Luwu; Tanah Para Leluhur

Ibrah La iman
Ibrah La iman

OPINI — Pelan nan pasti gerimis berubah hujan. Deras, dan atap dedaunan kembali basah. Mata air negeri para Begawan itu, ternyata rela jatuh dari jauh, karena rindu paramarta.

Manusia dari Kerajaan Tertua (the ancient state) di Sulawesi Selatan: Luwu. Pada abad I sampai X berlayar ke Afrika Selatan dan sebagian terdampar ke Madagaskar. Disana mereka menetap membentuk koloni dan bekerja di pertambangan emas. Penelitian Dr. Cyril Hromnik, sejarawan Amerika yang meneliti Afrika mengungkap kenyataan itu dalam tulisan bukunya tahun 1982. Mungkin itulah sebab, manusia Madagaskar berbeda dengan orang Afrika pada umumnya. Berkulit sawo matang, kurus, tidak berambut keriting dan berperawakan lebih pendek. Luwu, pada tanah ini pula, Sawerigading dan La Galigo berasal. Colliq Pujie, Arung Pancana Toa Soppeng Riaja (Barru) mengabadikannya menjadi epos terpanjang di dunia.

Perjalanan hari ini dengan sepeda. Menelusuri nafas Kota Palopo mempertemukan saya dengan Imam Mesjid Jami` Tua: Syekh Abdul Latief Al Maskati keturunan dari Syekh Salim Djewed (Penyiar Islam di Tana Luwu mendampingi Andi Djemma; Datu Luwu).

Masyarakat memahami nama Palopo dengan makna: masukkan (kasi masuk). Masa itu sebagai penanda kekeluargaan, 12 pembesar kerajaan memasukkan posi masiji` di tengah mesjid dengan 12 sudut (sokoguru) dengan semangat kebersamaan. Sejak itulah, nama daerah sebelumnya Ware` dari nama La Pattiware Sultan Abdullah berubah menjadi Palopo.

Pada sebuah ungkapan tersebutkan: Somba ri Gowa (keberanian), Mangkau ri Bone (kepandaian), Pajung ri Luwu (kemuliaan), Matasak ri Toraya (kenikmatan) na Passengereng ri Parepare (kerinduan).

Waktu menjadi pemisah paling nyata antara kita, setelah jarak. Kunjungan dari tanah para leluhur harus pulang ke pangkuan kerinduan. Akhirnya tak manis rasanya bila tak berkunjung ke rumah kopi @sweetness45palopo sebelum berlabuh dengan Alam Indah.

Terima kasih telah menjaga keberlangsungan hidup saya selama di Kota Palopo. Semoga keberlimpahan berkah kehidupan senantiasa memeluk perasaan sahabat Bang Saleem bersama keluarga. Amin.

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda