OPINI : Karang Taruna Berjiwa Sosialisme

Oleh : Muhammad Tariq (Putra Karang Taruna Kabupaten Barru dan Pegiat Literasi)

OPINI — Di Indonesia terdapat bermacam-macam organisasi kepemudaan. Ada organisasi yang bertaraf nasional, ada yang bertaraf regional, dan ada pula yang bertaraf lokal. Salah satu organisasi pemuda yang ada ialah Karang Taruna. Kalau kita memahami pengertian singkat dari organisasi tersebut, Karang artinya wadah/tempat sedangkan Taruna artinya remaja atau pemuda. Jadi Karang Taruna biasa diartikan tempat kegiatan para pemuda.

Karang Taruna pertama kalinya lahir pada tanggal 26 September 1960 di Kampung Melayu, Jakarta. Dalam perjalanan sejarahnya, Karang Taruna telah melakukan berbagai kegiatan, sebagai upaya untuk turut menanggulangi masalah-masalah Kesejahteraan Sosial terutama yang dihadapi generasi muda dilingkungannya, sesuai dengan kondisi daerah dan tingkatan masing-masing.

Sampai saat ini masih banyak masyarakat yang tidak tahu tentang arti dan peran dari organisasi besar Karang Taruna. Walaupun ada yang tahu, itu hanya sebagian kecil saja, seperti halnya bagian lingkup pemerintah daerah setempat. Mirisnya lagi, banyak masyarakat salah memahami organiasi Karang Taruna. Apalagi menganggap organisasi ini cakupannya hanya untuk pemuda, itu sangat keliru karena Karang Taruna ada untuk mewadahi aliansi masyarakat agar kesejahtaraan sosial lebih berkembang.

Memaknai Karang Taruna dalam satu sudut pandang (untuk pemuda saja) sebenarnya tidak masalah. Akan tetapi akan berdampak pada produktivitas pemuda. Bagaimana tidak, pemuda hanya akan peka terhadap masalah yang berkaitan dengan kepemudaan saja. Sehingga program pemberdayaan masyarakat terfokus pada pemuda pula, tidak kepada masalah sosial secara umum.

Kalau kita merujuk pada tugas Karang Taruna dalam AD/ART yaitu memberikan pemahaman kepada kita kalau peran Karang Taruna bukan hanya masalah kaum pemuda saja, akan tetapi lebih dari itu, dan menyangkut kesejahteraan sosial. Karna Karang Taruna memiliki tugas dan peran sebagai solusi dari masalah sosial yang tentunya melibatkan anak-anak, pemuda, dan orang tua.

Sejalan dengan perkembangan Karang Taruna yang mampu memberikan peran dan kontribusi dalam pembangunan dan pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia menjadikan masyarakat setempat lebih progresif dalam mengelolah berbagai hasil alam dan karya-karya yang unik. Sehingga orang yang melihat dari luar daerah bahkan sampai kemanca negara tertarik dengan produk-produk yang dihasilkan dari tangan-tangan kreatif dan ide-ide produktif Karang Taruna.

Tentunya sektor pembangunan tidak akan terlupakan melalu semangat kerja sama dengan pemerintah setempat dalam memajukan pembangunan daerah.

Selain itu, Karang Taruna menjadi icon dalam menangani kesenjangan sosial di berbagai wilayah dan daerah-daerah tertentu dengan cara melakukan berbagai kegiatan seperti bakti sosial, sosialisasi pemberdayaan masyarakat hingga mengembangkan minat bagi pemuda-pemudi agar lebih kreatif, produktif dan inovatif.

Sebagaimana tujuan Karang Taruna membentuk jiwa sosial dengan berkepribadian, berpengetahuan dan terampil. Yang pastinya, harapan penulis agar terwujudnya kesejahteraan sosial yang abadi sehingga semua masyarakat makmur dan sejahtera. (*) 

 

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda