Jika Terpilih, FATMA Ingin Wujudkan Kampung Anti Narkoba di Sidrap

Calon Bupati Sidrap nomor urut 1, Fatmawati Rusdi bersama warga yang pendukungnya.(ist)
Calon Bupati Sidrap nomor urut 1, Fatmawati Rusdi bersama warga yang pendukungnya.(ist)

SIDRAP, PIJARNEWS.COM– Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidrap, Fatmawati Rusdi-Abdul Majid (FATMA) menginginkan adanya Kampung Anti Narkoba di Sidrap jika terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sidrap nantinya.

Paslon no or 1 ini mengaku ingin memerangi kejahatan narkoba. Meski berbagai sosialisasi terus dilakukan dan hukuman berat bagi para pelanggarnya telah diterapkan, namun peredaran narkoba masih saja terjadi.

Dalam program FATMA, salah satu poin yang akan dilakukan adalah dengan membentuk Kampung Anti Narkoba. Inilah salah satu terobosan yang akan dilakukan FATMA dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan bahaya Narkoba.

Menurut Cabup Fatmawati Rusdi, program tersebut akan menjadi terobosan baru di Sidrap. Sebab,
akan melibatkan Kelompok masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, RT, RW hingga kalangan ulama dalam memberantas narkoba di wilayah masing-masing.

Semua akan libatkan. Mereka akan mengatur sendiri program apa saja yang hendak dilakukan untuk memerangi narkoba dilingkungan sekitarnya. Dari sosialisasi hingga rehabilitasi, akan menjadi agenda utama Kampung Anti Narkoba.

Melalui kampung anti narkoba tersebut, upaya sosialisasi akan dilakukan akan secara massif. “Kita akan memberi sosialisasi dan door to door campaign (kampanye dari rumah ke rumah) tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, sehingga tumbuh kesadaran dari semua komponen masyarakat,” jelas Fatmawati Rusdi, Senin (30/4).

Menurut istri dari Bupati Sidrap, Rusdi Masse ini, penanganan narkoba harus dimulai dari lingkungan keluarga, dengan memberi edukasi kepada anak cucu kita akan bahaya penyalahgunaan narkoba ini.

Menurutnya, keluarga sangat berperan sebab bisa membekali pendidikan agama kepada genersinya, sehingga mereka akan tumbuh sebagai generasi berahlak dan tentunya sebagai proteks dini.

“Intinya, dengan adanya penolakan massif dan besar dari semua komponen masyarakat, tentunya peredaran narkoba akan semakin sempit bahkan tertutup,” tandasnya.(rls/sud/mks)

Bagikan :