OPINI; Covid-19, “Guru” Tanpa Sertifikasi

Muhammad Saleh
Oleh : Dr H Muhammad Saleh, Wakil Rektor III IAIN Parepare

OPINI — Fenomema penyebaran virus covid-19 sudah berlangsung selama tiga bulan. Semua sendi kehidupan bergerak. Menjadi bahan perbincangan mulai dari kalangan atas sampai kalangan bawah. Mulai dari kaya sampai miskin. Orang dewasa sampai anak-anak. Betapa seksinya covid-19.

Media massa seperti media cetak, media online, radio dan televisi, semuanya membincang virus kecil ini. Para pakar dari segala bidang ilmu tidak ketinggalan memberi komentar, analisis, solusi dari berbagai perspektif.

Kehadiranmu membuka pikiran, tindakan, aksi, reaksi dari pelbagai kalangan dan berbagai aspek. Baik disadari maupun tidak disadari ternyata kehadiranmu memberi banyak PEMBELAJARAN.

Diawali mula kehadiranmu di Wuhan, China, dunia gempar seakan kamu adalah sosok vampire yang dengan mudah merenggut nyawa seseorang. Engkau seakan menjadi pembunuh tak berwujud.

Setelah banyak yang menjadi korban, engkau memberi pembelajaran berharga akan pentingnya, “Hidup Sehat dan Bersih”. Baik jasmani maupun rohani.

Melalui penelitian, telah diketahui wujudmu, cara menjangkiti orang, cara menyebar, cara mengembang/memperbanyak diri.

Bahkan cara menghindari dan senjata ampuh untuk membunuhmu juga telah diketahui. Namun kenapa masih banyak yang bergelimpangan, terpapar.

Hal ini mungkin masih banyak MATERI AJAR yang belum tersampaikan kepada kami manusia. Termasuk masih pertanyaan yang timbul, kenapa hanya manusia yang engkau hinggapi, yang engkau “serang”?

Covid-19 engkau adalah makhluk. Kehadiranmu bukan tanpa hikmah, engkau telah memberi pembelajaran berharga. Saat ini dapat kami lihat, antara lain:
1. Belajar hidup sehat
2. Belajar hidup bersih
3. Peduli akan keluarga
4. Tidak sombong akan kemampuan, ilmu yag telah dimiliki
5. Introspeksi diri untuk tetap menyandarkan diri dari Sang Pencipta, Allah SWT
6. Selalu mawas diri
7. Ilmu manusia sangat terbatas
8. Saling asah
9. Saling asih
10. Saling asuh
11. Rasa kepedulian
12. Rasa empati
13. Saling menghormati
14. Saling menyayangi
15. Saling mengingatkan
16. Hilangnya rasa paling benar
17. Sadar manusia makhluk lemah
18. Membiasakan yang benar
19. Bersih hati hilangkan egoisme, ingin menang sendiri, merasa paling benar

Upaya melawanmu, menghilangkanmu, menghalangimu, telah dilakukan, tetapi engkau sangat kuat.

Kami tidak akan menyerah, akan tetap ada usaha dan upaya yang akan dilakukan. Tidak akan berhenti berikhtiar, namun tidak akan lupa untuk tetap berdoa dan bertawakkal semoga engkau menjadi sahabat manusia, tidak menjadi lawan tetapi menjadi kawan untuk memberi pembelajaran berharga bagi manusia.

Sepertinya engkau bukan untuk dilawan, tetapi engkau dimusnahkan, tetapi boleh jadi engkau dicarikan tempat yang aman dan nyaman bagimu.

Engkau memberi pembelajaran agar manusia sadar akan keberadaannya, manusia sadar bagaimana seharusnya keseharian yang harus dilakukan.

Proses PENYADARAN ini merupakan proses pembelajaran yang memberikan materi baru, dimana manusia sadar akan kekurangannya. Engkau ibarat sosok “Guru” yang melakukan proses pembelajaran walau tanpa sertifikasi.

Engkau sosok “guru” yang telah memberikan pembelajaran yang sangat berarti bagi manusia. Walau bukan untuk “digugu” dan “ditiru”. Tetapi keberadaanmu memberi banyak pembelajaran berharga.

Pembelajaran yang telah engkau berikan tanpa imbalan, namun semoga pembelajaran telah tuntas dan engkau beristirahat dengan tenang. (*) 

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda

Pijar News di di Google News