PAREPARE, PIJARNEWS.COM– Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Kota Parepare kembali menduduki posisi puncak sebagai wilayah dengan angka inflasi tertinggi di Sulawesi Selatan (Sulsel). Hingga tutup tahun Desember 2025, inflasi tahunan (year-on-year) di Kota Niaga ini menembus angka 3,85 persen.
Kepala BPS Kota Parepare, Dian Ernawati menyebut capaian ini merupakan hasil akumulasi kenaikan harga sepanjang tahun, yang diperparah dengan tren lonjakan indeks harga pada bulan Desember.
“Secara year-on-year atau tahun ke tahun, Kota Parepare selama satu tahun mengalami inflasi sebesar 3,85 persen. Inflasi tertinggi di Sulawesi Selatan kembali terjadi di Kota Parepare,” ujar Dian dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).
Emas Perhiasan dan Beras Jadi Biang Kerok
Berdasarkan data BPS, komoditas emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi paling signifikan di Parepare sepanjang tahun 2025 dengan andil mencapai 1,30 persen. Disusul kemudian oleh komoditas beras.
“Komoditas yang dominan terhadap inflasi tahunan ini adalah emas perhiasan dengan andil 1,30 persen. Selain itu, beras juga memberikan andil inflasi sebesar 0,32 persen,” papar Dian.
Jika dibedah per kelompok pengeluaran secara tahunan, lonjakan paling drastis terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melambung hingga 17,58 persen. Sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang inflasi sebesar 6,60 persen.
Untuk inflasi bulanan (month-to-month) pada Desember 2025, BPS mencatat angka 0,64 persen. Kenaikan ini dipicu oleh meroketnya harga pangan segar di pasar.
Beberapa komoditas yang membuat kantong warga Parepare lebih tipis di akhir tahun antara lain Bawang merah, Cabai rawit, Daging ayam ras, Telur ayam ras dan Aneka jenis ikan (cakalang, layang, dan kembung).
Meski begitu, laju inflasi sedikit tertahan oleh penurunan harga pada beberapa komoditas seperti ikan bandeng, cabai merah, hingga deterjen cair.
Dengan angka inflasi tahun kalender (year-to-date) yang menyentuh 3,85 persen, BPS berharap data ini menjadi alarm bagi Pemerintah Kota Parepare untuk menjaga stabilitas harga memasuki tahun 2026.
“Semoga informasi ini bermanfaat bagi seluruh masyarakat dan pengguna data, terutama sebagai acuan pengambilan kebijakan,” pungkas Dian. (*)
Reporter: Faizal Lupphy

















