GOWA, PIJARNEWS.COM— Kekhawatiran akan dampak buruk sampah di Dusun Buki, Desa Tonasa, Kabupaten Gowa, mendorong sinergi kuat antara pemuda, pemerintah desa, aparat TNI-Polri, tokoh masyarakat, BPD, hingga unsur kesehatan. Pertemuan yang dilaksanakan pada Jumat (2/5/2025) menghasilkan sejumlah langkah konkret untuk mengatasi permasalahan yang meliputi penumpukan sampah di berbagai titik dan potensi pencemaran lingkungan, termasuk kualitas air bersih.
Diskusi yang dihadiri oleh perwakilan Ikatan Pemuda dan Mahassiwa (IPMAH) Toasa, Kepala Desa Tonasa Anjwar Jama beserta perangkat, Babinsa TNI, Bhabinkamtibmas Polri, tokoh masyarakat Bakri, BPD Desa Tonasa Muh. Iqbal S, perwakilan Majelis Ta’lim Ibu Syamsiah R., Kepala Dusun Buki Asri, serta Unit Kesehatan Lingkungan (KESLING) UPT Puskesmas Tamaona, menyoroti urgensi penanganan masalah sampah.
Hasil pemeriksaan laboratorium dari KESLING Puskesmas Tamaona menjadi perhatian serius, menunjukkan adanya kontaminasi bakteri Coliform dan E. Coli yang signifikan pada sumber air bersih dan air yang digunakan warga Dusun Buki. Hal ini mengindikasikan adanya potensi masalah sanitasi yang memerlukan tindakan segera.
Berbagai gagasan dan usulan solusi muncul dari seluruh peserta diskusi. Pengalaman masa lalu terkait denda pembuangan sampah, identifikasi titik-titik rawan penumpukan, informasi tentang bank sampah yang sempat ada, hingga kendala operasional pengelolaan sampah menjadi bahan pertimbangan. Usulan konkret seperti pembagian strategi jangka pendek dan panjang, pemilahan sampah, penyadaran masyarakat, hingga potensi penerapan aturan desa (PERDES) juga mengemuka.
Sebagai tindak lanjut dari diskusi konstruktif tersebut, beberapa kesepakatan penting berhasil dicapai:
- Aksi Bersih Kolektif: Bakti sosial pembersihan sampah secara serentak akan dilaksanakan pada Sabtu, 10 Mei 2025, melibatkan seluruh elemen masyarakat, pemuda IPMAH Tonasa, Pemerintah Desa, dan aparat TNI-Polri.
- Sosialisasi Berkelanjutan: IPMAH Tonasa akan menginisiasi kegiatan sosialisasi mingguan di masjid-masjid dan tempat berkumpul lainnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang benar.
- Penggalangan Dana Mandiri: Sebagai bentuk gotong royong, akan dilakukan pengumpulan donasi sukarela dari setiap rumah tangga untuk biaya operasional pengangkutan sampah dari area yang paling tercemar.
- Penyebaran Informasi: Pemerintah Desa akan menerbitkan Surat Edaran yang merangkum hasil diskusi dan rencana tindak lanjut kepada seluruh masyarakat.
- Undangan Aksi Bersama: Surat Undangan Bakti Sosial akan segera diterbitkan oleh IPMAH Tonasa dengan mencantumkan logo Pemerintah Desa, IPMAH Tonasa, TNI-Polri, serta potensi keterlibatan pihak lain seperti WALKER, SPL, dan Puskesmas.
Kepala Desa Tonasa, Anjwar Jama, menekankan pentingnya penyadaran kolektif dan partisipasi aktif seluruh masyarakat dalam upaya mengatasi persoalan sampah ini.
“Kami berharap sinergi yang baik ini dapat terus berlanjut dan membuahkan hasil nyata demi lingkungan Dusun Buki yang lebih bersih dan sehat,” ujarnya.
Ketua Umum IPMAH Tonasa Ashabul Aslam, menyatakan, “Persoalan sampah di Dusun Buki adalah tanggung jawab kita bersama. Hasil laboratorium yang mengkhawatirkan terkait kualitas air bersih semakin memacu kami, para pemuda, untuk bergerak lebih aktif. Kami mengapresiasi respons cepat dan sinergi yang terjalin dengan Pemerintah Desa, TNI-Polri, dan seluruh elemen masyarakat. Bakti sosial pada tanggal 10 Mei mendatang adalah langkah awal yang konkret, dan kami berharap partisipasi maksimal dari seluruh warga. Kami percaya, dengan kebersamaan dan kesadaran, Dusun Buki bisa menjadi contoh bagi wilayah lain dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.”
Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari berbagai pihak, Dusun Buki optimis dapat mengatasi persoalan sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi seluruh warganya. (rls)















