toto

toto

Situs Toto

Situs Toto

Togel Online

toto

  • Tentang Kami
  • Tim Pijarnews
  • Kerjasama
Senin, 9 Februari, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan
Pijar News
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Utama Kesehatan

Kolaborasi Pentahelix dalam Penanggulangan Stunting: Pesan Untuk Pemimpin Terpilih

OPINI

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
07:41, 29 November 2024
di Kesehatan, Opini
Waktu Baca: 4 menit
Kolaborasi Pentahelix dalam Penanggulangan Stunting: Pesan Untuk Pemimpin Terpilih

Oleh: Nuraliah, MPH

(Mahasiswi Program Doktor Universitas Hasanuddin)

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar yang dihadapi Indonesia saat ini. Data dari Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Indonesia mencapai angka yang mengkhawatirkan, yaitu 21,5 %, jauh dari target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 20%.

Hal ini tentu saja memprihatinkan dan diperlukan berbagai pendekatan solusi untuk penyelesaiannya. Penyebab stunting sangat kompleks dan mencakup berbagai faktor. Kurangnya akses terhadap pangan bergizi, sanitasi yang buruk, rendahnya edukasi kesehatan, serta ketimpangan ekonomi menjadi tantangan besar dalam menurunkan angka stunting.

Berbagai upaya pemerintah menangani masalah ini terus dilakukan dan telah memberikan dampak positif, tetapi belum cukup untuk menyelesaikan masalah ini secara komprehensif.

Baca Juga

Kalimantan Timur, Antara Bencana Hidrometeorologi dan Ekologis

Asap Rokok Mengganggu Kehidupan Kampus

Lahirnya pemimpin baru setelah pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak merupakan momentum penting untuk kembali menitipkan harapan kepada mereka agar serius menangani masalah ini. Hal ini karena pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam mengatasi stunting melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Regulasi tentang Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia

Dalam rangka merespons persoalan stunting di tingkat nasional, pemerintah berupaya mengatasi masalah ini melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting. Dalam kebijakan tersebut, disusun rencana aksi nasional untuk menurunkan pravelansi stunting, sehingga setiap stakeholder dituntut untuk mengoordinasikan, menyinergikan, dan mengevaluasi penyelenggaraan percepatan penurunan stunting secara efektif, konvergen, dan terintegrasi dengan melibatkan lintas sektor di tingkat pusat dan daerah.

Hal utama yang ditekankan dalam regulasi tersebut ialah, bagaimana meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh dan meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan termasuk meningkatkan akses air minum dan sanitasi bagi masyarakat. Oleh karena itu, kebijakan ini mengarahkan agar pelaksanaan percepatan penurunan stunting untuk menyasar kelompok remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui bahkan anak berusia 0 (nol) – 59 (lima puluh sembilan) bulan.

Melalui aturan ini, tentu setiap kepala daerah dituntut agar mengedepankan kepemimpinan kolaborasi dalam penanganan masalah stunting, karena pendekatan ini mendorong sinergi lintas sektor antara pemerintah, tenaga kesehatan, masyarakat, dan sektor swasta. Melalui komunikasi terbuka dan partisipasi aktif, pemimpin kolaboratif dapat memfasilitasi pengintegrasian program intervensi gizi, edukasi kesehatan, dan akses layanan sanitasi yang lebih baik.

Peter Senge, penulis The Fifth Discipline, dikenal karena teorinya tentang organisasi yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan organisasi yang adaptif dan inovatif. Kepemimpinan kolaboratif sebagaimana digagas Peter Senge menekankan pentingnya sinergi, keterlibatan lintas sektor, dan pendekatan partisipatif dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian, para kepala daerah tidak hanya diharapkan bertindak sebagai pengarah, tetapi juga sebagai fasilitator yang mendorong komunikasi terbuka, kerjasama, dan pemanfaatan kekuatan kolektif untuk mencapai tujuan Bersama.

Komitmen Pemimpin Daerah dalam Menerapkan Kolaborasi Pentahelix

Salah satu pilar yang ditekankan dalam percepatan penurunan stunting ialah, peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan Pemerintah Daerah baik provinsi maupun kabupaten kota. Dalam konteks ini, penting bagi kita untuk menitipkan harapan kepada seluruh pemimpin yang terpilih dalam Pilkada serentak untuk memperhatikan persoalan ini.

Hal yang harus diperhatikan setiap pemangku kepentingan ialah bagaimana pemerintah daerah mendorong peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat. Menurut hemat penulis, salah satu upaya yang bisa dilakukan dalam upaya penanganan stunting yang komprehensif bagi setiap pemimpinan yaitu memaksimalkan pendekatan     Pentahelix yang telah dikembangkan oleh pemerintah. Apa itu Pentahelix? Pentahelix adalah kolaborasi yang melibatkan lima komponen penting. Yakni, pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media. Lima unsur inilah yang membuka peluang besar untuk penanganan stunting secara holistik dengan melibatkan lima unsur utama untuk mengatasi akar permasalahan stunting.

Untuk mengatasi stunting secara efektif melalui model Pentahelix Collaboration, langkah pertama yang perlu dilakukan pemimpin terpilih adalah, pada setiap kebijakan yang akan dilakukan harus memastikan keterlibatan akademisi terutama dalam penyediaan data dan rekomendasi berbasis riset yang menjadi dasar perumusan kebijakan. Sebagaimana diketahui, persoalan stunting ini tidak akan akan bisa diselesaikan jika hanya mengandalkan keterlibatan Dinas Kesehatan maupun BKKBN. Dengan demikian, pemerintah daerah perlu menggandeng Perguruan Tinggi dalam menangani masalah stunting. Dengan menjalin kemitraan erat dengan akademisi, maka pemerintah daerah akan lebih mudah untuk memanfaatkan hasil-hasil penelitian dari Perguruan Tinggi dan dapat merancang program yang terukur dan berbasis bukti.

Kemudian, sektor bisnis juga dapat dilibatkan oleh pemerintah daerah. Ini dapat dilaksanakan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang terarah. Setiap pemimpin terpilih dapat bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan untuk menyediakan sejumlah program seperti subsidi pangan bergizi untuk keluarga rentan atau pembangunan fasilitas sanitasi di daerah terpencil. Ini penting dirancang sebab kurangnya asupan protein dan sanitasi yang buruk  merupakan dua pemicu utama yang berkontribusi dalam memperparah masalah stunting di Indonesia.

Menangani masalah stunting tentu bukan perkara mudah. Hal ini karena persoalan ini memiliki banyak dimensi yang saling terkait. Dengan demikian, strategi lain yang perlu menjadi perhatian kepala daerah ialah, memanfaatkan platform digital. Pemerintah perlu mengembangkan aplikasi digital untuk edukasi gizi atau monitoring kesehatan ibu dan anak. Agar efektif, pemerintah harus memastikan agar sektor bisnis aktif berkontribusi dalam program pengentasan stunting.

Peran komunitas masyarakat dan media juga harus diperkuat untuk memastikan program berjalan optimal di tingkat lokal dan memiliki dampak luas. Komunitas masyarakat dapat dilibatkan oleh pemerintah daerah dalam pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan kader Posyandu atau pendampingan keluarga dalam pengelolaan gizi. Media, di sisi lain, bertugas meningkatkan kesadaran publik melalui kampanye edukasi tentang pentingnya pencegahan stunting.

Dengan demikian, siapapun pemimpin yang terpilih pasca Pilkada ini, hendaknya kolaborasi berbasis Pentahelix menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk menurunkan angka stunting. Mari kita bergerak bersama, memadukan ilmu pengetahuan, sumber daya, dan kekuatan kolektif untuk memastikan setiap anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing. Masa depan generasi Indonesia ada di tangan kita semua, dan langkah kecil yang kita ambil hari ini akan menjadi lompatan besar bagi bangsa di masa depan. (*)

Terkait: cegah StuntingOpiniStunting

BERITA TERKAIT

Kalimantan Timur, Antara Bencana Hidrometeorologi dan Ekologis

Kalimantan Timur, Antara Bencana Hidrometeorologi dan Ekologis

16 Januari 2026
Asap Rokok Mengganggu Kehidupan Kampus

Asap Rokok Mengganggu Kehidupan Kampus

10 Januari 2026

10 Januari 2026
Diskriminasi Pelayanan BPJS dalam Perspektif Kode Etik ASN dan Etika Kesehatan

Diskriminasi Pelayanan BPJS dalam Perspektif Kode Etik ASN dan Etika Kesehatan

9 Januari 2026
Menangisi Deforestasi

Menangisi Deforestasi

8 Januari 2026
Dinamika Lembaga Kemahasiswaan : Krisis Makna Berlembaga

Dinamika Lembaga Kemahasiswaan : Krisis Makna Berlembaga

7 Januari 2026
Selanjutnya
Perwakilan NSW Kedubes Australia Temui Sekda Sulsel Jufri Rahman, Bahas Peningkatan SDM ASN

Perwakilan NSW Kedubes Australia Temui Sekda Sulsel Jufri Rahman, Bahas Peningkatan SDM ASN

Berita Terbaru

Milad ke-113 Muhammadiyah Sidrap Dipusatkan di Daerah Terpencil, Tegaskan Peran Majukan Kesejahteraan Bangsa

Milad ke-113 Muhammadiyah Sidrap Dipusatkan di Daerah Terpencil, Tegaskan Peran Majukan Kesejahteraan Bangsa

8 Februari 2026
Bermalam di Lokasi Milad Muhammadiyah Sidrap, Bupati Dialog Langsung dengan Warga

Bermalam di Lokasi Milad Muhammadiyah Sidrap, Bupati Dialog Langsung dengan Warga

8 Februari 2026
Wali Kota Parepare Dukung Drag Race Diesel di Mattirotasi, Dorong UMKM dan Sport Tourism

Wali Kota Parepare Dukung Drag Race Diesel di Mattirotasi, Dorong UMKM dan Sport Tourism

8 Februari 2026
Pengurus Aisyiyah Tiga Desa Dilantik, Wabup Sidrap Sampaikan Pesan Ini

Pengurus Aisyiyah Tiga Desa Dilantik, Wabup Sidrap Sampaikan Pesan Ini

7 Februari 2026
Belajar Bertahan di Zaman AI

Belajar Bertahan di Zaman AI

4 Februari 2026
Direktur Pijarnews.com Hadiri AI Tools Training for Journalists Suara.com–LMC Didukung GNI di Makassar

Direktur Pijarnews.com Hadiri AI Tools Training for Journalists Suara.com–LMC Didukung GNI di Makassar

3 Februari 2026
UMPAR Gelar Pengembangan Akademik dan Dosen

UMPAR Gelar Pengembangan Akademik dan Dosen

3 Februari 2026
Tasming Hamid Tegaskan Komitmen Pemkot Parepare dalam Rakornas Nasional di SICC Bogor

Tasming Hamid Tegaskan Komitmen Pemkot Parepare dalam Rakornas Nasional di SICC Bogor

3 Februari 2026
DAD PIKOM IMM Politani Pangkep Resmi Digelar, Cetak Kader Immawan dan Immawati Berkemajuan

DAD PIKOM IMM Politani Pangkep Resmi Digelar, Cetak Kader Immawan dan Immawati Berkemajuan

1 Februari 2026
Pasca Dilantik, Rektor Gelar Silaturahmi Bersama IKA UMPAR

Pasca Dilantik, Rektor Gelar Silaturahmi Bersama IKA UMPAR

31 Januari 2026

Artikel Lainnya

Media Online Pijar News ini Telah Terverifikasi secara Administratif dan Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang
  • Redaksi
  • Advertise
  • Kebijakan Privacy
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Perlindungan Wartawan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.