Lestarikan Alam, Mispala Cosmosentris Gelar Cave Training se-Indonesia Timur

Mispala IAIN Parepare.
Mispala IAIN Parepare.

PAREPARE, PIJARNEWS.COM – Untuk menjaga dan melestarikan kondisi alam khususnya gua, Mahasiswa Islam Pencinta Alam (Mispala) Cosmosentris IAIN Parepare, Sulawesi Selatan menggelar Cave Training 2018 se-Indonesia Timur.

Kegiatan itu berlangsung sejak Kamis, 20 Desember 2018 dan berakhir Minggu malam, 23 Desember 2018. Acara Dies Miladyah Mispala Cosmosentris yang ke 19 ini mengangkat tema Mempererat Tali Persaudaraan Dulce Et Decorum Est Pro Patria Mori. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium IAIN Parepare.

Nur Mubarak, Ketua Panitia Cave Training 2018 mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program tahunan yang bertujuan memberikan edukasi atau pelatihan penelurusan gua kepada para pencinta alam atau penelusur.

Kegiatan Mispala IAIN Parepare.

“Kita melihat kondisi alam semakin hari semakin memprihatinkan. Utamanya gua yang tidak diketahui oleh beberapa penelusur. Sehingga kami memperkenalkan melalui kegiatan ini dengan memberikan berbagai macam materi dan praktek penelusuran gua di Desa Batulappa, Kabupaten Pinrang,” ungkap Mubarak.

Ada berbagi materi yang diberikan kepada para peserta diantaranya, mengetahui kondisi di dalam gua yang sifatnya horisontal dan vertikal, kemudian pemetaan gua, mengetahui seluk beluk dalam gua, mulai dari pintu dan ruangan serta biota-biota yang ada di dalam gua. “Kami juga memberikan pemahaman atau teknik dalam mengantisipasi bahaya yang bisa terjadi di dalam gua,” urai Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Dakwah IAIN Parepare ini.

Bukan hanya itu, lanjut Mubarak, kegiatan ini juga membentuk pola penyadaran akan pentingnya pelestarian terhadap gua. “Karena banyak penelusur saat ini yang tidak bertanggung jawab atas perawatan gua itu sendiri,” tandas Mubarak.

Mubarak berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan. Tidak hanya dilakukan Mapala di IAIN Parepare, sambung Mubarak, tapi juga Mapala-Mapala lain yang ada di Indonesia Timur.  “Kami berharap sesama pencita alam khususnya yang berada dalam naungan Kementrian Agama diharapkan bisa membangun hubungan emosial dan saling bersinergi untuk melestarikan alam,” tutup Mubarak. (*)

Reporter : Hamdan

Editor : Alfiansyah Anwar

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda