• Tentang Kami
  • Tim Pijarnews
  • Kerjasama
Jumat, 13 Februari, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan
Pijar News
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Utama Ajatappareng

Kisah Inspiratif Prof Darma: 28 Tahun Mengabdi, Empat Malam “Mati Lampu” Demi Gelar Guru Besar

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
20:27, 12 Februari 2026
di Ajatappareng, Pendidikan
Waktu Baca: 2 menit
Kisah Inspiratif Prof Darma: 28 Tahun Mengabdi, Empat Malam  “Mati Lampu”  Demi Gelar Guru Besar

Foto: Prof. Darma, Guru Besar Metode Pembelajaran Bahasa Arab Kontemporer IAIN Parepare

PAREPARE, PIJARNEWS.COM – Meraih gelar tertinggi di dunia akademik bukanlah perkara mudah. Hal ini dibuktikan oleh Prof. Darma, seorang akademisi yang baru saja mencapai puncak kariernya sebagai Guru Besar dalam bidang Metode Pembelajaran Bahasa Arab Kontemporer setelah mengabdi selama 28 tahun sebagai dosen. Perjalanannya diwarnai dengan disiplin tinggi, ketelatenan menulis, hingga pengabdian di berbagai organisasi kemasyarakatan.

Pendidikan Prof. Darma berakar kuat di sekolah berbasis agama. Dia memulai pendidikan dasarnya di SD 84 Cenderana, Kabupaten Bone. Setelah itu, merantau ke Sengkang untuk menimba ilmu di Pondok Pesantren As’adiah (MTs 1 Putri) dan melanjutkan ke PGAN Watampone.

Pendidikan tingginya difokuskan pada Pendidikan Bahasa Arab, mulai dari S1 di IAIN Alauddin Ujung Pandang, S2 di Universitas Negeri Makassar (UNM), hingga meraih gelar Doktor (S3) kembali di IAIN Alauddin Makassar.

Tidak hanya di ruang kelas, Prof. Darma juga dikenal aktif berorganisasi sejak mahasiswa, mulai dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Keluarga Kerukunan Masyarakat Bone (KKMB), Fatayat NU, Muslimat NU, hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca Juga

Satu-satunya Ahli Fikih Munakahat, Prof Rahmawati Ukir Sejarah Jadi Guru Besar IAIN Parepare

Profil dan Karier Prof Muliati: Dari Anak Petani, Guru MAN 15 Tahun, Hingga Menjadi Guru Besar

“Ibu sejak sekolah hingga perguruan tinggi memang selalu aktif dalam berorganisasi,” kata Darmawati kepada pijarnews.com.

Tantangan terberat dalam meraih gelar profesor, menurutnya, adalah publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi. Prof. Darma menceritakan bagaimana ia harus fokus total saat menyusun artikel untuk syarat khusus di Web of Science (WoS).

“Dalam menulis itu, untuk tembus ke WoS, ibu kadang 4 malam 5 hari itu cuma makan dengan salat saja untuk bisa menyelesaikan satu artikel,” kenang Prof. Darma.

Ia menegaskan bahwa bagi akademisi perempuan, fokus adalah kunci. Selama masa penulisan intensif tersebut, ia harus menanggalkan sejenak urusan domestik. “Kita memang tidak mengurus dulu persoalan memasak sebagai ibu rumah tangga. Kita memang tinggal untuk menulis saja agar tulisannya menyambung dan maksimal,” tambahnya.

Kini, kesuksesan Prof. Darma telah diakui secara nasional, terbukti dengan kelulusannya sebagai Reviewer Litapdimas Kementerian Agama RI pada tahun 2025. Ia pun membagikan pesan penting bagi para dosen muda dan mahasiswa, khususnya perempuan, yang ingin mengikuti jejaknya.

Ia berpesan, mahasiswa harus memiliki tekad untuk menempuh pendidikan hingga tingkat doktoral. Lalu menurutnya mahasiswa jangan berhenti menulis. “Publikasi berupa buku dan artikel jurnal adalah kewajiban yang harus dipersiapkan sejak awal karier,” pungkas Dosen Bahasa Arab IAIN Parepare ini.

Darma juga mengingatkan tetap sabar dengan proses sebab ada masa tunggu minimal 3 tahun setelah lulus S3 sebelum bisa mengajukan gelar profesor, serta syarat masa kerja minimal 10 tahun. Selain dari itu, kata dia, mahasiswa harus melakukan persiapan matang karena seluruh persyaratan angka kredit harus dipersiapkan secara telaten dari “A sampai Z”.

“Jangan berhenti dari awal sampai ke puncak. Harus betul-betul telaten dan kontinyu, bukan terputus-putus,” tutupnya.

Prof Darmawati, dikukuhkan sebagai Guru besar pada Selasa lalu (10/2/2026) di Auditorium IAIN Parepare. Selain dia, Senat IAIN Parepare juga mengukuhkan dua guru besar lainnya yaitu Prof. Dr. Hj. Muliati, M.Ag (Bidang Teologi Islam), dan Prof. Dr. Rahmawati, M.Ag (Bidang Fikih Munakahat). (*)

Reporter: Faizal Lupphy

Terkait: Guru BesarIAIN Parepare

BERITA TERKAIT

Satu-satunya Ahli Fikih Munakahat, Prof Rahmawati Ukir Sejarah Jadi Guru Besar IAIN Parepare

Satu-satunya Ahli Fikih Munakahat, Prof Rahmawati Ukir Sejarah Jadi Guru Besar IAIN Parepare

12 Februari 2026
Profil dan Karier Prof Muliati: Dari Anak Petani, Guru MAN 15 Tahun, Hingga Menjadi Guru Besar

Profil dan Karier Prof Muliati: Dari Anak Petani, Guru MAN 15 Tahun, Hingga Menjadi Guru Besar

11 Februari 2026
3 Dosen IAIN Parepare Dikukuhkan Jadi Guru Besar, Pemkot Ajak Kolaborasi

3 Dosen IAIN Parepare Dikukuhkan Jadi Guru Besar, Pemkot Ajak Kolaborasi

11 Februari 2026
Putra Parepare, Prof. Mustaqim Pabbajah Resmi Dikukuhkan sebagai Guru Besar di UTY

Putra Parepare, Prof. Mustaqim Pabbajah Resmi Dikukuhkan sebagai Guru Besar di UTY

27 Januari 2026
Wakili Kaum Muda, Dr Islamul Haq Daftar Calon Rektor IAIN Parepare

Wakili Kaum Muda, Dr Islamul Haq Daftar Calon Rektor IAIN Parepare

13 Januari 2026
Prof. Darmawati, Perempuan Pertama Daftar Calon Rektor IAIN Parepare 2026–2030

Prof. Darmawati, Perempuan Pertama Daftar Calon Rektor IAIN Parepare 2026–2030

12 Januari 2026
Selanjutnya
Satu-satunya Ahli Fikih Munakahat, Prof Rahmawati Ukir Sejarah Jadi Guru Besar IAIN Parepare

Satu-satunya Ahli Fikih Munakahat, Prof Rahmawati Ukir Sejarah Jadi Guru Besar IAIN Parepare

Berita Terbaru

Satu-satunya Ahli Fikih Munakahat, Prof Rahmawati Ukir Sejarah Jadi Guru Besar IAIN Parepare

Satu-satunya Ahli Fikih Munakahat, Prof Rahmawati Ukir Sejarah Jadi Guru Besar IAIN Parepare

12 Februari 2026
Kisah Inspiratif Prof Darma: 28 Tahun Mengabdi, Empat Malam  “Mati Lampu”  Demi Gelar Guru Besar

Kisah Inspiratif Prof Darma: 28 Tahun Mengabdi, Empat Malam “Mati Lampu” Demi Gelar Guru Besar

12 Februari 2026
Pemkot Parepare Dukung Penguatan SDM Keagamaan, Tasming Hamid Apresiasi PD DMI dan Kemenag

Pemkot Parepare Dukung Penguatan SDM Keagamaan, Tasming Hamid Apresiasi PD DMI dan Kemenag

12 Februari 2026
Kantor Imigrasi Parepare Raih Penghargaan Nasional

Kantor Imigrasi Parepare Raih Penghargaan Nasional

12 Februari 2026
TIMPORA Pinrang Gelar Operasi Gabungan di PT Biota Laut Ganggang

TIMPORA Pinrang Gelar Operasi Gabungan di PT Biota Laut Ganggang

11 Februari 2026
Profil dan Karier Prof Muliati: Dari Anak Petani, Guru MAN 15 Tahun, Hingga Menjadi Guru Besar

Profil dan Karier Prof Muliati: Dari Anak Petani, Guru MAN 15 Tahun, Hingga Menjadi Guru Besar

11 Februari 2026
Pertumbuhan Ekonomi Sidrap Tertinggi, Bupati Ungkap di Milad Muhammadiyah

Pertumbuhan Ekonomi Sidrap Tertinggi, Bupati Ungkap di Milad Muhammadiyah

11 Februari 2026
3 Dosen IAIN Parepare Dikukuhkan Jadi Guru Besar, Pemkot Ajak Kolaborasi

3 Dosen IAIN Parepare Dikukuhkan Jadi Guru Besar, Pemkot Ajak Kolaborasi

11 Februari 2026
Bikin Nyaman Jemaah, ASN Pemkot Parepare Gotong Royong Sulap Masjid Agung Jadi “Kinclong”

Bikin Nyaman Jemaah, ASN Pemkot Parepare Gotong Royong Sulap Masjid Agung Jadi “Kinclong”

10 Februari 2026
Dorong Anak Muda Jadi Wirausaha, Wali Kota Luncurkan Parepare Keren

Dorong Anak Muda Jadi Wirausaha, Wali Kota Luncurkan Parepare Keren

10 Februari 2026

Artikel Lainnya

Media Online Pijar News ini Telah Terverifikasi secara Administratif dan Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang
  • Redaksi
  • Advertise
  • Kebijakan Privacy
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Perlindungan Wartawan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.