OPINI: Strategi Pemulihan Pariwisata Sulawesi Selatan Pasca Pandemi Corona

Penulis : Aldi Binaya Alqadry
Oleh : Aldi Binaya Alqadry

OPINI–Sulawesi Selatan sudah menjadi salah satu pusat pariwisata Indonesia sudah sejak lama. Nah perkembangan daerah maupun juga kenikmatan kehidupan di Sulsel menjadi ciri khas tersendiri. Tahun 2019 wisatawan asing yang datang berkunjung ke Sulsel diperkirakan yang datang melalui pintu masuk jalur Makassar pada Desember ini 2019 mencapai 1.821 kunjungan. Lalu jumlah wisman tersebut meningkat sekitar 14,17 persen jika kita bandingkan dengan jumlah wisatawan mancanegara yang datang pada November 2019 yaitu sekitar 1.595 yang berkunjung.

Nah, ini jika kita mau bandingkan dengan bulan Desember 2018 maka ada kenaikan sekitar 29,52 % yang mana jumlah wisman yang berkunjung Desember 2018 sebesar 1.406. Total wisman tahun 2019 berjumlah 17.771 kunjungan. Hal ini membuktikan Sulsel sebagai tempat wisata yang tidak akan membuat orang bosan untuk datang.

Tercatat, Malaysia, Singapura, China, Perancis dan Amerika Serikat yaitu lima (5) negeri dimana dengan jumlah wisman yang paling banyak berkunjung ke Indonesia melalui sebuah jalur gerbang masuk ke Makassar-Bandara Hasanuddin di Desember 2019. Jumlah wisman dari lima 5 negeri ini diprediksi berjumlah 1.366 kunjungan wisman atau dengan kata lain sekitar 75% dari total seluruh wisman yang berkunjung melalui jalur pintu masuk Makassar ini.

Disisi lain, Jumlah kunjungan domestik di (Bandara Internasional Sultan Hasanuddin) yang datang (arrival) di bulan Desember 2019 adalah 466.519 orang atau mengalami kenaikan sebesar 4,02 persen dibandingkan dengan jumlah pada November 2019 sebanyak 448.469 orang. Jika dibandingkan dengan bulan Desember 2018 (513.494 orang) mengalami penurunan sebesar 9,15 persen.

Sementara jumlah penumpang dari luar negeri (Internasional) mengalami penurunan sebesar 23,31 persen, yaitu dari 15.977 orang pada bulan November 2019 menjadi 12.252 orang pada bulan Desember 2019. Namun, mengalami kenaikan 21,86 persen dibandingkan bulan Desember 2018 dengan jumlah 10.054 orang.

Ancaman perekonomian muncul semenjak meluasnya wabah (covid-19) hingga masuk ke Indonesia pada 2 Maret 2020 lalu. Pemerintah Provinsi Sulsel membentuk gugus penanganan wabah pandemi demi mencegah bertambahnya jumlah pasien positif corona di daerah Provinsi Sulawesi Selatan.

Seluruh tempat wisata ditutup, perhotelan ditutup, termasuk pembatasan interaksi sosial pun dijaga ketat oleh pihak kepolisian. Gurbernur Provinsi Sulsel mengatakan bahwasannya semenjak 1 April 2020 wisatawan asing yang datang ke Sulsel dapat dikatakan nol.

Sebagai daerah penyumbang 13% devisa negara keadaan ini akan sangat merugikan masyarakat Sulsel dan Negara. Penanganan virus corona ini tidak hanya dilakukan satu atau dua bulan tetapi lebih dari itu sampai pemerintah pusat menyatakan Indonesia sudah aman dan dapat menjalankan kehidupan seperti biasanya.

Ada beberapa cara yang mungkin dapat dilaksanakan atau dilakukan oleh pemerintah Sulsel demi memulihkan pariwisata Di Sulsel. Pertama, mempersiapkan setiap tempat wisata dan perhotelan untuk membentuk konsep baru. Cara ini mungkin dipastikan akan menarik minat wisatawan mancanegara dan maupun wisatawan domestik untuk pastinya datang ke Sulsel pasca pandemi corona.

Kedua, memanfaatkan alokasi dana APBN yang sudah disiapkan pemerintah pusat secara maksimal. Pemerintah pusat telah menganggarkan dana pemulihan pariwisata Indonesia sebesar 3,3 Triliun ke sepuluh destinasi wisata termasuk Sulsel dengan skema penyaluran dana yang sudah disiapkan oleh pemerintah pusat.

Ketiga, melakukan kerjasama dengan influencer luar negeri dan domestik untuk mempromosikan pariwisata Sulsel pasca pandemi corona. Saat ini influencer sangat berpengaruh khususnya dimedia sosial sehingga akan sangat membantu untuk menarik wisatawan datang kembali ke Sulsel.

Keempat, pembenahan destinasi wisata. Sebelum kembali mempromosikan daerah Sulsel-Toraja sebagai Salah satu destinasi wisata dunia pemerintah harus memastikan kesiapan daerah Sulsel-Toraja pasca pandemi corona agar tidak terjadi kesalahan yang akan merusak pandangan wisatawan terhadap daerah Sulsel. Hal ini akan berdampak pada jumlah wisatawan jika terjadi kesalahan yang merugikan banyak pihak termasuk negara.

Kelima, bekerjasama dengan tempat wisata, perhotelan, dan restaurant untuk melakukan branding dan promo wisata seluas – luasnya. Masyarakat baik domestik maupun mancanegara tentunya mengalami kejenuhan setelah berbulan – bulan menjaga jarak dengan cara berdiam dirumah. Situasi ini harus dimanfaatkan sebaik – baiknya untuk dapat menarik wisatawan memilih Sulsel sebagai destinasi menghilangkan kejenuhan pasca penanganan pandemi corona.

Dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat Sulsel sangat dibutuhkan untuk memulihkan keadaan pariwisata Sulsel. Pariwisata sebagai menyumbang ekonomi terbesari menjadi hal utama yang selayaknya diperbaiki pasca pandemi corona ini.

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda

Pijar News di di Google News