MAKASSAR,PIJARNEWS.COM–Tim Pembinaan Samsat Nasional yang dihuni oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Keuangan, Direktur Utama (Dirut) Jasa Raharja serta Kepala Korps Lalulintas (Kakorlantas) Polri, Irjenpol Firman Shantyabudi melakukan road show ke berbagai wilayah termasuk di Sulsel.
Kegiatan tersebut merupakan agenda konsolidasi terkait tingkat partisipasi masyarakat terhadap pajak kendaraan di Indonesia.
Berdasarkan keterangan Korlantas Polri, Irjenpol Firman Shantyabudi, mengatakan dalam kegiatan konsolidasi yang dilaksanakan di Aula Toraja, Kantor Gubernur Sulsel itu membahas mengenai optimalisasi kepatuhan pembayaran pajak kendaraan.
Irjen Firman, menyebutkan angka pajak kendaraan di Indonesia mencapai 40 persen. Hal itu katanya menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat terhadap pajak kendaraan sangatlah kurang.
“Yah karena ternyata dari catatan yang kita peroleh rata-rata untuk tingkat nasional kita baru sampai 40 persen jadi kurang yah,” ungkap Irjen Firman saat diwawancarai media usai konsolidasi, Kamis (18/8/2022).
Menurutnya hal itulah yang menyebabkan banyak potensi pembangunan di daerah tidak bisa terlaksana.
“Jadi artinya masih banyak potensi di daerah yang kalau ini masyarakat ikut berperan serta aktif, daerah punya banyak kesempatan untuk membangun, karena nilainya cukup besar,” jelasnya.
Sementara itu Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman, menerangkan lewat pembicara yang dilakukan bersama pihak tim pembina Samsat, itu sebagai bentuk upaya meningkatkan potensi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Sulsel seperti pajak kendaraan.
“Jadi pembicaraan kita hari ini adalah bagaimana untuk meningkatkan potensi PAD,” ungkap Sudirman.
Sudirman juga mengatakan telah melakukan kesepakatan dengan pihak Samsat dalam menghapus pajak balik nama dan pajak progresif.
“Pendapatan dari pajak kendaraan bermotor ada kebijakan yang kita sepakati bahwa bagaimana kita melakukan penghapusan untuk biaya balik nama nanti kedepan dalam waktu tidak terlalu lama,” bebernya.
Sebab katanya, itu untuk mengejar tingkat kepatuhan terhadap pajak kendaraan di Sulsel.
“Karena kita juga mengejar tingkat kepatuhan di Sulsel untuk bayar pajak,” tutupnya. (*)
Reporter : Sucipto Al-Muhaimin
Editor: Dian Muhtadiah Hamna















