Kita Merdeka? Agama, Filsafat dan Sastra Menjawab

PAREPARE, PIJARNEWS.COM Hari Kemerdekaan RI yang ke 73 telah diperingati pada 17 Agustus 2018. Beragam cara yang dilakukan masyarakat pada memeriahkan kemerdekaan. Mulai dari lomba-lomba permainan tradisional hingga pentas seni masyarakat.

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Syariah dan Ekonomi Islam khususnya Himpunan Mahasiswa Prodi (Himaprodi) Hukum Tata Negara Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Parepare memaknai kemerdekaan dengan menggelar diskusi umum. Tema diskusi adalah: Kita Merdeka? Agama, Filsafat dan Sastra Menjawab. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat hingga dinihari di pelataran Gedung Dosen IAIN Parepare Sabtu malam, 18 Agustus 2018.

Dalam diskusi Kita Merdeka? Himaprodi Hukum Tata Negara mencoba menjawab hal tersebut melalui pendekatan Agama, Filsafat dan Sastra dengan menghadirkan narasumber diantaranya Kyai Budiman M.Hi (Agama), A. Muh Ikbal Salam M.Fil.I (Filsafat) dan Dirja Wiharja (Sastra).

“Memandang kemerdekaan melalui kacamata agama adalah universal, bahwa semakin kuat pemahaman seorang manusia terhadap penghambaannya maka itulah kemerdekaan,” jelas Kyai Budiman yang juga Ketua Jurusan Syariah IAIN Parepare.

“Sama halnya dengan filsafat, ada empat penjara yang dialami manusia sejak lahir kedunia diantaranya penjara alam, penjara sejarah, penjara masyarakat dan penjara ego. Manusia yang merdeka ialah ketika mereka mampu keluar dari empat penjara itu,” terang Ikbal merujuk pada pandangan Ali Syariati.

Dirja Wiharja menyampaikan analisis kemerdekaan melalui kacamata sasta yang tidak terpisahkan dari pemenuhan dan kemampuan mengendalikan batin dengan cinta.

“Kemerdekaan melalui kacamata sastra ialah metanarasi yang diciptakan agar makhluk berlomba-lomba mengejarnya,” ungkap Dirja.

Filzah salah satu peserta diskusi mengatakan kajian seperti ini sangat bermanfaat untuk kita para pemuda khususnya mahasiswa ataupun civitas akademika.

“Materi yang disampaikan sangat menginspirasi, baik dari sudut pandang Agama, Filsafat dan Sastra. Kita dapat menarik benang merah yang saling berkaitan bahkan yang tak terpikir sekalipun,” ungkap Filzah, mahasiswi Perbankan Syariah yang juga owner AFA Hijab Stayle.

Ia juga mengharapkan agar kegiatan seperti ini kelak sering-sering diselenggarakan,  guna untuk mengisi wawasan yang memang membutuhkan asupan keilmuam demi memperjuangkan kemerdekaan diri dan kemerdekaan yang sesungguhnya di masyarakat.

“Memperingati hari kemerdekaan, kegiatan diskusi ini untuk kami laksanakan untuk membangkitkan rasa nasionalisme kita terhadap bangsa. Dengan melihat manusia masa kini kurang perhatian terhadap bangsanya, kami berharap setelah kegiatan ini semoga bisa menimbulkan semangat nasionalisme dengan kesadaran yang lebih baik lagi,” ungkap Budi Sastrawan selaku Ketua Himaprodi Hukum Tata Negara IAIN Parepare.

Reporter : Hamdan
Editor: Ibrah La Imana

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda

Pijar News di di Google News