Ini Sosok Akhyar, Murid SD Dijuluki Manusia Kalkulator

manusia kalkulator

MAKASSAR,PIJARNEWS.COM — Andi Muhammad Ilham Akhyar (9), murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bertingkat melayu, Jalan Muhammadiyah, Kecamatan Wajo dijuluki Manusia Kalkulator Makassar.

Videonya sempat viral di sosial media seperti Facebook dan Instagram. Guru lesnya sempat memberikan dua soal perhitungan dan dalam waktu singkat ia jawab dengan cepat dan tepat. Hal tersebut membuat pengguna sosmed takjub dan ingin membuktikan kecerdasan Akhyar sapaanya.

Saat ditemui oleh PIJARNEWS.COM, Rabu (7/3), di tempat les Universal Mega Center (UMC) Bawakaraeng, Akhyar terlihat berada di ruang kelasnya. Dihadapannya ada sebuah laptop. Anak murid kelas lima ini terlihat sedang sibuk menatap layar laptop sambil memainkan jemarinya kebeberapa arah seperti sedang menghitung sesuatu dengan cepat.

Saat itu Akhyar sedang menghitung angka yang ditampilkan di layar. Angka-angka berjumlah puluhan tersebut dengan cepat berganti. Dua detik per angka. Kurang dalam 15 menit Akhyar menyebut jumlah angka pada gurunya. Ternyata ia sedang menghitung cepat soal angka yang diberikan melalui laptop.

Saat PIJARNEWS.COM mencoba mengetes kemampuan bocah yang hobi bulu tangkis ini, ia pun dengan santai menjawab pertanyaan 10 baris penjumlahan yang sebelumnya ditulis di papan tulis kecil.

Kemampuan tersebut baru tiga tahun terakhir ia pelajari. Akhyar mengaku mempelajarinya melalui sempoa yakni alat berhitung kuno yang memiliki sederetan poros berisi manik-manik yang bisa digeser-geserkan. Akan tetapi kini Akhyar tidak menggunakan sempoa lagi.

Ia hanya perlu konsentrasi dan membayangkan sedang berhitung menggunakan sempoa saat ia terlihat sibuk memainkan jarinya ke segala arah.

“Saya cuman coba konsentrasi sama angka terus hitung pakai jari,” kata anak dari Andi Mardiana dan Andi Samsu Alam ini.

Bocah kelahiran 21 Mei 2008 ini mengaku suka belajar, akan tetapi sulit mencerna pelajaran terutama matematika. Tapi setelah belajar konsentrasi dengan sempoa, ia dengan mudah dapat menyelesaikan pelajaran di sekolah. Tidak hanya matematika, pelajaran lain pun ia bisa kerjakan dengan baik.

Buktinya, pada saat kelas satu SD ia tidak mendapat peringat di kelas. Kelas dua perubahan tersebut baru terlihat. Kelas dua ia juara delapan, kelas tiga ia juara lima, kelas empat ia juara dua dan terakhir kelas lima akhyar mengaku juara satu di kelasnya.

Saat ditanya apa cita-citanya, anak bungsu dari dua bersaudara ini ingin menjadi dosen matematika. Akhyar mengaku sangat menyukai matematika.

“Mau jadi dosen matematika,” kata anak yang doyan makan telur ini.

Ibu Akhyar, Andi Mardiana mengaku, kemampuan Akhyar baru tiga tahun terakhir terlihat. Bahkan saat di rumah mengerjakan PR, ia dan suaminya tidak lagi membantu anak keduanya tersebut. Ia malah membuat takjub kedua warga Tidung tersebut dengan kemampuan dan konsentrasi anaknya.

“Saat mengerjakan pelajaran sekolah cepat diselesaikan. Kalau nonton dia juga cepat tanggap,” kata honorer di Kelurahan Borong.

manusia kalkulator

Lanjut Andi Mardiana, saat di rumah aktifitas Akhyar sama dengan anak pada usianya. Jika tidak mengaji, dia bermain dengan teman seusianya. Akhyar pun tidak terlalu suka bermain gadget.

“Semoga bisa jadi anak yang lebih baik lagi. Tapi kalau saya mau dia jadi hafidz ikut kakaknya yang kini di pesantren,” harap perempuan berhijab ini.

Kepala Sekolah SDN Bertingkat Melayu, Rosmiyati mengatakan, saat di sekolah Akhar sama dengan murid lainnya, bermain dan aktif. Hanya saja ia lebih menonjol di dalam kelas terutama saat pelajaran matematika atau menghapal. Jika guru memberikan pertanyaan, Akhyar dengan cepat merespon dan menjawab.

“Kita bersyukur bahwa ada murid yang berprestasi. Memiliki kompetensi yang bagus dan bisa dibanggakan,” kata Rosmiyati.

Rosmiyati menjelaskan guru Akhyar di kelas sempat menceritakan tentang Akhyar dimana menurutnya ada kelebihan karena Akhyar les sempoa. Akhyar memiliki kelebihan di aritmatika, akan tetapi Akhyar masih kurang di geometrik, yakni perhitungan bangun ruang dia kurang. Ini yang mesti diperhatikan lagi oleh gurunya. Akan tetapi kemampuan otak kiri dan kanannya seimbang. Kita berharap mudah-mudahan tidak lama lagi akan ada lomba. Harapannya Akhyar bisa ikut berpartisipasi. (mks)

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda