• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, 15 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

Opini : Merawat Tradisi “Makkabua Baruga Tobotting” di Desa Bakaru Pinrang

Oleh : Siti Sakirna, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Ekonomi Syariah IAIN Parepare

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
6 Agustus 2022
di Opini
Baruga Botting

--ist--

OPINI — Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi yang memiliki ragam budaya dan kebiasaan-kebiasaan lama yang masih dipertahankan sampai saat ini sebagai salah satu bentuk pelestarian budaya warisan orang terdahulu. Budaya merupakan ciri khas daerah masing-masing baik dari segi sikap, perilaku atau kebiasaan yang diwariskan oleh nenek moyang untuk generasi ke generasi.

Desa Bakaru adalah sebuah daerah yang jauh dari perkotaan sehingga masyarakat di sana masih sangat merawat tradisi-tradisi yang mereka anggap baik untuk kehidupan dalam masyarakat. Di dalam masyarakat masih mengenal sistem kekeluargaan salah satunya adalah “Makkabua Baruga” yang dilaksanakan dengan cara bergotong royong.

Makkabua Baruga merupakan salah satu kegiatan yang sampai saat ini masih dilaksanakan di Desa Bakaru, Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang sebagai bentuk partisipasi masyarakat sebelum melaksanakan acara pernikahan di desa tersebut. Maksud dari kata “Makkabua Baruga Tobotting” ini adalah membuat rumah panggung pengantin.

Sitti Sakirna
Sitti Sakirna

Baruga merupakan tanda kalau dalam keluarga tersebut ingin melaksanakan suatu acara pernikahan, bukan tanpa adanya tujuan dibuatnya karena Baruga nantinya akan menjadi tempat resepsi pernikahan, tempat akad nikah, tempat beristirahatnya tamu undangan, dan juga sebagai tempat diadakannya simbol-simbol adat sebelum dan sesudah pernikahan.

Berita Terkait

Tampil Nyentrik Bak Koboi Arab, Jemaah Haji Pinrang Ini Curi Perhatian

Kata Supporter Gunakan Pakaian Pengantin Saat Nonton PSM vs Bhayangkara FC di Parepare

Dijodohkan, Wajah Mempelai Wanita di Pinrang Ini Hebohkan Warganet

Pesta Berujung Duka, Tinggal Beberapa Jam Akad Calon Mempelai Pria di Pinrang Diduga Akhiri Hidup

Tradisi Makkabua Baruga ini dilakukan oleh kaum laki-laki dengan tetap memanfaatkan kekayaan alam yang ada di sekitarnya untuk menjadi bahan dalam pembuatan baruga, seperti bambu yang digunakan sebagai balok, kayu sebagai tiang, dan pengikat tiang yang bukan dari tali rapia namun dari ijuk pohon aren atau dalam bahasa setempat disebut Gacci Bulu, kata masyarakat disana bahwa Gacci Bulu lebih tahan lama dibandingkan dengan tali rapia.

Biasanya dalam proses Makkabua Baruga masyarakat membagi tugas mereka agar pembuatannya lebih cepat. Mulai dari menebang bambu, memasang tiang, mengikat balok, sampai pada pemasangan tenda yang dimana masyarakat di sana membawa peralatan masing-masing dari rumah mereka untuk mereka gunakan dan tidak membebankan kepada tuan rumah untuk menyiapkan apa yang mereka butuhkan.

Setelah Baruga selesai barulah masyarakat akan membuat Sala’bi sebagai hiasan Baruga yang terbuat dari bambu yang telah dibentuk dan dihaluskan menggunakan parang lalu di susun secara menyilang. Sala’bi dibuat sebagai dinding pembatas setiap tempat dan juga sebagai gapura untung gerbang masuknya para tamu nantinya. Selanjutnya mereka akan dihidangkan makanan dari tuan rumah yang dibantu ibu-ibu di sana sebagai bentuk terimakasih kepada masyarakat yang telah membantunya.

Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Makkabua Baruga Tobotting ini adalah untuk mempererat tali persaudaran dan juga meringankan beban dalam suatu keluarga, dimana masyarakat Desa Bakaru ingin mempererat hubungan persaudaraan diantara warga desa yang satu dengan warga yang lainnya. Selain itu juga sebagai bentuk siraturahmi dan menjaga kebersamaan, karena dengan diadakannya Makkabua Baruga ini mereka akan berkumpul dan makan bersama tanpa memandang perbedaan derajat dan perbedaan ekonomi.

Juga nilai-nilai yang melekat dalam Tradisi Makkabua Baruga Tobotting ini yakni niai-nilai sosial, dimana mengajarkan kepada kita untuk selalu menjunjung tinggi kepedulian kita kepada sesama manusia karena hal tersebut sangat penting demi terjaganya kekompakan dalam masyarakat sebagai simbol indahnya budaya-budaya lokal. (*)

Terkait: Kabupaten PinrangKecamatan LembangMakkabua Baruga BottingPengantin

TerkaitBerita

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 Maret 2026

...

Legitimasi Agama dan Bahaya Provokasi Umat Islam

Editor: Muhammad Tohir
8 Maret 2026

...

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

...

Islam Penyelemat Generasi dari Kasus ABH yang Meningkat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

...

Ramadan 1447H

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

BeritaTerkini

Pemudik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Naik 5 Persen

Pemudik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Naik 5 Persen

Editor: Muhammad Tohir
14 Maret 2026

Liga Ramadan 2026 Berakhir, Sekda Parepare: Jaga Semangat Pembinaan

Editor: Muhammad Tohir
14 Maret 2026

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Penataan Wilayah dan Penanggulangan Banjir Manggala Jadi Prioritas Pemkot Makassar

Penataan Wilayah dan Penanggulangan Banjir Manggala Jadi Prioritas Pemkot Makassar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Pedagang Ikan di Pinrang Dipaksa Setor Rp3 Juta per Tahun, Tak Bayar Meja Jualan Dibongkar

Pedagang Ikan di Pinrang Dipaksa Setor Rp3 Juta per Tahun, Tak Bayar Meja Jualan Dibongkar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan