Kopi Nyasar: Mungkinkah Pilkada Parepare Berakhir Seperti DKI Jakarta ataukah Hanya Dongeng di Sosial Media

Nobody knows the future; Tidak ada seorangpun yang mengetahui masa depan.

Pepatah lawas tersebut masih sangat relevan untuk saat ini dan bahkan mungkin sampai kapanpun. Masa lalu adalah sejarah, masa kini adalah anugrah, dan masa depan adalah misteri. Hari esok harus senantiasa lebih baik dari hari kemarin. Dan hari ini adalah besok dari hari kemarin.

Minum kopi dan nyasar berbincang dari teras rumah ke warung, hingga ke pinggir pasar dan menyusup dalam ruang tamu kota, yang Habibie lahir dari rahimnya. Pembicaraan terkait kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Parepare menjadi hangat dan sekali-kali panas dalam.

Membaca konstalasi Pilkada Kota Parepare sepertinya masyarakat harus siap disuguhkan berbagai macam acara dan atraksi. Bentuknya bisa saja berupa tarik suara ataupun sirkus. Dunia tarik suara dalam Pilkada bukan lagi rahasia, karena jika itu rahasia, pasti secara umum tidak terketahui. Tarik suara juga menjadi fenomena yang tak baru lagi. Metode tersebut telah banyak dilakukan dengan beberapa atraksi sirkus.

Acara tarik suara dengan atraksi sirkus mengenal beberapa gradasi sifat; ada yang barbar, ada yang tenang, ada yang tengil, ada yang menyebalkan, ada yang disegani, ada yang terhormat, namun ada pula yang menjijikkan. Setiap tim pemenangan kandidat biasanya menyiapkan lebih banyak lagi sifat untuk acara tarik suara dan juga melatih atraksi sirkus lebih atraktif yang terkadang tidak masuk akal. Semuanya itu untuk meraih kemenangan atau kekuasaan.

Sekedar untuk diketahui, berikut adalah beberapa prinsip utama konsultan pemenangan dalam Pilkada. Victory Loves Preparation; kemenangan mencintai persiapan. Konsultan dengan tipikal prinsip sedemikian ini akan mempersiapkan sebaik mungkin perangkat untuk meraih kemenangan. Sistem kerjanya action, check, control, and action. Selain itu adapula konsultan dengan prinsip Leaders Understand and People Understand; kandidat mengerti dan rakyat mengerti atau sederhananya saling pengertian. Konsultan dengan tipikal ini akan selalu mengusahakan kandidatnya memang layak untuk dipilih dan masyarakat diyakinkan untuk memilihnya. Sistem kerjanya action, check, control, and action. Lalu bedanya seperti apa? Perbedaannya adalah siapa yang menjalaninya. Keyakinan, karakter, tujuan, komunikasi, kejujuran, komitmen, dan kasih sayang menjadi pembeda sekaligus menjadi penentu peraih kemenangan. Catatan: Setiap detik waktu adalah kemenangan.

Terakhir, sebagai apresiasi kepada pembaca yang telah menunggu keterkaitan judul tulisan ini dan isinya. Tanpa mengurangi gula, garam, cabe dan hormat sila bisa menjadwalkan kopi nyasar bareng untuk mendiskusikan maksud dari pada judul tulisan ini. Sekian dan terima kasih sayang. Semoga semua calon menjadi pemenang. Jadi yang kalah?, Yah… bisa menjadi pemenang juga, karena sesungguhnya kekalahan itu hanyalah kemenangan yang tertunda.

Ibrah La Iman

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda

Pijar News di di Google News