Kapusdiklatda: Menjadi Pelatih Pembina Pramuka adalah Tugas Mulia

Budiman Tahir, Ketua Pusdiklatda Sulsel

 

BONE, PIJARNEWS.COM– Menjadi Pelatih Pembina Pramuka pada dasarnya adalah suatu panggilan tugas yang sangat mulia.

Mengapa tidak, seorang pelatih setidakya memiliki kecakapan, kemampuan serta skill yang mumpuni untuk mengelola dan mengembangkan kursus kepramukaan yang meliputi kegiatan entertaining, teaching, meaning dan creating.

Hal inilah beberapa hal penting yang disampaikan oleh DR. Budiman Tahir, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Daerah (Pusdiklatda) Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Sulawesi Selatan pada kegiatan Sosialisasi Tupoksi Pelatih dan Penyelenggaraan Kursus.

Menurutnya, seorang pelatih Pembina pramuka idealnya adalah mereka yang memiliki visi dan misi yang jelas untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas kursus kepramukaan, dapat menjadi teladan, punya gairah dan semangat yang tinggi, memberikan kesejukan baik dalam berpikir, berucap dan bertindak serta ramah terhadap sesama, alam, lingkungan dan segala yang ada disekelilingnya.

Lebih lanjut diungkapkan, tidak bisa dipungkiri bahwa terdapat berbagai masalah yang dihadapi oleh jajaran pelatih Pembina yang ada di Gerakan Pramuka saat ini.

Masalah yang dimaksud di antaranya adalah pertama, Kapasitas kepelatihan pelatih yang tidak merata. Kedua, pertanggungjawaban pelatih terhadap lembaga rendah. Ketiga, Irama melatih yang belum padu-padan karena seringnya pergantian pelatih berdasarkan kenal dan tahu.

Keempat, belum ada pelatih tetap yang berkaliber hebat. Kelima, Perlu momentum penyatuan persepsi, langkah, tindakan, dan kinerja pelatih dan Keenam, Kiprah pendidikan dan pelatihan belum sepadan dengan lincahnya gerakan.

“Untuk itu, seorang pelatih Pembina pramuka memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengasuh, memfasilitasi, memotivasi dan menghargai segala melaksakana tugas dan tanggung jawabnya dalam proses pendidikan dan pelatihan yang ada di Kepramukaan,” katanya.

“Diharapkan dari seorang pelatih Pembina adalah mereka yang mawas diri, berani mencoba, tidak takut salah, terbuka pada hal baru, terpola dan tersistem, bersahabat serta mampu bekerja dalam tim,” ungkap pria yang biasa disapa Kak Budi ini.

Kegiatan Sosialisasi  Tupoksi Pelatih dan Penyelenggaraan Kursus ini dilaksanakan oleh Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Bone (Minggu, 9/2/2020)

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kwartir Cabang Bone Jalan Besse Kajuara Kelurahan Watampone Kecamatan Tanete Riattang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Para Pelatih Pembina Pramuka dijajaran Pusat Pendidikan Dan Latihan Tingkat Cabang (Pusdiklatcab) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Bone. (*)

Citizen Journalist: Satria Jaya
Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda