Mahatir Mohamad Dirikan Partai Pejuang Tanah Air

Mahatir Mohamad Dirikan Partai Pejuang Tanah Air
Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad tiba untuk konferensi pers di Kuala Lumpur pada 7 Agustus 2020 untuk mengumumkan pembentukan partai politik baru. (Foto:AFP

SINGAPURA, PIJARNEWS.COM — Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mendirikan partai politik baru. Partai didirikan itu bernam Partai Pejuang Tanah Air (Pejuang).

Partai yang belum terdaftar di The Registrar of Societies (ROS) itu, fokus memerangi korupsi dan membela hak-hak orang Melayu dan Bumiputra.

Politisi berusia 95 tahun, mendirikan partai baru setelah pengadilan tinggi menolak gugatan yang dia ajukan terhadap Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu)- ia dirikan pada 2016, karena mencabut keanggotaannya.

Pada bulan Mei 2020, keanggotaan Bersatu untuk lima anggota parlemen federal, termasuk Dr Mahathir, dihentikan setelah mereka bertindak melawan konstitusi partai. Mereka duduk dengan blok oposisi selama sidang parlemen pada 18 Mei 2020, dan bukan dengan koalisi Perikatan Nasional (PN) yang dipimpin Muhyiddin Yassin.

Saat Mahathir mengumumkan niatnya membentuk partai Jumat lalu, dia bersama empat anggota parlemen federal lainnya, putranya Mr Mukhriz Mahathir, Dr Maszlee Malik, Mr Amiruddin Hamzah dan Mr Shahruddin Salleh. Mantan Sekretaris Jenderal Bersatu Marzuki Yahya juga hadir.

“Pejuang berarti pejuang, atau pejuang,” kata Dr Oh Ei Sun, seorang rekan senior di Institut Urusan Internasional Singapura.

“Saya pikir nama partai tentu saja merupakan ungkapan niat Dr Mahathir untuk terus menjadi tentara. Terlepas dari usianya, dia masih sangat bertekad untuk kembali ke kancah politik Malaysia,” katanya.

Pengamat Politik Prof Ahmad Martadha Mohamed dari Universiti Utara Malaysia, mencatat, cita-cita Pejuang mirip dengan prinsip Bersatu, yang didirikan Mahathir pada tahun 2016.

“Ideologi memerangi korupsi, memastikan ada pemerintahan yang bersih, memastikan kepentingan Melayu terlindungi, semuanya sama,” kata Prof Ahmad Martadha.

“Jika Pejuang tidak memihak, akan sangat sulit bagi partai untuk mempertahankan kursi. Mungkin selain Mahathir dan putranya Mukhriz, yang lainnya mungkin akan kehilangan tempat duduk mereka,” kata Dr Oh.

Prof Ahmad Martadha menambahkan Pejuang bisa saja berjuang karena tidak memiliki akar rumput yang kuat di banyak daerah, tidak seperti di Bersatu atau sekutu PN-nya, Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO).

“Partai ini tidak memiliki akar rumput yang kuat. Agar partai baru bisa berdampak, perlu dukungan kuat di tingkat akar rumput,” katanya dikutip chanelnewsasia.

Dia menambahkan, Mahathir telah menyatakan bahwa dia ingin bekerja dengan PH, tetapi telah mengisyaratkan ada masalah dengan presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim.

“Batu sandungan Pejuang untuk menyesuaikan diri dengan PH adalah hubungan Anwar-Mahathir. Kedua pemimpin telah mengkritik dan mencela satu sama lain sehingga PKR tidak akan memiliki hubungan yang baik dengan Pejuang,” jelasnya.

Ketika mengumumkan bahwa dia akan membentuk partai baru minggu lalu, Mahathir tampak tidak sepenuhnya yakin bahwa ROS akan menerima pendaftaran partainya.

“Kami berharap tak ada masalah dengan pendaftaran. Kami berharap pemerintah cukup berani untuk mendaftarkan (kami). Mereka sangat takut pada kami sehingga satu-satunya cara mereka dapat melawan kami adalah dengan mencoba dan membeli kami semua,” katanya. (er/*)
Sumber : CNA

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda

Pijar News di di Google News