• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 12 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

Majene dan Realitas Pendidikan yang Tertinggal

Oleh: Muhammad Ali Afsar (Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara Fakutas Syariah dan Hukum UIN Alauddin)

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
22 Desember 2024
di Opini, Topik Utama
Muhammad Ali Afsar (Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara Fakutas Syariah dan Hukum UIN Alauddin)

Muhammad Ali Afsar (Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara Fakutas Syariah dan Hukum UIN Alauddin)

OPINI-Indonesia masih mengejar ketertinggalan guna mewujudkan pendidikan yang merata. Di pelosok Majene, pendidikan masih menjadi barang mewah.

Pendidikan merupakan upaya secara sadar untuk membantu jiwa manusia baik lahir maupun batin, dari sifat koadratnya menuju ke arah peradaban yang manusiawi dan lebih baik. Sejarah membuktikan bahwa pendidikan telah menjadi bagian esensial dalam kehidupan manusia sejak lahir, sebagai interaksi antara individu dengan berbagai entitas seperti sesama manusia, masyarakat, dan lingkungan sekitar.

Proses pendidikan merupakan rangkaian berkelanjutan yang tidak pernah berakhir, dimana tujuannya adalah menciptakan kualitas yang diperlukan bagi generasi manusia masa depan, yang bersumber dari nilai-nilai budaya bangsa.

Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam semua aspek kehidupan manusia. Pengaruh pendidikan sangat signifikan dalam menjaga keberlangsungan hidup manusia dengan membangun interaksi yang positif dengan sesama, sehingga kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi dengan lebih mudah.

Berita Terkait

Imigrasi Parepare Raih penghargaan Sangat Baik Opini Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 2025.

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Islam Penyelemat Generasi dari Kasus ABH yang Meningkat

Di Indonesia, peran dan tujuan pendidikan diatur dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Undang-undang tersebut mencakup berbagai aspek pelaksanaan pendidikan nasional di Indonesia, termasuk definisi pendidikan, fungsi dan tujuan pendidikan, beragam jenis pendidikan, jenjang pendidikan, standar pendidikan, dan lain sebagainya. Dengan demikian, harapan dan arah pendidikan di Indonesia telah ditetapkan dengan jelas. Oleh karena itu, semua elemen masyarakat, termasuk Pemerintah Pusat, Provinsi, bahkan Daerah, harus memberikan perhatian dan tanggung jawab terhadap pendidikan untuk menjaga kelangsungan bangsa Indonesia.

Kabupaten Majene juga dikenal sebagai Kota Pendidikan karena dulunya menjadi pusat pendidikan Afdeling Mandar. Kemungkinan hal ini menjadi dasar pemilihan Majene oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sebagai pusat layanan pendidikan atau yang sering disebut kota pendidikan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Majene harus mampu membuktikan keunggulannya di bidang pendidikan dibandingkan dengan kabupaten lain di Provinsi Sulawesi Barat.

Berdasarkan penglihatan secara realita, pendidikan yang ada di kabupaten Majene masih menjadi masalah. Masalah tersebut dapat berdampak luas terhadap kemajuan kualitas sumber daya manusia. Dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulbar, tahun 2022 angka putus sekolah anak usia 7-15 tahun di Kabupaten Majene mencapai pada angka 1.885. Berdasarkan data BPS dalam rentan waktu tahun 2023-2024, penduduk menempuh jenjang sekolah rata-rata selama 9 tahun.

Selain itu data yang dikeluarkan BPS mengenai angka partisipasi murni untuk sekolah dasar yaitu 95%, sekolah menengah pertama 77% dan sekolah menengah atas atau setingkatnya mencapai angka 69%. Sedengkan angka pertisipasi kasar yang ada di Kabupaten Majene untuk sekolah dasar mencapai angka 104%, sekolah menengah pertama 88% dan sekolah menengah atas atau setingkatnya 87%.

Dari data tersebut, kesenjangan pendidikan yang ada di Kabupaten Majene masih sangat jauh dari kata pendidikan yang inklusif. Hal tersebut dikarenakan akses pendidikan yang terbatas di kabupaten Majene, terutama di daerah pelosok. Pemerintah dan masyarkat belum menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama, hal ini disebabkan oleh kondisi perekonomian, paradigma berpikir, sarana dan prasarana, dan akses pendidikan belum merata.

Salah satu faktor yang memengaruhi angka putus sekolah di Kabupaten Majene, yaitu perekonomian dan paradigma berpikir masyarakat. Perekonomian keluarga yang kurang mampu menjadi salah satu alasan anak-anak usia sekolah justru mengubur dalam-dalam impian itu untuk menempuh pendidikan. Mereka terpaksa memilih untuk bekerja demi membantu perekonomian keluarga dibandingkan melanjutkan pendidikan.

Edukasi mengenai pentingnya pendidikan di Majene masih sangat kurang, sehingga pelajar tidak segan-segan berhenti sekolah dan memilih memasuki dunia kerja. Karena masalah pendidikan bukan hanya terkait soal pendidikan, dukungan masyarakat juga diperlukan untuk membangun kesadaran pentingnya pendidikan. Pendidikan adalah hak seluruh warga negara yang diakui secara universal, namun realitanya banyak anak di daerah terpencil, keluarga miskin, atau kaum marginal tidak mendapatkan kesempatan yang sama dalam dunia pendidikan.

Ketika akses pendidikan terganggu, hak mereka untuk berkembang dan berkontribusi pada masyarakat juga dirampas. Urgensi dalam mencapai pemerataan akses terhadap pendidikan adalah untuk menghilangkan sifat kapitalisme dalam dunia pendidikan itu sendiri. Maksud dari kapitalisme pendidikan yaitu hanya para kaum borjuis yang dapat menikmati dunia pendidikan. Sementara itu jika dibandingan dengan anak di daerah terpencil/atau para kaum marginal, duduk dibangku sekolah dan mengenyam dunia pendidikan dapat dikatakan suatu keberuntungan jika mereka dapat merasakannya.

Hal ini disebabkan oleh biaya yang diperlukan untuk mengenyam dunia pendidikan mahal. Dari situlah awal paradigma mereka muncul bahwa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi adalah beban. Bagi mereka lebih baik mencari pengahasilan di usia dini untuk menyambung kehidupan di esok hari. (*)

Tulisan opini yang dipublikasikan di media online ini menjadi tanggung jawab penulis secara pribadi. PIJARNEWS.COM tidak bertanggung jawab atas persoalan hukum yang muncul atas tulisan yang dipublikasikan.

Terkait: Opini

TerkaitBerita

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 Maret 2026

...

SD Unggulan Segera Hadir di Majene, Padukan Sains dan Tahfidz

SD Unggulan Segera Hadir di Majene, Padukan Sains dan Tahfidz

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 Maret 2026

...

Komisi IX DPR RI Gandeng ICMI Muda Sulsel Sosialisasi  Program MBG di Makassar

Komisi IX DPR RI Gandeng ICMI Muda Sulsel Sosialisasi Program MBG di Makassar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

...

Legitimasi Agama dan Bahaya Provokasi Umat Islam

Editor: Muhammad Tohir
8 Maret 2026

...

Ramadan 1447H

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pemkot Parepare Lepas 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
3 Maret 2026

BeritaTerkini

Pelayanan Publik 2025,Parepare Raih Opini Kualitas Tinggi dari Ombudsman RI

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Imigrasi Parepare Raih penghargaan Sangat Baik Opini Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 2025.

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Pimpin Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Kapolres Sidrap: Persiapan Matang Sangat Dibutuhkan

Pimpin Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Kapolres Sidrap: Persiapan Matang Sangat Dibutuhkan

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Panen Bersama Petani di Lasiwala, Bupati Sidrap Mengaku Terharu Karena Ini

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Berbagi di IWD 2026, Koalisi Perempuan Indonesia dan PWI Pangkep Gaungkan Pesan Perlindungan Perempuan

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan