Miris, Nenek I Sanna Hidup Seorang Diri di Gubuk Reyot dan Menderita Kanker Payudara

Miris, Nenek I Sanna Hidup Seorang Diri di Gubuk Reyot dan Menderita Kanker Payudara

SOPPENG, PIJARNEWS.COM — Miris, itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan nasib yang dialami oleh nenek I Sanna yang tinggal di gubuk reyot dan kini usianya genap 74 tahun.

Dimasa tuanya yang seharusnya diisi dengan kebahagiaan, namun nenek ini harus mengarungi kerasnya kehidupan seorang diri.

Nenek I Sanna, kini tinggal seorang diri di sebuah gubuk reyot di Desa Sering, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Tak hanya hidup sendiri, Nenek I Sana ternyata juga menderita kanker payudara.

Saat tim relawan Ukhuwah Fillah Soppeng mengunjunginya, nampak jelas terlihat gubuk reyot yang ia tempati bernaung selama puluhan tahun, jauh dari kata layak. Atapnya sebahagian besar sudah bocor, begitu pun dengan dindingnya, bahkan nampak terlihat sudah miring dan hampir ambruk.

Meski begitu, senyum cerah masih tetap terpancar dari wajah Nenek I Sanna. Dengan mengenakan kebaya lusuh, dan kain sarung usang yang membalut pinggul dan kakinya. Nenek I Sana ramah menyambut tim Ukhuwah Fillah Soppeng, yang menyambangi gubuk reyotnya, Selasa (12/3/2019) pagi.

Kemudian setelah melihat paket bantuan yang dibawa oleh tim Ukhuwah Fillah, sangat nampak dari raut wajah Nenek I Sanna, bahwa dirinya sangat senang, dan sambil berkata kepada tim Ukhuwah Fillah “kenapa mesti repot-repot”, dengan dialek Bugis Soppeng yang sangat kental.

Dyah, salah seorang tim Ukhuwah Fillah Soppeng mengatakan, saat mengunjungi Nenek I Sanna, ia beserta anggota timnya bertanya tentang keadaannya sekarang, dan ternyata, Nenek I Sanna mengungkapkan, jika saat ini dirinya sedang sakit dan tengah berobat jalan, yang paling miris dari pengakuannya itu, ia harus berjalan kaki puluhan kilometer untuk bisa mengambil obat.

Sementara untuk kebutuhan makan sehari-hari, Nenek I Sanna hanya mengandalkan jatah beras raskin serta belas kasihan tetangganya.

“Setelah melihat langsung kondisi Nenek I Sanna, memang sangat miris. Tapi kami yakin bahwa beban yang dialami nenek I Sana mampu ia lewati, seperti dalam ayat Al-Quran, Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya (QS.al-Mukminun: 62),” jelas Dyah.

Lebih lanjut dikatakan, tim Ukhuwah Fillah Soppeng, akan selalu berupaya sedikit membantu meringankan beban hidup Nenek I Sanna.

“Wahai saudara-saudariku, mari kita sama-sama ikut berpartisipasi dalam meringankan beban Nenek I Sanna, melalai nomor rekening Bendahara Tim Ukhuwah Fillah Soppeng, atas nama Yuliana BRI: 5110-01-013300-53-0,” ajaknya.

Dyah melanjutkan bahwa, dirinya yakin setiap kebaikan itu akan dibalas pula dengan kebaikan yang banyak oleh yang Maha Baik.

Editor: Abdillah.Ms

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda