toto

toto

Situs Toto

Situs Toto

Togel Online

toto

  • Tentang Kami
  • Tim Pijarnews
  • Kerjasama
Sabtu, 7 Februari, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan
Pijar News
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Utama Teknologi

Nelayan Pinrang Terbantukan Hadirnya “Lambalu”

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19:37, 29 Oktober 2019
di Teknologi
Waktu Baca: 2 menit
Nelayan Pinrang Terbantukan Hadirnya “Lambalu”

Muhammad Nadir (kiri), dosen Politeknik Pertanian Pangkep, bersama nelayan merakit alat bantu penangkapan ikan bawah laut bernama “lambalu”di atas bagan. Kegiatan itu dalam rangka Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Wiring Tasi, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan,  Juli-September 2019.

PINRANG, PIJARNEWS.COM—Nelayan yang biasa menggunakan bagan di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, antusias menyambut penerapan rekayasa lampu LED bawah laut. Alat bantu penangkapan bawah laut bernama “lambalu” itu dinilai lebih praktis dan lebih ekonomis ketimbang lampu celup biasa yang lazim digunakan selama ini.

Penerapan peranti tersebut diinisiasi Muhammad Nadir dan Muhammad Aras. Keduanya Dosen Politeknik Pertanian Negeri Pangkep. Nelayan digandeng sebagai mitra dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Wiring Tasi, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Juli-September 2019.

Kini, nelayan setempat telah merasakan manfaat  “lambalu”.  Abbas (60), salah seorang nelayan setempat mengungkapkan, pemakaian “lambalu” dalam tiga bulan terakhir di bagannya, terbukti  efisien. Dia merasa terbantu karena perangkat ini lebih mudah digunakan dan awet.

“Kami tidak perlu lagi repot mengganti bohlam yang kerap rusak atau pecah karena goncangan dan benturan di laut,” ujar Abbas, Selasa (29/10/2019).

Baca Juga

Pemuda Kumakubur Gelar Pekan Pengabdian, Sasar Generasi Penerus

Dosen Unhas Perkenalkan Alat Pengukuran Emisi Gas Buang di SMAN 2 Bone

Pengalaman Abbas menggunakan “lambalu” bersama putranya, Mustakim (37) diharapkan menginspirasi komunitas nelayan lainnya untuk beralih dari lampu “lacuba” biasa  ke “lambalu”.

“Lacuba”  adalah nama yang lazim disematkan oleh nelayan untuk lampu celup bawah air yang selama ini telanjur hadir menggantikan lampu petromaks. Pancaran cahaya dari lampu bawah laut berfungsi merangsang ikan-ikan untuk berkumpul di sekitar bagan sehingga nelayan dengan mudah menangkap ikan.

Muhammad Nadir,  berharap lampu hasil rancangannya itu dapat mengatasi permasalahan nelayan, terutama dari segi harga yang lebih murah. Lambalu didesain praktis dan mudah dilakukan penggantian bola lampu sesuai keinginan dan kebutuhan.

Harga “Lacuba” sekitar Rp1,8 juta per unit,  relatif mahal bagi ukuran nelayan tradisional yang bergantung pada cuaca.

Sedangkan harga “lambalu” hanya setengah dari harga “lacuba”. Kelebihan lain dari lambalu mudah diperbaiki atau dibongkar pasang kembali jika terjadi kerusakan.

“Lambalu” dirancang menggunakan bola lampu tipe LED, agar hemat energi dengan tingkat intensitas cahaya yang lebih terang. “Lambalu” dapat dirakit secara sederhana oleh nelayan dengan menggunanakan bahan  yang mudah didapatkan di toko bangunan sekitar domisil mereka, seperti potongan pipa pralon, kabel, kawat, dan sebagainya.

“Kiranya , mitra  yang sudah menerapkan lambalu, dapat dicontoh oleh nelayan lain,” kata Nadir.

Harapan itu didasarkan pada amatan bahwa  lampu celup pabrikan masih langka dijual di pasaran, khususnya di Kabupaten Pinrang.

Sambutan positif pun diungkapkan Sekretaris Desa Wiring Tasi,  Ahmadi.  Saat sosialisasi penggunaan  “lambalu” beberapa waktu lalu, dia meminta nelayan di wilayahnya menyimak dengan baik materi yang disampaikan tim PKM dari Politani Pangkep.

“Jarang ada kegiatan seperti ini di tempat kita. Tentunya perangkat yang dikenalkan pun sudah melalui kajian matang dan pasti berguna bagi nelayan,” ucap  Ahmadi.

Hasil tangkapan nelayan bagan tancap di Kecamatan Suppa umumnya berupa ikan teri (Stolephorus commersonii), tembang (Sardinella sp), dan pepetek (Leiognathus sp). Hasil tangkapan mereka dipasarkan di Kota Parepare di samping untuk konsumsi keluarga. (*)

Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Terkait: Pengabdian Masyarakat

BERITA TERKAIT

Pemuda Kumakubur Gelar Pekan Pengabdian, Sasar Generasi Penerus

Pemuda Kumakubur Gelar Pekan Pengabdian, Sasar Generasi Penerus

26 April 2023
Dosen Unhas Perkenalkan Alat Pengukuran Emisi Gas Buang di SMAN 2 Bone

Dosen Unhas Perkenalkan Alat Pengukuran Emisi Gas Buang di SMAN 2 Bone

12 September 2018
Tim Pengabdian Masyarakat Unhas Membuat Rumpon Elektronik bagi Nelayan

Tim Pengabdian Masyarakat Unhas Membuat Rumpon Elektronik bagi Nelayan

27 Agustus 2018
Dosen Unibos Lakukan Pengabdian Masyarakat di Rappang

Dosen Unibos Lakukan Pengabdian Masyarakat di Rappang

31 Juli 2018
Selanjutnya
Pemkab Barru Terima Penghargaan WTP dari Kemenkeu

Pemkab Barru Terima Penghargaan WTP dari Kemenkeu

Berita Terbaru

Belajar Bertahan di Zaman AI

Belajar Bertahan di Zaman AI

4 Februari 2026
Direktur Pijarnews.com Hadiri AI Tools Training for Journalists Suara.com–LMC Didukung GNI di Makassar

Direktur Pijarnews.com Hadiri AI Tools Training for Journalists Suara.com–LMC Didukung GNI di Makassar

3 Februari 2026
UMPAR Gelar Pengembangan Akademik dan Dosen

UMPAR Gelar Pengembangan Akademik dan Dosen

3 Februari 2026
Tasming Hamid Tegaskan Komitmen Pemkot Parepare dalam Rakornas Nasional di SICC Bogor

Tasming Hamid Tegaskan Komitmen Pemkot Parepare dalam Rakornas Nasional di SICC Bogor

3 Februari 2026
DAD PIKOM IMM Politani Pangkep Resmi Digelar, Cetak Kader Immawan dan Immawati Berkemajuan

DAD PIKOM IMM Politani Pangkep Resmi Digelar, Cetak Kader Immawan dan Immawati Berkemajuan

1 Februari 2026
Pasca Dilantik, Rektor Gelar Silaturahmi Bersama IKA UMPAR

Pasca Dilantik, Rektor Gelar Silaturahmi Bersama IKA UMPAR

31 Januari 2026
Hamil 5 Bulan, Ibu dan Anak Gepeng di Pinrang Dipulangkan ke Makassar

Hamil 5 Bulan, Ibu dan Anak Gepeng di Pinrang Dipulangkan ke Makassar

30 Januari 2026
Wujudkan Pesisir Bersih, TNI-Polri dan Mahasiswa KKN Unhas Bersihkan Sampah di Pantai Mattirotasi

Wujudkan Pesisir Bersih, TNI-Polri dan Mahasiswa KKN Unhas Bersihkan Sampah di Pantai Mattirotasi

30 Januari 2026
Senyum Warga Pinrang Terima Sertipikat Tanah Eks Kawasan Hutan, Bupati: Jangan Dijual!

Senyum Warga Pinrang Terima Sertipikat Tanah Eks Kawasan Hutan, Bupati: Jangan Dijual!

30 Januari 2026
Bupati Sidrap Siap Hadiri Milad Muhammadiyah ke-113, Agendakan Bermalam di Desa Lombo hingga Pasar Murah

Bupati Sidrap Siap Hadiri Milad Muhammadiyah ke-113, Agendakan Bermalam di Desa Lombo hingga Pasar Murah

30 Januari 2026

Artikel Lainnya

Media Online Pijar News ini Telah Terverifikasi secara Administratif dan Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang
  • Redaksi
  • Advertise
  • Kebijakan Privacy
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Perlindungan Wartawan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.