Opini: Kalian Anak Genius, Sebuah Catatan World Children’s Day

OPINI, PIJAR NEWS.COM — Anak adalah karunia Allah yang harus di jaga dan pelihara. Darinya terdapat rahmat dan kasih sayang Allah yang tercurah kepada kedua orang tuanya. Begitu juga dengan kehadirannya memberikan reski yang cukup untuk dapat hidup dan berusaha di dunia. Tentunya dengan menjaganya adalah bagian daripada ibadah.

Hari ini tepat tanggal 20 November 2018, dunia mengambarkan betapa indahnya masa kecil dan masa tumbuh serta kembang anak. Sehingga seakan dunia ingin mengabarkan kepada seluruh orang tua untuk dapat sedikit menghargai anak-anak mereka.

Pada masa globalisasi sekarang ini anak kadang menjadi eksplotasi dari kedua orang tuanya, di pekerjakannya dan malah mereka yang harus menanggung beban keluarga. Harus kah hari anak ini di rayakan?

Tentunya setiap hari dan setiap waktu kita akan selalu merayakannya karena ada rasa sayang dan cinta kepada mereka. Namun ada masalah besar yang dihadapi anak-anak kita sekarang, yang akan memberikan pekerjaan rumah buat para orang tua untuk dapat mempertimbangkan masalah ini. Pertama, masalah akses.

Masalah akses dalam mendapatkan pendidikan tentunya terkadang masih terjanggal dalam kehidupan anak-anak kita sekarang. Ada yang putus sekolah karena terhimpit dana, ada yang sekolah tapi malah mereka tidak mengindahkan tugas-tugas sekolah. Selain itu sebaliknya, masalah akses menikmati sajian informasi yang begitu cepat dan tak terkontrol sangat mudah anak-anak kita temukan. Dan lain sebagainya. Masalah inilah yang membuat orangtua harus turun tangan dan bergerak demi masa depan anak-anak.

Kedua masalah kualitas. Masalah kualitas ini adalah masalah yang paling penting dalam perkembangan anak. Anak yang “kurang berkualitas” hidupnya tidak akan seindah dengan mimpi-mimpi mereka. Kualitas dari semua aspek akan selalu di pertimbangkan demi kemajuan anak-anak.

Hari Anak Sedunia bukan hanya hari untuk dirayakan oleh anak-anak saja, tetapi untuk memberikan kesadaran kepada seluruh anak-anak kita di seluruh dunia yang telah menyerah pada kekerasan dalam berbagai macam bentuk, mulai dari eksploitasi dan diskriminasi. Anak-anak kadang digunakan sebagai buruh di beberapa negara, tenggelam dalam konflik bersenjata, hidup di jalanan, dan menderita karena perbedaan, baik itu agama, dan isu-isu minoritas. Anak-anak merasakan dampak perang dengan menjadi pengungsi karena konflik bersenjata atau menderita trauma fisik dan psikologis. Hal ini disebut dengan istilah “Children and Armed Conflict”. Perekrutan dan anak menjadi tentara. Seperti yang terjadi di beberapa negara di timur tengah dewasa ini. Mereka hidup di bawah dentuman bom yang setiap saat dapat menghampiri mereka. Anak-anak Suriah yang menjadi korban akibat kepentingan industri kekuasaan dan industri perang dunia.

Sebuah kisah anak Suriah yang terdampar di Pantai Boudroum, yang hendak pergi meninggalkan negaranya, Suriah. Hal itu karena tidak tahan dengan peperangan disana, naasnya Alylan yang bersama dengan ayah ibunya beserta kakaknya terdampar di pesisir pantai, akibat perahu yang di tumpangi kelebihan muatan dan perahu pun terbalik. Alylan seorang anak kecil dan keluarga pun tenggelam dan terdampar di pesisir pantai.

Kisah Alylan sempat viral pada saat itu di media dan menghebohkan dunia. Kisah diatas menjadikan kita harus berfikir maksimal terhadap kendala-kendala yang dihadapi anak-anak kita saat ini. Dan kini anak-anak tersebut telah berkembang seiring dengan berkembangnya zaman dan waktu, mereka telah tumbuh dan kembang sesuai porsi keprosesan diri mereka.

World Childen’s Day, Hari Anak Dunia adalah apreasiasi terhadap kemerdekan anak-anak, mereka telah bebas berkreasi dan berelaborasi demi masa depan mereka, kemampuan dan intelektual mereka telah dapat diandalkan karena mereka di bentuk dengan zamannya.
Genius adalah tema yang diusung pada hari anak nasional kemarin, dengan melihat posisi anak harus mampu Gesit, Empati, Berani, Unggul, Sehat.

Gesit adalah sifat yang harus dipupuk kepada anak untuk dapat memahami arti waktu, kedisiplinan dan harus dimulai dari aktifitas dan rutinitas mereka sehari-hari. Empati adalah sifat yang terkait dengan perasaan anak untuk dapat bersosialisasi dengan orang lain. Berani adalah sifat yang mesti dan harus di ayomi pada diri anak, karena dari keberanian akan mengukir banyak prestasi.

Juga Unggul, keadaan inilah yang diharapan selalu orang tua untuk tetap bisa unggul dalam berbagai prestasi. Dan Sehat, hal ini adalah yang terpenting. Kesehatan anak menjadi sangat prioritas untuk dapat tumbuh dan kembang sesuai dengan kualitas hidup mereka sendiri.

Selamat hari anak khusus buat anak-anakku dan seluruh anak di dunia. Kalian adalah buah hati dan pelita kami yang selalu dibanggakan serta hadir untuk menjadi harapan masa depan dan peradaban.
Tetap jaga diri untuk menjadi penerang dan pelita hidup kami.
Kalian adalah generasi kami untuk melanjutkan keberlangsungan kehidupan yang lebih harnomis.
Tetap jaga ibadah sebagai pondasi hidup. Jadilah dirimu sendiri maka kalian akan hidup selamat.

Mari rajut cinta dan kasih sayang terhadap anak agar mereka dapat mempersiapkan diri menjadi yang terbaik. Semoga bermanfaat.

Dr. Ahdar

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda