toto

toto

Situs Toto

Situs Toto

Togel Online

toto

  • Tentang Kami
  • Tim Pijarnews
  • Kerjasama
Rabu, 4 Februari, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan
Pijar News
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Utama Opini

Mendidik Anak dengan Cinta dan Akhlak: Warisan Menuju Indonesia Emas

Oleh: Dr. H. Muhammad Saleh, M.Ag. (Dosen IAIN Parepare dan Ketua HIMPAUDI Kota Parepare)

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
19:09, 23 Juli 2025
di Opini
Waktu Baca: 3 menit
Mendidik Anak dengan Cinta dan Akhlak: Warisan Menuju Indonesia Emas

Foto: Dr. H. Muhammad Saleh, M.Ag. (Dosen IAIN Parepare dan Ketua HIMPAUDI Kota Parepare)

OPINI-Setiap 23 Juli, kita memperingati Hari Anak Nasional, sebuah momentum yang mengingatkan kita semua: anak bukan hanya pewaris masa depan, tapi juga cermin dari kualitas hari ini. Tahun 2025, peringatan ini mengusung tema besar: “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”, dengan tagline yang menyentuh hati: “Anak Indonesia Bersaudara.” Ini bukan sekadar slogan, tapi panggilan untuk semua elemen bangsa terutama kita sebagai pendidik anak usia dini untuk mengambil peran penting dalam membentuk masa depan Indonesia.

Dalam pandangan Islam, anak adalah amanah Allah SWT. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci), kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini bukan hanya menunjukkan kemurnian jiwa anak, tetapi juga menegaskan tanggung jawab besar orang tua, guru, dan masyarakat dalam membentuk karakter mereka. Fitrah itu bisa tumbuh menjadi pohon kebaikan, atau justru kering karena tidak diberi air kasih sayang dan pupuk akhlak.

Anak bukan sekadar penerus, tapi penentu arah peradaban. Maka, mendidik anak hari ini bukan hanya soal kurikulum dan metode, tapi juga soal cinta, akhlak, dan keteladanan.

Anak-anak tidak hanya butuh disiplin, tapi juga pelukan. Mereka tidak hanya perlu tahu “apa yang salah”, tetapi juga merasakan bahwa mereka dicintai meski melakukan kesalahan. Cinta dalam pendidikan adalah energi yang menumbuhkan kepercayaan diri, keamanan emosional, dan motivasi belajar.

Baca Juga

IAIN Parepare Masuk PTKIN Top 10 Nasional KIP 2025, Berikut Daftarnya

Wali Kota Parepare Terima Penghargaan Nasional dari BKKBN

Dalam Al-Qur’an, Allah menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah teladan dalam kasih sayang:

“Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyayang dan penyantun terhadap orang-orang mukmin.” (QS. At-Taubah: 128)

Mendidik dengan cinta bukan berarti memanjakan, tapi menyentuh hati anak sebelum mengarahkan akalnya. Anak yang merasa dicintai akan lebih mudah diarahkan, dinasehati, dan diberi tanggung jawab.

Jika cinta adalah tanahnya, maka akhlak adalah benih yang ditanam sejak dini. Sayangnya, di era digital saat ini, anak-anak lebih cepat belajar bagaimana menjadi viral daripada belajar bagaimana menjadi sopan. Tayangan tidak mendidik, bahasa kasar di media sosial, dan keteladanan yang minim di rumah menjadi ancaman serius.

Pendidikan akhlak harus menjadi fondasi dari semua aspek pembelajaran. Tidak cukup hanya mengajarkan anak menghitung dan membaca, tapi juga mengucapkan salam, menghargai orang lain, mengendalikan emosi, dan bersyukur kepada Allah.

Di PAUD, akhlak bisa diajarkan lewat cerita, lagu, permainan, dan yang paling penting contoh nyata dari gurunya. Guru PAUD bukan hanya pengajar, tapi orang tua kedua yang membentuk karakter anak dalam masa emas pertumbuhannya.

Dua tantangan besar yang harus dihadapi dalam membentuk generasi emas adalah: digitalisasi yang tidak terkendali dan stunting.

1. Anak Cerdas Digital, Bukan Korban Digital

Anak-anak zaman sekarang lebih akrab dengan gadget daripada dengan permainan tradisional. Tanpa pengawasan dan pendidikan digital yang bijak, mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang pandai bermain gim, tapi tidak peka terhadap perasaan temannya.

Maka, penting bagi orang tua dan guru untuk mengenalkan etika digital: bagaimana bersikap santun di dunia maya, memilih tontonan yang baik, dan menggunakan teknologi untuk belajar, bukan sekadar hiburan.

2. Generasi Bebas Stunting adalah Generasi Hebat

Kecerdasan anak tak hanya ditentukan oleh stimulasi otak, tapi juga nutrisi dan kesehatan jasmani. Anak yang mengalami stunting sejak kecil akan mengalami keterlambatan tumbuh kembang, baik secara fisik maupun mental.

Investasi gizi sejak dini adalah langkah strategis untuk membentuk anak hebat. Dan itu dimulai dari pengetahuan orang tua dan guru tentang pentingnya makan sehat, imunisasi, dan pola asuh yang benar.

Menuju 2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi. Tapi bonus itu akan berubah jadi beban jika anak-anak hari ini tidak dididik dengan benar. Rumah adalah madrasah pertama, dan PAUD adalah mitra strategisnya.

Sinergi antara keluarga, lembaga PAUD, masyarakat, dan negara adalah kunci membentuk anak hebat. Guru PAUD harus terus didukung, dilatih, dan dihargai, karena mereka memegang kendali atas fondasi pertama pendidikan karakter bangsa.

Tagline “Anak Indonesia Bersaudara” mengajak kita semua untuk menumbuhkan nilai persaudaraan dan toleransi sejak dini. Anak-anak perlu diajarkan bahwa temannya yang berbeda suku, agama, dan latar belakang tetap saudara sebangsa. Pendidikan multikultural dan nilai ukhuwah (persaudaraan) harus dihidupkan, agar kelak mereka tumbuh menjadi pemimpin yang adil, santun, dan inklusif. Allah SWT berfirman:

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadapnya. Maka hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka berkata dengan perkataan yang benar.” (QS. An-Nisa: 9)

Ayat ini memberi peringatan sekaligus harapan. Kita tidak ingin meninggalkan anak-anak yang lemah iman, lemah akhlak, dan lemah karakter. Maka warisan terbaik bukanlah harta atau jabatan, tapi pendidikan dengan cinta dan akhlak mulia.

Selamat Hari Anak Nasional 2025!

Mari kita songsong Indonesia Emas 2045, dengan anak-anak yang sehat, cerdas, berakhlak, dan dicintai. Mendidik anak bukan tugas satu hari, tapi amal jariyah sepanjang masa.

Semoga ada manfaat

Tulisan opini yang dipublikasikan di media online ini menjadi tanggung jawab penuh penulis secara pribadi. Pijarnewscom tidak bertanggungjawab atas persoalan hukum yang muncul atas tulisan yang dipublikasikan.

Terkait: Hari AnakNasional

BERITA TERKAIT

IAIN Parepare Masuk PTKIN Top 10 Nasional KIP 2025, Berikut Daftarnya

IAIN Parepare Masuk PTKIN Top 10 Nasional KIP 2025, Berikut Daftarnya

16 Desember 2025
Wali Kota Parepare Terima Penghargaan Nasional dari BKKBN

Wali Kota Parepare Terima Penghargaan Nasional dari BKKBN

27 November 2025
Bunda PAUD Pinrang Hadiri Puncak Aprey Bunda PAUD Nasional

Bunda PAUD Pinrang Hadiri Puncak Aprey Bunda PAUD Nasional

15 November 2025
Sidrap Persembahkan Prestasi Kesehatan Publik Tingkat Nasional

Sidrap Persembahkan Prestasi Kesehatan Publik Tingkat Nasional

20 Agustus 2025
Siswa SMAN 5 Parepare Kembali Raih Prestasi Nasional

Siswa SMAN 5 Parepare Kembali Raih Prestasi Nasional

8 November 2024
Didukung Penuh Sekolah, Siswa SMPN 1 Parepare Raih Prestasi Tingkat Kota Hingga Nasional

Didukung Penuh Sekolah, Siswa SMPN 1 Parepare Raih Prestasi Tingkat Kota Hingga Nasional

15 Juni 2024
Selanjutnya
BNSP Gelar Apresiasi Calon LSP, UIN Alauddin Makassar Siap Menuju Lisensi

BNSP Gelar Apresiasi Calon LSP, UIN Alauddin Makassar Siap Menuju Lisensi

Berita Terbaru

Direktur Pijarnews.com Hadiri AI Tools Training for Journalists Suara.com–LMC Didukung GNI di Makassar

Direktur Pijarnews.com Hadiri AI Tools Training for Journalists Suara.com–LMC Didukung GNI di Makassar

3 Februari 2026
UMPAR Gelar Pengembangan Akademik dan Dosen

UMPAR Gelar Pengembangan Akademik dan Dosen

3 Februari 2026
Tasming Hamid Tegaskan Komitmen Pemkot Parepare dalam Rakornas Nasional di SICC Bogor

Tasming Hamid Tegaskan Komitmen Pemkot Parepare dalam Rakornas Nasional di SICC Bogor

3 Februari 2026
Pasca Dilantik, Rektor Gelar Silaturahmi Bersama IKA UMPAR

Pasca Dilantik, Rektor Gelar Silaturahmi Bersama IKA UMPAR

31 Januari 2026
Hamil 5 Bulan, Ibu dan Anak Gepeng di Pinrang Dipulangkan ke Makassar

Hamil 5 Bulan, Ibu dan Anak Gepeng di Pinrang Dipulangkan ke Makassar

30 Januari 2026
Wujudkan Pesisir Bersih, TNI-Polri dan Mahasiswa KKN Unhas Bersihkan Sampah di Pantai Mattirotasi

Wujudkan Pesisir Bersih, TNI-Polri dan Mahasiswa KKN Unhas Bersihkan Sampah di Pantai Mattirotasi

30 Januari 2026
Senyum Warga Pinrang Terima Sertipikat Tanah Eks Kawasan Hutan, Bupati: Jangan Dijual!

Senyum Warga Pinrang Terima Sertipikat Tanah Eks Kawasan Hutan, Bupati: Jangan Dijual!

30 Januari 2026
Bupati Sidrap Siap Hadiri Milad Muhammadiyah ke-113, Agendakan Bermalam di Desa Lombo hingga Pasar Murah

Bupati Sidrap Siap Hadiri Milad Muhammadiyah ke-113, Agendakan Bermalam di Desa Lombo hingga Pasar Murah

30 Januari 2026
Musrenbang, Warga Watang Pulu Suarakan Infrastruktur Hingga Layanan Kesehatan

Musrenbang, Warga Watang Pulu Suarakan Infrastruktur Hingga Layanan Kesehatan

29 Januari 2026
Di Bawah Pembinaan LAN, Latsar CPNS Parepare Dijalankan secara Terpadu

Di Bawah Pembinaan LAN, Latsar CPNS Parepare Dijalankan secara Terpadu

29 Januari 2026

Artikel Lainnya

Media Online Pijar News ini Telah Terverifikasi secara Administratif dan Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang
  • Redaksi
  • Advertise
  • Kebijakan Privacy
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Perlindungan Wartawan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.