toto

toto

Situs Toto

Situs Toto

Togel Online

toto

  • Tentang Kami
  • Tim Pijarnews
  • Kerjasama
Minggu, 8 Februari, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan
Pijar News
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Utama Opini

Gencatan Senjata, Benarkah Tipu Daya Penjajah?

OPINI

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
08:25, 12 Februari 2025
di Opini
Waktu Baca: 3 menit
Gencatan Senjata, Benarkah Tipu Daya Penjajah?

 

Oleh : Ratih Ramadani, S. P.

(Aktivis Muslimah dan Pemerhati Remaja)

Israel dan Hamas saling menuduh gagal menepati perjanjian gencatan senjata yang dimulai pada Ahad (19/1/2025). Diberitakan dari BBC, perselisihan itu terjadi pada Sabtu (25/1/2025), ketika ribuan warga Palestina dicegah di Koridor Netzarim saat hendak kembali ke rumah mereka di Jalur Gaza utara.

Pemerintah Israel memblokir jalan utama dan menuduh Hamas melanggar ketentuan kesepakatan gencatan senjata. Sebelumnya, Hamas telah membebaskan empat tentara perempuan Israel, sedangkan Israel membebaskan 200 tahanan Palestina. (Kompas.com)

Baca Juga

Kalimantan Timur, Antara Bencana Hidrometeorologi dan Ekologis

Asap Rokok Mengganggu Kehidupan Kampus

Akar Masalah

Gencatan senjata untuk menghentikan peperangan mungkin kabar yang menggembirakan. Bagaimana tidak, setelah dibombardir bertahun-tahun, blokade, hidup dalam ketakutan, tentunya kehidupan yang tenang dan aman adalah sebuah harapan.

Namun, umat Islam patut waspada. Sejarah mencatat, Yahudi adalah manusia berkarakter pengkhianat. Mereka bisa menyerang warga Gaza kapan saja, meski harus melanggar kesepakatan gencatan senjata. Umat tidak boleh lupa, pada (3-8-2014) lalu, entitas Yahudi melakukan serangan dan menghancurkan sekolah PBB di Rafah, Gaza sehingga mengakibatkan puluhan kaum muslim menjadi syuhada. Begituan pula pada 2018—2019 dan 2021, Yahudi juga melakukan pelanggaran terhadap gencatan senjata.

Namun, beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata, Israel kembali melancarkan serangan ke Gaza. Pesawat tanpa awak membombardir tempat penampungan dan rumah warga, yang mengakibatkan 82 orang Palestina tewas. Warga Gaza kembali dilanda rasa takut. Zionis Israel kembali menunjukkan wajah aslinya sebagai kaum yang kejam dan sering mengingkari perjanjian.

Allah SWT telah memperingatkan kita tentang sifat Israel dalam QS. Al-Baqarah ayat 83, yang artinya: “Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israel: Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakan salat dan tunaikanlah zakat.

Tetapi kemudian kamu berpaling (mengingkari), kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang.”

Fakta menunjukkan, lebih dari 16 bulan setelah pembebasan Palestina (Badai Al Aqsa), Zionis Israel terus melakukan aksi genosida terhadap warga Gaza.

Jumlah korban tewas diperkirakan lebih dari 46.000 jiwa, dengan lebih dari 100.000 orang terluka, dan sekitar 11.000 orang hilang. Lebih dari 70% korban adalah perempuan dan anak-anak.

Mereka menargetkan pemukiman warga, sekolah, pasar, bahkan rumah sakit. Setiap jam, militer Zionis membunuh dua ibu dan seorang anak Palestina.

Gencatan senjata antara Zionis Israel dan Palestina bukanlah hal baru. Sebelumnya, kesepakatan serupa sering dilakukan, namun selalu dilanggar oleh Israel. Hasbi Aswan, pengamat hubungan internasional dari Universitas Islam Indonesia, menyatakan pesimis bahwa Zionis Israel akan mematuhi kesepakatan ini.

Menurutnya, Zionis Israel tetap tidak ingin keluar dari Palestina dan menganggap keberadaan Hamas sebagai ancaman.

Di kalangan Zionis, terdapat perbedaan pendapat. Sebagian ingin gencatan senjata, sementara yang lain ingin melanjutkan perang untuk menghancurkan Hamas.

Hasbi Aswan menilai, gencatan senjata hanya merupakan jeda  dalam konflik yang berpotensi meletus kembali (voaindonesia.com17/1/2025).

Pakar politik muslim ideologis berpendapat bahwa siapa pun yang memahami akar masalah penjajahan Palestina oleh Zionis Israel akan tahu bahwa gencatan senjata bukanlah solusi yang tepat. Bahkan, gencatan senjata ini bisa jadi adalah strategi penjajah untuk memanfaatkan kelemahan mereka dalam menghadapi ketangguhan rakyat Palestina yang berjuang sendirian, di tengah ketidakpedulian negara-negara Muslim di sekitarnya.

Solusi Pandangan Islam

Islam menggambarkan bahwa nyawa seorang Muslim sangat berharga. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Kehancuran dunia ini lebih ringan di sisi Allah dibandingkan dengan pembunuhan seorang Muslim.”

Allah SWT bahkan murka atas pembunuhan seorang Muslim, sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW dalam HR. ath-Thabrani: “Andai penduduk langit dan bumi berkumpul untuk membunuh seorang Muslim, sungguh Allah akan membanting wajah mereka dan melemparkan mereka ke dalam neraka.”

Maka, tidak ada jalan lain untuk membebaskan rakyat Palestina dari penjajahan Zionis Israel selain dengan mengusir mereka dari tanah Palestina. Nasib Gaza ada di tangan kaum Muslim. Bukankah Rasulullah SAW menyebutkan bahwa kaum mukmin satu sama lain ibarat satu tubuh? Jika satu bagian sakit, maka sekujur tubuh akan merasakan demam? Demikian pula, kita sebagai sesama Muslim merasakan penderitaan rakyat Palestina dan wajib membantu membebaskan mereka dari penjajahan.

Untuk mengusir Zionis Israel, tidak bisa hanya mengandalkan penguasa-penguasa Muslim saat ini yang hanya retorika tanpa aksi. Banyak di antara mereka bahkan masih bekerja sama dengan penjajah Zionis Israel dan pendukungnya.

Pengusiran Zionis Israel harus dilakukan dengan kekuatan militer yang berlandaskan akidah Islam, yakni dengan perang jihad fi sabilillah. Kekuatan militer yang berlandaskan akidah Islam hanya dapat terwujud dalam naungan institusi Khilafah (sistem Islam) , yang memiliki tentara yang kuat.

Zionis Israel tidak mengerti bahasa diplomasi; hati mereka keras seperti batu. Mereka hanya mengerti bahasa perang—ditembak atau menyerang.

Oleh karena itu, semakin jelas umat Islam membutuhkan sistem pemerintahan islam (Khilafah) , sebagai penyatu dan pelindung umat Islam di muka bumi ini. Hanya dengan sistem islam atau Khilafah, berbagai penderitaan dan penjajahan terhadap kaum Muslim dapat diakhiri.

Wallahu’alam bishowab

Terkait: Opini

BERITA TERKAIT

Kalimantan Timur, Antara Bencana Hidrometeorologi dan Ekologis

Kalimantan Timur, Antara Bencana Hidrometeorologi dan Ekologis

16 Januari 2026
Asap Rokok Mengganggu Kehidupan Kampus

Asap Rokok Mengganggu Kehidupan Kampus

10 Januari 2026

10 Januari 2026
Diskriminasi Pelayanan BPJS dalam Perspektif Kode Etik ASN dan Etika Kesehatan

Diskriminasi Pelayanan BPJS dalam Perspektif Kode Etik ASN dan Etika Kesehatan

9 Januari 2026
Menangisi Deforestasi

Menangisi Deforestasi

8 Januari 2026
Dinamika Lembaga Kemahasiswaan : Krisis Makna Berlembaga

Dinamika Lembaga Kemahasiswaan : Krisis Makna Berlembaga

7 Januari 2026
Selanjutnya
Pelantikan Pengurus ORMAWA IAIN Parepare, Kepala UPT Ma’had Al-Jami’ah Ungkap 5 Prinsip Dasar Kepemimpinan

Pelantikan Pengurus ORMAWA IAIN Parepare, Kepala UPT Ma'had Al-Jami'ah Ungkap 5 Prinsip Dasar Kepemimpinan

Berita Terbaru

Wali Kota Parepare Dukung Drag Race Diesel di Mattirotasi, Dorong UMKM dan Sport Tourism

Wali Kota Parepare Dukung Drag Race Diesel di Mattirotasi, Dorong UMKM dan Sport Tourism

8 Februari 2026
Pengurus Aisyiyah Tiga Desa Dilantik, Wabup Sidrap Sampaikan Pesan Ini

Pengurus Aisyiyah Tiga Desa Dilantik, Wabup Sidrap Sampaikan Pesan Ini

7 Februari 2026
Belajar Bertahan di Zaman AI

Belajar Bertahan di Zaman AI

4 Februari 2026
Direktur Pijarnews.com Hadiri AI Tools Training for Journalists Suara.com–LMC Didukung GNI di Makassar

Direktur Pijarnews.com Hadiri AI Tools Training for Journalists Suara.com–LMC Didukung GNI di Makassar

3 Februari 2026
UMPAR Gelar Pengembangan Akademik dan Dosen

UMPAR Gelar Pengembangan Akademik dan Dosen

3 Februari 2026
Tasming Hamid Tegaskan Komitmen Pemkot Parepare dalam Rakornas Nasional di SICC Bogor

Tasming Hamid Tegaskan Komitmen Pemkot Parepare dalam Rakornas Nasional di SICC Bogor

3 Februari 2026
DAD PIKOM IMM Politani Pangkep Resmi Digelar, Cetak Kader Immawan dan Immawati Berkemajuan

DAD PIKOM IMM Politani Pangkep Resmi Digelar, Cetak Kader Immawan dan Immawati Berkemajuan

1 Februari 2026
Pasca Dilantik, Rektor Gelar Silaturahmi Bersama IKA UMPAR

Pasca Dilantik, Rektor Gelar Silaturahmi Bersama IKA UMPAR

31 Januari 2026
Hamil 5 Bulan, Ibu dan Anak Gepeng di Pinrang Dipulangkan ke Makassar

Hamil 5 Bulan, Ibu dan Anak Gepeng di Pinrang Dipulangkan ke Makassar

30 Januari 2026
Wujudkan Pesisir Bersih, TNI-Polri dan Mahasiswa KKN Unhas Bersihkan Sampah di Pantai Mattirotasi

Wujudkan Pesisir Bersih, TNI-Polri dan Mahasiswa KKN Unhas Bersihkan Sampah di Pantai Mattirotasi

30 Januari 2026

Artikel Lainnya

Media Online Pijar News ini Telah Terverifikasi secara Administratif dan Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang
  • Redaksi
  • Advertise
  • Kebijakan Privacy
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Perlindungan Wartawan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.