toto

toto

Situs Toto

Situs Toto

Togel Online

toto

  • Tentang Kami
  • Tim Pijarnews
  • Kerjasama
Minggu, 15 Februari, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan
Pijar News
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Utama Opini

Menjaga Nyala Api Daulat Rakyat: Mengapa Pilkada Langsung adalah Harga Mati

OPINI

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
08:42, 07 Januari 2026
di Opini
Waktu Baca: 3 menit
Menjaga Nyala Api Daulat Rakyat: Mengapa Pilkada Langsung adalah Harga Mati

Oleh Andi Affandil Haswat
(Mahasiswa Pascasarjana IAIN Parepare)

Di tengah riuhnya percakapan di selasar kekuasaan mengenai wacana pengembalian pemilihan kepala daerah (Pilkada) ke tangan DPRD, kita seolah sedang diajak untuk meragukan kembali kedewasaan bangsa sendiri. Wacana ini, meski dibungkus dengan alasan efisiensi anggaran, sejatinya membawa risiko besar: memadamkan obor kedaulatan yang baru saja menyala di tangan rakyat sejak fajar Reformasi menyingsing.

Napas Panjang Perjuangan Rakyat
Jika kita menengok ke belakang, Pilkada langsung bukanlah hadiah yang turun dari langit secara cuma-cuma. Ia adalah buah dari air mata dan keringat perjuangan demokrasi tahun 1998. Selama puluhan tahun di masa Orde Baru, rakyat hanya menjadi penonton bisu ketika pemimpin daerah mereka ditentukan lewat mekanisme yang disebut “demokrasi perwakilan”, namun sejatinya adalah penunjukan sepihak dari pusat.
Lahirnya UU No. 32 Tahun 2004 yang menginisiasi Pilkada langsung pertama di tahun 2005 adalah momentum sakral. Saat itu, kedaulatan tidak lagi terkurung dalam gedung-gedung dewan yang dingin, melainkan berpindah ke tangan para petani, buruh, guru, dan pedagang pasar. Memisahkan rakyat dari hak pilihnya hari ini sama saja dengan mencabut paksa hakikat kemerdekaan yang telah mereka rawat selama dua dekade terakhir.

Cermin Dunia: Martabat Bangsa di Mata Internasional
Memang benar, di beberapa negara seperti Jerman atau Inggris, sistem pemilihan tidak langsung dipraktikkan. Namun, menyamakan Indonesia dengan mereka tanpa melihat konteks sosiopolitik adalah sebuah kekeliruan logika. Di negara-negara tersebut, partai politik telah menjadi institusi yang sangat transparan dan akuntabel.

Sebaliknya, jika kita berkaca pada negara-negara demokrasi besar seperti Amerika Serikat atau Brazil, pemilihan langsung dianggap sebagai instrumen paling ampuh untuk menjaga legitimasi pemimpin. Bagi bangsa yang masih membangun kepercayaan publik terhadap partai politik, Pilkada langsung adalah satu-satunya jembatan yang menghubungkan nurani rakyat dengan pemegang kebijakan. Menghilangkan hak ini akan membuat Indonesia tampak mundur di mata dunia, seolah-olah kita mengaku gagal mengelola demokrasi yang kita pilih sendiri.

Baca Juga

Green Jobs : Pelaku Perubahan atau Hanya Penonton?

Peran Kecerdasan Buatan dalam Bisnis Digital Marketing

Dasar Hukum dan Amanah Falsafah Islam
Secara yuridis, meski Pasal 18 ayat (4) UUD 1945 menyebutkan pemilihan secara “demokrasi”, kita harus memaknainya secara substantif. Demokrasi yang paling paripurna adalah yang melibatkan partisipasi aktif rakyat (direct participation). Esensi dari kedaulatan berada di tangan rakyat, bukan di tangan segelintir elite yang duduk di kursi legislatif.

Dalam perspektif falsafah kepemimpinan Islam, kedaulatan memang milik Allah, namun mandat duniawi diberikan kepada umat. Prinsip al-amanah (kepercayaan) dan ar-ra’iyah (kepemimpinan) menekankan bahwa seorang pemimpin adalah pelayan bagi rakyatnya. Bagaimana mungkin seorang pemimpin bisa merasa memiliki ikatan amanah dengan rakyat jika ia merasa hanya berhutang budi pada suara anggota dewan? Dalam Islam, pemimpin haruslah sosok yang dikenal dan mencintai rakyatnya, serta dicintai oleh mereka. Pilkada langsung memungkinkan adanya akad kontrak sosial yang jujur antara pemimpin dan yang dipimpin tanpa melalui perantara yang rentan terhadap godaan transaksional.

Dampak dan Konklusi: Menolak Kembali ke Ruang Gelap
Argumentasi bahwa Pilkada langsung mahal adalah sebuah penyederhanaan yang berbahaya. Demokrasi memang berbiaya, namun biaya itu adalah investasi untuk mendapatkan legitimasi. Jika pemilihan dikembalikan ke DPRD, biaya politik mungkin tampak menyusut di atas kertas, namun potensi “politik uang” di bawah meja justru akan merajalela tanpa pengawasan mata rakyat. Kita berisiko melahirkan kepala daerah yang hanya menjadi “boneka” legislatif, yang kebijakan-kebijakannya kelak lebih banyak berpihak pada kepentingan partai ketimbang perut rakyat.

Sebagai penutup, kedaulatan rakyat tidak boleh dikompromikan hanya karena alasan teknis-administratif. Pilkada langsung adalah benteng terakhir yang memastikan bahwa suara seorang warga di pelosok desa memiliki kekuatan yang sama dengan suara seorang menteri di ibu kota. Mempertahankan Pilkada langsung bukan sekadar mempertahankan prosedur pemilihan, melainkan menjaga martabat setiap warga negara untuk tetap menjadi tuan di tanahnya sendiri.

Jangan biarkan mandat rakyat kembali terkunci di ruang-ruang rapat yang gelap. Biarkan rakyat memilih, biarkan rakyat menentukan, karena suara rakyat adalah suara Tuhan (Vox Populi, Vox Dei).

Terkait: Opini

BERITA TERKAIT

Green Jobs : Pelaku Perubahan atau Hanya Penonton?

Green Jobs : Pelaku Perubahan atau Hanya Penonton?

10 Februari 2026
Peran Kecerdasan Buatan dalam Bisnis Digital Marketing

Peran Kecerdasan Buatan dalam Bisnis Digital Marketing

10 Februari 2026
Kalimantan Timur, Antara Bencana Hidrometeorologi dan Ekologis

Kalimantan Timur, Antara Bencana Hidrometeorologi dan Ekologis

16 Januari 2026
Asap Rokok Mengganggu Kehidupan Kampus

Asap Rokok Mengganggu Kehidupan Kampus

10 Januari 2026

10 Januari 2026
Diskriminasi Pelayanan BPJS dalam Perspektif Kode Etik ASN dan Etika Kesehatan

Diskriminasi Pelayanan BPJS dalam Perspektif Kode Etik ASN dan Etika Kesehatan

9 Januari 2026
Selanjutnya
Jalanan Rusak di Sidrap Kini Jadi Aspal, Warga: Dulu Banyak yang Jatuh

Jalanan Rusak di Sidrap Kini Jadi Aspal, Warga: Dulu Banyak yang Jatuh

Berita Terbaru

Siswi SMA Muhammadiyah Rappang Raih Emas di Olimpiade Ahmad Dahlan Nasional ke-8

Siswi SMA Muhammadiyah Rappang Raih Emas di Olimpiade Ahmad Dahlan Nasional ke-8

15 Februari 2026
Pertama Kali, Pemkot Parepare Gelar Safari Dakwah Perdana Bagi ASN Perempuan

Pertama Kali, Pemkot Parepare Gelar Safari Dakwah Perdana Bagi ASN Perempuan

15 Februari 2026
Pesan Warek III IAIN Parepare ke Pengurus DEMA Baru: Jangan Cuma Seremoni, Fokus Kualitas!

Pesan Warek III IAIN Parepare ke Pengurus DEMA Baru: Jangan Cuma Seremoni, Fokus Kualitas!

14 Februari 2026
Pengurus IOF Parepare Resmi Dilantik, Tasming Hamid Dorong Peran Sosial dan Kebencanaan

Pengurus IOF Parepare Resmi Dilantik, Tasming Hamid Dorong Peran Sosial dan Kebencanaan

14 Februari 2026
Pemkot Parepare Hibahkan Lahan dan Gedung, Percepat Pembentukan BNN Kota

Pemkot Parepare Hibahkan Lahan dan Gedung, Percepat Pembentukan BNN Kota

14 Februari 2026
Wali Kota Parepare Lepas IOF Jelajahi Alam Kota, Off Road Jadi Etalase Wisata

Wali Kota Parepare Lepas IOF Jelajahi Alam Kota, Off Road Jadi Etalase Wisata

14 Februari 2026
Kunjungi Bank Sampah, Wali Kota Parepare: Selain Jaga Kebersihan Juga Bisa Jadi Sumber Penghasilan

Kunjungi Bank Sampah, Wali Kota Parepare: Selain Jaga Kebersihan Juga Bisa Jadi Sumber Penghasilan

13 Februari 2026
Sambut Ramadhan, Wali Kota Parepare Serahkan Bantuan

Sambut Ramadhan, Wali Kota Parepare Serahkan Bantuan

13 Februari 2026
Satu-satunya Ahli Fikih Munakahat, Prof Rahmawati Ukir Sejarah Jadi Guru Besar IAIN Parepare

Satu-satunya Ahli Fikih Munakahat, Prof Rahmawati Ukir Sejarah Jadi Guru Besar IAIN Parepare

12 Februari 2026
Kisah Inspiratif Prof Darma: 28 Tahun Mengabdi, Empat Malam  “Mati Lampu”  Demi Gelar Guru Besar

Kisah Inspiratif Prof Darma: 28 Tahun Mengabdi, Empat Malam “Mati Lampu” Demi Gelar Guru Besar

12 Februari 2026

Artikel Lainnya

Media Online Pijar News ini Telah Terverifikasi secara Administratif dan Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang
  • Redaksi
  • Advertise
  • Kebijakan Privacy
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Perlindungan Wartawan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.