Pembukaan Kuliah IAIN Parepare Dirangkai Pengumuman Tarbiyah Award

Rektor IAIN Parepare
Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan memberi sambutan pada acara pembukaan kuliah semester gasal, Senin 24 September 2018.

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Parepare resmi menggelar Pembukaan Kuliah semester gasal (ganjil) tahun akademik 2018/2019 di Audiotirum IAIN Parepare, Senin 24 September 2018. Kegiatan tersebut dihadiri DR Rahman Ambo Masse,  Dosen IAIN Parepare yang membawakan orasi ilmiah berjudul Membedah Potensi Lembaga Keuangan Syariah di Era Milineal (Peluang dan Tantangan Perguruan Tinggi Agama Islam).

Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Muhammad Djunaidi mengungkapkan, jumlah keseluruhan mahasiswa IAIN Parepare saat ini mencapai 7. 878 orang.

Pembukaan Kuliah
Pembukaan Kuliah.

“Adapun jumlah mahasiswa yang akan mengikuti semester ganji tahun akademik 2018/2019 sesuai dengan data yang terdapat pada TIPD (Teknologi Informasi Pangkalan Data) yakni, jurusan Tarbiyah dan Adab sebanyak 2.860 orang, jurusan Syariah dan Ekonomi Islam sebanyak 3.325, jurusan Dakwah dan Komunikasi sebanyak 1.532 orang dan program pascasarjana 161 orang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Muhammad Djunaidi menjelaskan segala perangkat dan perlengkapan yang diperlukan untuk kegiatan tersebut telah dipersiapkan sehingga kendala-kendala yang mungkin muncul dalam kegiatan ini dapat diminimalisir. 

Sementara Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan yang hadir membuka secara resmi perkuliahan menegaskan kepada mahasiswa agar tetap mematuhi kode etik IAIN Parepare. Selain itu, Ahmad juga menjelaskan terkait himne IAIN dimana salah satu liriknya terdapat kata Islam Nusantara.

Iain Parepare
Pembukaan Kuliah IAIN Parepare.

“Islam nusantara yang kita maksudkan tetap berdasarkan Al-Qur’an dan hadis tetapi kita tidak mengabaikan kebiasan-kebiasaan yang berlaku di masyarakat. Islam Nusantara, bukan untuk mengganti Al-Qur’an dengan menjadikan Al-Qur’an itu diterjemahkan dalam bahasa Indonesia lantas umat Islam yang ada di Nusantara ini tidak perlu lagi membaca mushaf Al-Qur’an, cukup dibaca bahasa Indonesianya dari Al-Qur’an itu, ini adalah pemahaman yang salah dan keliru,” jelas Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan.

Sementara pembukaan kuliah tersebut, juga dirangkaikan dengan pengumuman pemenang dari panitia Tarbiyah Award serta pemberian penghargaan mahasiswa berprestasi dari jurusan Dakwah dan Komunikasi.

Reporter : Hamdan

Editor : Alfiansyah Anwar

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda

Pijar News di di Google News