Penjualan Terompet Sepi, Ini Penyebabnya

pelataran Jalan Veteran Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung Kota Parepare yang merupakan kawasan Lapangan Olahraga Andi Makkasau, Parepare, ramai oleh pedagang terompet.
Foto pedagang terompet yang biasanya marak dipenghujung tahun (gambar: tempo.co)

PAREPARE,PIJARNEWS.COM — Sabtu pagi (30/12), pelataran Jalan Veteran Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung Kota Parepare yang merupakan kawasan Lapangan Olahraga Andi Makkasau, Parepare, ramai oleh pedagang terompet. Mereka berdatangan dari berbagai daerah di Sulsel, untuk menjual terompet buatannya di kota berjuluk Bandar Madani ini.

Mereka mulai berjualan di sepanjang trotoar dengan menggunakan gerobak bonceng sejak pagi hingga malam hari bersama dengan istri dan anaknya. Beragam model terompet yang dijual seperti model naga, pelangi, tabung, bunga, dan plastik. Harganya relatif murah, mulai dari harga Rp10 ribu hingga Rp20 ribu persatuannya.

Sudjono salah seorang pedagang terompet asal Demak Jawa Tengah, cukup resah dengan minat pembeli terompet kali ini. Tidak seperti pada momen pergantian tahun sebelumnya.

“Untuk tahun ini penjulan sepi, beda dengan dua tahun lalu selalu ramai. Sehari sebelum tahun baru pembeli itu sudah mulai ramai, tapi sekarang sepi mas. Yaa mungkin karena tidak ada panggung hiburan atau artis,” ujarnya saat ditemui di sela aktivitasnya menyusun terompet dagangannya, kemarin.

Namun Sudjono tetap bersyukur, karena  hasil penjualan terompetnya, bisa menambah pendapatan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Sudjono saat ini berdomisili di Kabupaten Pinrang, Sulsel.

Sekadar diketahui malam puncak pergantian tahun baru 2018 Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare akan menggelar zikir dan doa bersama di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Parepare. Acara ini akan menghadirkan Ustaz Narlis Nazar yang akrab disapa Ustaz Orange. (amr/asw)

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda