OPINI : Pertamina Diduga Gagal Atasi Kelangkaan Elpiji di Parepare

Abdul Rahman Saleh
Abdul Rahman Saleh, Kordinator Aksi FPU Parepare.

Oleh : H Rahman Saleh, Komunitas Masyarakat Pengguna Kompor Gas Parepare

OPINI — Pertamina diduga gagal mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 kg di Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Padahal, kabarnya Pertamina sudah melakukan penambahan kuota hingga 5.600 tabung per hari.

Ini sesuai janji sales eksekutif elpiji Pertamina Sulawesi, Rizal Arsyad. Ia menjamin kelangkaan elpiji segera berakhir. Ternyata tidak terbukti. Pasalnya, sampai saat ini masyarakat masih kesulitan mendapatkannya dan sudah hampir 2 bulan kondisi ini terjadi. Yang cukup mengkhawatirkan bagi masyarakat saat ini bila kelangkaan terus terjadi jelang momen Idul Adha, dimana kebutuhan bahan bakar dipastikan meningkat terutama pasca penyembelihan hewan quran.

Olehnya itu, kita mendesak Pertamina bertanggungjawab atas kelangkaan ini. Sesuai tupoksi, Pertamina bertanggungjawab atas ketersediaan energi bagi masyarakat dan fokus pada pelayanan pelanggan sebagai salah satu karakter perusahaan.

Yang mengherankan, kelangkaan seperti ini sudah setiap tahun terjadi, namun pihak Pertamina tidak mampu menemukan solusi selain menambah kuota dan mencari alasan pembenaran, seperti adanya ASN yang ikut menggunakan gas elpiji 3 kilogram.

Hal itu tidak dipungkiri turut berpengaruh pada kelangkaan, tapi menurut kami tidak terlalu signifikan. Karena terbukti kelangkaan hanya terjadi pada momen tertentu saja, utamanya saat memasuki musim kemarau.

Menurut hemat kami, Pertamina selama ini tidak mampu bersikap tegas terhadap mitranya seperti agen dan sub agen (pangkalan) yang diduga nakal. Selama ini belum pernah kita mendengar mereka diberi sanksi atau pencabutan izin.

Disamping itu, Pertamina tidak maksimal memanfaatkan satgas energi seperti pihak kepolisian dan kejaksaan dalam mengawal distribusi elpiji sampai ke masyarakat. Sementara kita ketahui Pertamina adalah BUMN yang dituntut menjalin komunikasi dengan semua stakeholder demi terpenuhinya kebutuhan dasar dan pelayanan masyarakat. Terimakasih. (*)

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda