Opini: Suku Mandar dan Gagasan Film Silat ‘Pamanca The Movie’

Oleh : Suryananda (Pemerhati Silat Lokal)

PIJARNEWS.COM — Mendengar akan digarapnya film Pamanca The Movie, saya sangat gembira dan senang serta berbahagia, sebab film khas bela diri Bugis Makassar yang telah lama saya rindukan dan cita-citakan akhirnya akan terwujud ditangan putra daerah. Terlebih digadang-gadang akan mengandeng aktor internasional Jackie Chan dan Jet Li.

Suryananda (foto: Handover)

Selama beberapa tahun terakhir saya melakukan penelitian tentang pencak silat di Mandar Sulawesi barat. Penelitian tersebuit bermaksud untuk membukukan buku pertama tentang pencak silat di Sulawesi atau indonesia timur. Banyak hal yang saya dapatkan dalam penelitian tersebut, sebagai putra daerah berdarah Bugis Mandar saya banyak menemukan data-data yang tentu saja tidak sekedar berkaitan dengan pencak silat itu sendiri.

Dalam meneliti pencak silat khususnya di mandar, saya banyak menemukan data tentang relasi antara orang bugis, mandar dan makassar serta bangsa melayu. Hal tersebut berupa hubungan kerajaan, perdagangan, maritim serta penyebaran agama yang tidak lepas dari sebuah benturan akulturasi dan asimilasi kebudayaan termasuk pencak silat.

Dalam riwayatnya, kerajaan Mandar menjalin hubungan dengan baik secara kebudayaan, perkawinan, kekeluargaan serta maritim dengan kerajaan-kerajaan Bone, Pinrang, Wajo, Ajatappareng, Luwu serta Gowa. Hubungan kekerabatan tersebut tidak hanya kemudian bersinggungan pada aspek geneologi saja tetapi juga politik diplomasi seta perang.

Secara konsep tomanurung pun demikian erat kaitannya, tetapi kemudian kedatangan bangsa asing membuat sebuah dikotomi yang berbeda antara bugis makasar dan mandar. Lalu disulut politik adu domba. Padahal secara garis keturunan dan kebudayaan mereka adalah satu kesatuan rumpun.

Meskipun mandar kini berdiri dengan provinsi sendiri, tetapin secara kebudayaan masih sangat terikat dan saling mempengaruhi antara Bugis Makassar dan Mandar.

Dengan demikian jika bisa memberi saran, maka saya pribadi sebagai pecinta silat lokal akan meminta kepada pihak manejenen pamnaca the movie, bahwa Idealnya membuka Chasting juga D Mandar (Polman). Hal Tersebut dikarenakan Filim yang akan mengangkat tema khas bela diri SULAWESI selatan dengan gambaran tahun lamapau masa klasik tidak lepas dari persinggungan dengan orang Mandar.

Bahkan dulu secara admisntratif, Sulsel meliputi wilayah mandar dan tentu masih ada silat khas Sulsel, bugis makassar yang juga bersentuhan dengan atmosfir silat khas mandar, baik akulturasi ataupun bahkan penyebaran. Terlebih 3 etnis ini secara substansi rumpun dan kebudayaan sangat sulit di pilah, silat khas mereka tidak begitu jauh berbeda bahkan akan sama serta mirip dari bebrapa aspeknya. Bahkan dalam gejolak sejarah mereka tak bisa dipisahkan dalam sebuah proses perkembangan masyarakat, politik dan pemerintahan dari masa klasik hingga masa modern. (*)

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda

Pijar News di di Google News
About Ibrah La Iman 1305 Articles