Gagas Literasi Digital Pengolahan Kopi Latimojong, Kemenag Nobatkan IAIN Parepare Jadi Satker Inovatif

JAKARTA, PIJARNEWS.COM — Kreativitas dan inovasi di Kementerian Agama terus bergerak. Di antara program inovasi yang dilakukan yakni layanan publik Kementerian Agama, MAN de MOTEFA dari MAN 2 Kulon Progo, Yogyakarta, termasuk salah satunya IAIN Parepare dengan program inovasi Literasi Digital Pengembangan Teknopreneur Pengolahan Kopi Desa Latimojong,

Untuk MAN 2 Kulon Progo, Sekolah tersebut berhasil masuk dalam jajaran TOP 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020 yang digelar Kemenpan RB.

“Selain inovasi MAN 2 Kulon Progo, Kementerian Agama juga mengirimkan 12 program inovasi dari sembilan satuan kerja. Kami sangat mengapresiasi semua Satker di Kementerian Agama, terutama MAN 2 Kulon Progo yang berhasil masuk Top 99 KIPP dan 12 peserta lainnya. Itu adalah inovasi-inovasi terbaik yang dilakukan satuan kerja Kemenag,” jelas Plt Sekjen Nizar, Rabu (8/7/2020) dilansir Kemenag.go.id.

Nizar berharap ke depan lebih banyak inovasi yang muncul dari satuan-satuan kerja Kemenag. Apalagi, katanya, saat ini masih berada di tengah pandemi covid-19.

“Mari mulai melakukan inovasi dan kreasi dengan thinking out of the box untuk bisa memberikan layanan publik yang lebih optimal, nyaman, dan aman bagi masyarakat,” ajak Nizar.

Adapun sembilan satuan kerja dengan 12 Inovasi Layanan Publik Terbaik di Kemenag tahun 2020, sebagai berikut:

Kanwil Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta dengan program inovasi:

Si KETAN ARGA (Sistem Ketahanan Keluarga) di KUA Nanggulan: Dari Nanggulan untuk Indonesia, dan

MAN de MOTEFA: Menciptakan Madrasah Technopreneur pada MAN 2 Kulon Progo,

Kanwil Kemenag Jambi dengan program inovasi:

MORA Smart Office, dan

WFH Online Report,

Kanwil Kemenag Lampung dengan program inovasi Zakat Profesi Kanwil,

Kankemenag Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah dengan program inovasi Teman PNBP NR (Sistem Penyetoran Penerimaan Negara Bukan Pajak dari Nikah Rujuk),

Kankemenag Kota Denpasar dengan program inovasi RUMAH BINAR,

IAIN Salatiga dengan program inovasi KUMIS AKI,

IAIN Parepare dengan program inovasi Literasi Digital Pengembangan Teknopreneur Pengolahan Kopi Desa Latimojong,

UIN Malang Jatim dengan program inovasi:

Si Performa (Sistem Pelaporan, Informasi dan Realisasi Anggaran), dan

Koin Mami Kelor UIN Malang untuk Imunitas Masa Pandemi, serta

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dengan program inovasi Indexing MORAREF.

Nizar menuturkan, inovasi sepatutnya menjadi hal yang harus dilakukan oleh seluruh ASN Kemenag. “Selain menjadi bagian reformasi birokrasi, inovasi juga merupakan salah satu dari Lima Nilai Budaya Kerja yang harus dijiwai oleh semua ASN Kementerian Agama,” tuturnya.

KIPP sendiri merupakan kompetisi yang telah digelar Kemenpan RB sejak tahun 2014. Berdasarkan data Biro Organisasi dan Tata Laksana Kemenag, ini kali keempat Kemenag mengirimkan wakilnya dalam KIPP.

Menurut data Kemenpan RB, tahun ini jumlah proposal yang masuk dan mengikuti KIPP sebanyak 3.059 perserta, lebih sedikit ketimbang tahun 2019 yakni 3.156. Sedangkan proposal yang submit ke KemenPANRB tahun ini sebanyak 2.307. Sedangkan lolos seleksi administrasi berjumlah 2.250 inovasi.

Dari 2.250 inovasi pelayanan publik yang masuk, kemudian dipilih Top 99. Selanjutnya dilakukan sesi presentasi, wawancara, hingga verifikasi dan observasi lapangan untuk menghasilkan Top 45 dan 5 pemenang outstanding pelayanan publik. (*)

Sumber : kemenag.go.id
Editor : Alfiansyah Anwar

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda

Pijar News di di Google News