid membuat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BPRMI) menggelar Dialog Keummatan. Kegiatan dialog interaktif ini digelar di Masjid Al Ashar, Islamic Center, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Sabtu (28/1).

Kegiatan yang mengangkat tema Membangun Ekonomi Keummatan dari Masjid ini menghadirkan pembicara, Ir Kamarussamad, MSi (Ketua HIPKA, Kahmi Nasional) dan DR. KH Abdul Halim Kuning MA (Ketua MUI Parepare). Dialog ini dipandu akademisi Umpar, Nurul Amin dan diikuti ratusan peserta.

Ketua BKPRMI Parepare, H Rahman Saleh mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja BKPRMI Kota Parepare sebagai wadah komunikasi pembinaan remaja mesjid yang ada di Kota Parepare.

Keummatan
Pemateri dialog Keummatan.

Rahman Saleh mengemukakan, dialog ini bertujuan untuk menyamakan persepsi pembangunan ekonomi keumatan dari mesjid. “Kita hendak memberi pengetahuan tentang pentingnya membangun ekonomi keummat dari masjid. Apalagi umat Islam di Indonesia adalah mayoritas. Karena itulah yang menjadi alasan BKPRMI merasa punya tanggungjawab untuk menggelar kegiatan ini,” terang Rahman Saleh.

Lebih lanjut mantan legislator ini mengaku prihatin terhadap sistem perekonomian di Indonesia. Di mana 10% pengusaha menguasai 70 % kekayaan alam Indonesia. Tak heran kata Rahman Saleh, kekayaan alam Indonesia di kuasai oleh sebagian bangsa asing dengan sistem ekonomi kapitalismenya.  “Inilah yang menjadi ketimpangan kita bagi kaum muslimin. Karena itu kita harus bangkit menggerakkan ekonomi ummat berawal dari masjid. Misalnya saja pengelolaan keuangan masjid bukan hanya sekadar untuk dana pembangunan masjid saja, tetapi juga dialokasikan untuk pengembangan ekonomi ummat yang ada di sekitar masjid,” ujarnya.

Kegiatan dialog BKPRMI ini disiarkan langsung oleh Radio Mesra Parepare dengan frekuensi 102,8 FM. Sehingga bukan saja peserta yang hadir di acara tersebut yang mendengarkan, tetapi juga masyarakat umum yang ada di wilayah Utara Sulawesi Selatan. Acara live dialog keummatan ini dipandu oleh penyiar Dimas Akbar. (amr/alf)

Top of Form

Bottom of Form

 

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda

Pijar News di di Google News