Honorer Jeneponto Melahirkan di Kamar Mandi, Bayinya Ditemukan di Selokan

Kabid Humas Polda Sulsel tentang kasus sosok bayi di jeneponto
Kabid Humas Polda Sulsel memberi keterangan kepada sejumlah awak media

JENEPONTO, PIJARNEWS.COM — Warga Jeneponto digemparkan dengan penemuan sosok bayi di selokan belakang rumah warga Je’ne Tallasa, Desa Kayuloe Barat, Kecamatan Turatea.

Kejadian berawal pada Selasa (2/5), sekitar pukul 06.30 Wita, Baso Dg Bundu (60) hendak ke sawahnya yang berada tepat di belakang rumahnya. Saat berada di samping rumahnya, ia kaget karena mengaku melihat boneka mirip bayi berada di dalam selokan. Dengan mata sedikit rabun, ia lalu kembali masuk ke rumahnya, lalu memanggil sang istri.

Penasaran keduanya lalu kembali ke selokan samping rumah mereka. Sampai di lokasi mereka memeriksa selokan dan akhirnya kaget lantaran yang dilihat sang suami bukan boneka, melainkan sosok bayi berjenis kelamin perempuan. Lengkap dengan tali pusarnya yang masih menempel.

Bundu dan istri lalu melaporkan penemuan bayi tersebut. Beberapa saat kemudian polisi datang dan melakukan olah TKP dan pengumpulan baket. Sementara sang bayi yang sudah meninggal tersebut di bawah ke RSUD Lanto Dg Pasewang untuk dilakukan visum.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani menerangkan, hasil baket yang dikumpulkan personil Polsek Binamu mengarah ke salah satu warga setempat. Salah satu perempuan warga Je’ne Tallasa, Desa Kayuloe Barat, Kecamatan Turatea dicurigai sudah lama hamil di luar nikah. Kemudian saat penemuan bayi tersebut, perempuan yang diketahui honorer salah satu instansi, inisial MT (32) itu tidak berada di rumahnya maupun dibeberapa rumah keluarganya.

Unit Resmob lalu memback up Polsek Binamu melakukan pencarian MT. Saat MT Melintas di Jalan Kecamatan Tamalatea menuju Kecamatan Binamu, polisi lalu mencegatnya. Saat diinterogasi awal, MT mengaku bawa ia baru saja kembali dari Makassar. Di Makassar ia mengunjungi rumah temannya.

” Modus tersebut diduga dilakukan MT agar tidak dikaitkan dengan penemuan bayi di kampungnya, ” ungkap Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, Jumat (4/5).

Akan tetapi, setelah dilakukan interogasi lebih mendalam, akhirnya MT mengakui kejahatannya. Ia menerangkan, kejadian berawal saat ia berkenalan dengan seorang pria bernama Rul melalui telpon. Saat itu mereka lalu janjian ketemu di Makassar pada April 2017 lalu, di salah satu wisma di Makassar.

Disana, MT mengaku sempat berhubungan badan. Kemudian pada Agustus 2017, keduanya kembali bertemu di wisma gang sama di Makassar. Setelah itu MT mengaku tidak pernah lagi ketemu dengan Rul hingga ia hamil dan akhirnya melahirkan beberapa hari lalu.

Pada Selasa (2/5), sekitar pukul 02.00 Wita, MT merasakan sakit perut. Ia pun langsung masuk ke dalam kamar mandi yang ada di rumahnya. Di dalam kamar mandi itulah, ia akhirnya melahirkan sendiri bayinya tanpa bantuan orang lain. Takut, MT lalu menyiram bayi tersebut hingga keluar dari selokan dan akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal di samping rumah.

“Pelaku sementara di bawah ke Polres Jeneponto. Ia masih di interogasi oleh Unit PPA Polres Jeneponto,” jelas Kombes Pol Dicky Sondani. (mks)

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda