SINJAI, PIJARNEWS.COM – Nury Sybli, pegiat literasi Indonesia dan juga jurnalis senior yang pernah terlibat di media luar negeri Thompson Reuters memulai penjelajahannya Sulawesi Selatan dengan menelusuri Kajang dan menembus pedalaman Kabupaten Sinjai, 25/10/2017.
Kajang merupakan salah satu suku di pedalaman Bulukumba Sulawesi Selatan. Masyarakatnya telah hidup turun-temurun dengan memegang prinsip adat, salah satunya adalah berpakaian serba hitam. Daerah itu dianggap sebagai tanah warisan leluhur dan mereka menyebutnya, Tana Toa.
Di Kajang Nury yang juga dikenal sebagai ibu baca tulis anak Baduy bertemu dengan masyarakat Kajang, berbagi dengan anak-anak Kajang hingga mendirikan Rumah Baca Akar.
“Masyarakat Kajang luar biasa, saya membuka rumah baca akar di Kajang, mudah-mudahan berjalan,” ungkapnya.
Setelah menelusuri Kajang, peraih penghargaan Wanita Indonesia ini juga menembus pedalaman Sinjai. Pada daerah itu Nury dihadapkan pada realita pendidikan Indonesia yang masih jauh dari kata sejahtera.
“Hari gini bangunan sekolah masih berlantaikan tanah, dinding seng, dan anak-anak belajar tanpa sepatu. Ini SDN 45 Boja, Sinjai, Sulawesi Selatan. Untuk menuju lokasi ini harus berjalan kaki melewati 4 sungai, naik turun bukit satu jam lamanya. Anak-anak petani Jagung, Coklat, Lada dan Kopi ini juga anak Indonesia yg rajin bayar pajak. Tapi entah kenapa pemerintah daerah pura-pura tidak tahu nasib anak Indonesia ini. Kelas 1-6 hanya berjumlah 40 siswa bercampur dg siswa kejar paket, itupun yg masuk kelas hanya separonya. Guru yg mengajarpun hanya satu, pak Abdul Wahid namanya. Guru segala guru yg mengajar di sekolah juga mengaji meskipun pendengarannya sedikit berkurang. Ini Indonesia teman, ayo bantu anak-anak Indonesia,” tulis Nury pada dinding facebooknya menggambarkan kondisi sekolah yang memprihatinkan dan sangat butuh uluran tangan.
Nury Sybli datang bersama tim dan membagikan alat tulis menulis serta tas sekolah untuk anak-anak tersebut. Informasi perihal keadaan masyarakat Kajang dan Sekolah di pedalaman Sinjai telah diteruskan pada menteri dan semoga mendapatkan respon yang baik. (ibl)












