• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 12 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI: BPJS Membidik Generasi Muda, Pangsa Pasar Industri Asuransi Sosial

Oleh: Rindyanti Septiana. S.H.I.

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 November 2022
di Opini

GUNA membekali generasi muda menghadapi bonus demografi yang diperkirakan berlangsung sejak 2020—2030, BPJS Kesehatan menggelar kegiatan “BPJS Kesehatan Support Youth Generation” pada 26/10/2022. Menurut pihak BPJS, meningkatnya bonus demografi di Indonesia harus diiringi peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan agar dapat terserap dalam pasar kerja yang kompeten. (Tempo, 31/10/2022).

Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan Andi Afdal menyatakan bahwa BPJS memberikan dukungan kepada generasi muda untuk cepat beradaptasi seiring pergeseran aktivitas kehidupan. Hal ini agar mereka bisa menjadi bibit unggul penerus bangsa yang berdaya saing tinggi.

Pihak BPJS juga mengajak para pelajar untuk lebih mengenal konsep jaminan kesehatan sosial dan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) guna meningkatkan pemahaman, kepedulian, kerelaan membantu sesama, dan gotong royong dalam diri para pelajar.

Sebenarnya, mengapa BPJS Kesehatan begitu gencar mempromosikannya? Apakah benar secara tulus untuk kebaikan generasi muda? Atau memang ada kepentingan lain yang menggiurkan, mengingat Andi Afdal mengatakan bahwa para pelajar termasuk kategori usia terbanyak dari total jumlah penduduk Indonesia?

Berita Terkait

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Islam Penyelemat Generasi dari Kasus ABH yang Meningkat

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Menakar Kesejahteraan Guru di Tapal Batas

 

Membidik Generasi

Pemerintah mengklaim peduli dengan kesehatan generasi muda. Banyak langkah BPJS untuk makin mendekatkan diri dengan mereka, salah satunya membuat layanan aplikasi mobile JKN. Diharapkan teknologi digitalisasi ini menjadi favorit bagi generasi muda.

Menurut data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), jumlah penduduk generasi Z (Gen Z) yang berusia 10—24 tahun sebanyak 8.662.815 jiwa. Populasi Indonesia didominasi oleh Gen Z. (dataindonesia[dot]id, 22/8/2022).

Pemangku kebijakan memahami dengan baik potensi generasi muda ini, termasuk untuk menghasilkan keuntungan. Bidikan BPJS Kesehatan pada generasi muda sungguh beralasan. Alasan ekonomi menjadi faktor utama, sedangkan “peduli terhadap kesehatan generasi” adalah lipstik semata. Buktinya, rakyat harus membayar premi meski tidak sedang mendapatkan pelayanan kesehatan.

Tampak jelas, generasi muda menjadi bidikan empuk untuk mengeruk keuntungan materi. Apalagi diserukan bahwa generasi muda berperan besar dalam mengawal keberlangsungan program JKN di Indonesia. Para pejabat memang terlihat terus mencari cara untuk mengambil untung dari rakyat, salah satunya “memalak” atas nama JKN—yang sejatinya rakyat menjamin kesehatan diri sendiri, bukan oleh negara.

Semestinya, jaminan pelayanan kesehatan menjadi tanggung jawab negara, bukan rakyat. Jika memang begitu peduli pada kesehatan generasi, pelayanan kesehatan diberikan dengan cuma-cuma atau murah. Ironisnya, pemerintah malah membisniskannya dalam bentuk “asuransi sosial”.

 

Pangsa Pasar Potensial

Pengamat kebijakan publik Ichsanuddin Noorsy pernah menyatakan bahwa ada kepentingan asing di balik gagasan lahirnya UU BPJS, yakni mengambil alih pangsa pasar industri asuransi sosial.

Atas nama jaminan kesehatan, pemerintah mengeruk uang dari rakyat. Jumlah Gen Z yang mendominasi populasi penduduk di negeri jelas menjadi pasar empuk yang menggiurkan. Kampanye program BPJS “Gotong Royong, Semua Tertolong”, hakikatnya ialah demi kantong BPJS, maka rakyat akan terus ditodong.

Ekonom Islam Condro Triono mengatakan bahwa sistem ekonomi kapitalisme menjadi biang kerok langgengnya kebijakan asuransi sosial di negeri ini. Sistem ini memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada pihak swasta untuk memperebutkan “kue” ekonomi yang ada di suatu negara. Bahkan, sistem ini tidak lagi mengenal batas-batas norma dan etika. Prinsipnya, di mana ada peluang, akan mereka “makan”.

Dengan demikian, generasi muda harus sadar bahwa mereka sekadar menjadi pangsa pasar potensial untuk industri asuransi sosial. Mengambil keuntungan sebesar-sebesarnya dari generasi muda, sedangkan layanan kesehatan prima masih jauh dari angan-angan untuk didapatkan.

 

Rakyat Apes Tergabung dalam BPJS

Basis dari bisnis asuransi adalah memanfaatkan kekhawatiran dan ketakpastian yang dihadapi seseorang. Masyarakat pun mau membayar sejumlah premi pada perusahaan asuransi untuk menjamin masa depannya. Makin banyak pesertanya, makin besar pula keuntungan bisnis asuransi.

Penting bagi mereka untuk terus mencari kantong-kantong massa agar keuntungan besar bisa didapatkan. Inilah yang terus dijalankan oleh BPJS. Rakyat apes tidak dapat layanan kesehatan terbaik, malah harus membayar sejumlah iuran yang terus naik. Sampai kapan hal ini terjadi? Sampai benar-benar dipastikan setiap pos uang rakyat habis dikeruk oleh para kapitalis lewat badan asuransi sosial.

Keluhan atas buruknya BPJS Kesehatan ini tidak hanya berasal dari peserta BPJS, melainkan juga dari banyak RS, para dokter, dan rekanan RS. Banyak RS yang harus menalangi atau utang ke apotek maupun perusahaan alat kedokteran. Dokter pun terpaksa bekerja keras dengan imbalan ala kadarnya. Lagi-lagi, rakyat harus pasrah menerima pelayanan kesehatan juga ala kadarnya.

 

Tanggung Jawab Negara

Kesehatan merupakan kebutuhan vital rakyat yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara. Wajib bagi negara menyediakan pelayanan kesehatan berkualitas secara gratis hingga setiap individu mudah mengaksesnya. Pelayanan kesehatan tidak boleh dipandang sebagai jasa yang mewajibkan kompensasi.

Jaminan negara atas kesehatan melalui mekanisme asuransi adalah haram. Rakyat tidak boleh diperlakukan layaknya nasabah perusahaan asuransi, sebagaimana melalui BPJS ini.

Dr. ‘Abdurrahman al-Khalidi dalam terjemahan kitab As-Siyasah al-Iqtishadiyyah al-Mutsla menyatakan, “(Jaminan pemenuhan) kebutuhan-kebutuhan primer bagi seluruh rakyat telah ditetapkan oleh syariat sebagai kewajiban atas negara secara langsung. Nabi saw. bersabda, ‘Imam (kepala negara) itu adalah pemimpin dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang ia pimpin.’.” (HR Bukhari)

Tanggung jawab negaralah untuk memenuhi kebutuhan asasi, termasuk keamanan, kesehatan, dan pendidikan. Jaminan kesehatan melalui BPJS telah memberatkan rakyat. Dipaksa membayar iuran agar mendapatkan layanan kesehatan merupakan bentuk kezaliman. Masyarakat, khususnya generasi muda, jangan mau “termakan” jargon-jargon yang menipu atas nama jaminan kesehatan nasional. (*)

Sumber: Muslimahnews.net

Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Terkait: Opini

TerkaitBerita

Legitimasi Agama dan Bahaya Provokasi Umat Islam

Editor: Muhammad Tohir
8 Maret 2026

...

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

...

Islam Penyelemat Generasi dari Kasus ABH yang Meningkat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

...

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
27 Februari 2026

...

Ramadan 1447H

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pemkot Parepare Lepas 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
3 Maret 2026

BeritaTerkini

Idhul Fitri, Pemkab Sidrap Siapkan Takbiran Keliling hingga Bazar Produk Lokal

Editor: Muhammad Tohir
10 Maret 2026

BPJS Kesehatan Buka Layanan Tatap Muka di Kantor Cabang Selama Libur Lebaran 2026

BPJS Kesehatan Buka Layanan Tatap Muka di Kantor Cabang Selama Libur Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
10 Maret 2026

Anggota Polisi yang Hanyut di Pinrang Ditemukan Meninggal, Jasad Terseret 1,2 Kilometer

Anggota Polisi yang Hanyut di Pinrang Ditemukan Meninggal, Jasad Terseret 1,2 Kilometer

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
10 Maret 2026

Rumah Panggung di Pinrang Ludes Terbakar saat Pemilik Melayat

Rumah Panggung di Pinrang Ludes Terbakar saat Pemilik Melayat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
10 Maret 2026

Pemkab Sidrap Dukung Pemerintah Pusat Kendalikan Inflasi Jelang Idulfitri

Editor: Muhammad Tohir
9 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan