OPINI: Menyusun Budget Keluarga Secara Praktis (Seri Manajemen Keuangan Keluarga Bagian 4)

Tamsil Hadi, M.M.
Oleh : Tamsil Hadi, MM

OPINI — Jika sudah terbiasa mencatat, maka kita akan lebih mudah dan lebih bisa menikmati kegiatan selanjutnya yakni penganggaran (budgeting). Sebuah kegiatan yang diibaratkan menjadi pilar-pilar penyangga sekaligus dinding-dinding bangunan keuangan. Sebagai kelanjutan tulisan sebelumnya, maka domain pembahasan tetap adalah keuangan keluarga. Jadi yang akan kita coba lakukan kali ini adalah penyusunan anggaran yang punya karakter dan komponen khas ala keluarga. Tentu akan ada perbedaan dengan bentuk penganggaran yang biasa dilakukan pada sebuah perusahaan atau yang dilakukan anggota dewan ketika membahas anggaran negara. Meski kegiatan penganggaran dalam konteks apapun, secara garis besar sebenarnya sama saja yaitu minimal membahas tentang pemasukan dan pengeluaran anggaran.

Sebelumnya kita fahami dulu apa yang dimaksud penganggaran (budgeting) itu? Salah satu pendapat mengatakan bahwa anggaran (budget) itu adalah suatu rencana keuangan periodik yang disusun berdasarkan program yang telah disahkan. Budget merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif dan umumnya dinyatakan dengan satuan uang untuk jangka waktu tertentu (Nafarin, 2004:12). Jika dianggap pendapat tadi terlalu teoritik, maka bisa lebih dioperasionalkan dalam bentuk kata kerjanya.

Sehingga, penganggaran adalah kegiatan perencanaan keuangan yang meliputi rancangan sumber pemasukan dan alokasi pengeluaran, yang disusun secara periodik dan dinyatakan dengan satuan uang. Pengertian ini bersifat umum, sehingga bisa diartikulasikan dan diimplementasikan juga dalam keuangan keluarga. Jadi ketika sebuah keluarga melakukan kegiatan budgeting, berarti keluarga tersebut sedang menyusun rencana pemasukan dan pengeluaran keluarga dalam periode tertentu, misalkan untuk sebulan atau setahun.

Berikut kita coba menyusun budget keuangan keluarga. Mengingat setiap keluarga punya visi dan kemampuan yang tidak sama, sehingga model dan jenis komponen anggaran yang coba dibuat bersifat umum, dan sangat memungkinkan setiap keluarga melakukan penyesuaian, pengembangan, dan pendetailan lebih jauh.

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda

Pijar News di di Google News