toto

toto

Situs Toto

Situs Toto

Togel Online

toto

  • Tentang Kami
  • Tim Pijarnews
  • Kerjasama
Rabu, 4 Maret, 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
No Result
View All Result
Pijar News
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan
Pijar News
No Result
View All Result

Lumbung Pangan, Pinrang Masih Kekurangan Pupuk Subsidi

Muhammad Tohir by Muhammad Tohir
12:14, 12 Februari 2021
in Ajatappareng
Reading Time: 1 min read

PINRANG, PIJARNEWS.COM–Kabupaten Pinrang merupakan salah satu daerah yang menjadi lumbung pangan di Sulawesi Selatan, yang mempunyai 120 ribu hektar persawahan di tambah potensi persawahan mencapai 55 ribu hektar .

Di musim tanam 2021 ini, Kabupaten Pinrang luas tanam padinya sekira 120 ribu hektar, namun pasokan pupuk khusunya yang bersubsidi masih minim dari pemerintah pusat.

Kepala dinas pertanian Pinrang Andi Tjalo Kerrang menyebut, kebutuhan pupuk subsidi untuk Pinrang mencapai  24 ribu ton untuk pupuk Urea dan 40 ribu ton untuk pupuk NPK.

Di Kabupaten Pinrang jumlah petani mencapai 64 ribu jiwa atau sekitlra 70 persen warganya berprofesi sebagai petani.

“Pada musim tanam tahun 2021 ini terdapat 120 ribu hektar areal sawah yang sudah ditanami padi, itu semua masih membutuhkan pupuk,” ungkapnya saat di temui awak media, Kamis (11/02/2021).

Baca Juga

Sinergi TNI-Polri, Petugas di Pinrang Amankan Puluhan Motor Knalpot Brong

Bupati Pinrang Tinjau Dua Lokasi Calon Sekolah Rakyat, Pastikan Sarana Siap Pakai

Dinasnya telah mengusulkan  alokasi pupuk bersubsidi, karena selama ini pemerintah provinsi dan pusat masih kurang, pasalnya dari 120 ribu hektar sawah itu, Pinrang hanya mendapat pupuk Urea subsidi sekira 22 ribu ton setiap tahunya, padahal kebutuhan pupuk urea sekira 24 ribu ton tiap tahun.

“Sedangkan pupuk Za kebutuhannya 12 ribu ton setiap tahun dan NPK 40 ribu ton per tahun, kalau bisa kebutuhan pupuk subsidi untuk pupuk urea masih bisa ditambah,lebih-lebih pupuk NPK ponska,” harapnya.

Saat ini, lanjutnya petani mengeluhkan minimnya pupuk NPK bersubsidi, sedangkan petani tak mampu membeli pupuk non subsidi.

Kendala lain tambahnya pupuk Urea dan NPK itu mestinya bersamaan datangnya, namun kedua pupuk tersebut datangnya tidak bersamaan.”Padahal petani mau menggunakannya, apalagi kuota pupuk NPK Ponska masih jauh dari harapan petani,” ujarnya.

Meski petugas dinas pertanian telah mengimbau warga untuk memakai pupuk non subsidi karena alokasi subsidi sangat terbatas namun imbauan tersebut tak diindahkan petani karena alasannnya harganya yang mahal.

Reporter: Fauzan Mahmud
Editor: M Tohir

Tags: Dinas PertanianPinrangPonskhaPupuk BersubsidiPupuk Urea
Next Post

Warning: Undefined array key "jnews-75x75" in /home/pijar/web/pijarnews.com/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/Image.php on line 114

Warning: Trying to access array offset on value of type null in /home/pijar/web/pijarnews.com/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/ImageNormalLoad.php on line 112

Soal Penerapan Jam Malam, Bupati Pinrang Rapat Dengar Pendapat dengan Pelaku UMKM

Artikel Lainnya

Media Online Pijar News ini Telah Terverifikasi secara Administratif dan Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang
  • Redaksi
  • Advertise
  • Kebijakan Privacy
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Perlindungan Wartawan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.