PAREPARE,PIJARNEWS.COM–Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) menggelar Kuliah Tamu dan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Kapasitas Akademisi dalam Bidang Pasar Modal” pada Kamis, 25 September 2025. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Universitas Muhammadiyah Parepare dan diikuti oleh dosen serta sivitas akademika FEB.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Dekan FEB UMPAR, Dr. Syarifuddin Yusuf. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi akademisi agar mampu memahami dinamika pasar modal sekaligus mengintegrasikannya dalam kurikulum, penelitian, dan pengembangan keilmuan.
“Akademisi harus memiliki pemahaman yang kuat tentang pasar modal. Hal ini penting tidak hanya untuk riset dan pembelajaran, tetapi juga agar materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan dan perkembangan industri keuangan saat ini,” ujar Syarifuddin.
Wakil Rektor I UMPAR, Prof. Dr. Sriyanti Mustafa, turut hadir memberikan dukungan. Ia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi nyata antara dunia akademik dan industri pasar modal, yang dinilai strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
Kuliah tamu dan FGD ini menghadirkan dua narasumber berkompeten di bidang pasar modal. Kepala Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI), Fahmin Amirullah, memaparkan perkembangan terkini pasar modal Indonesia serta peluang keterlibatan akademisi dalam edukasi, riset, dan pengembangan literasi keuangan masyarakat.
Sementara itu, Branch Representative Phintraco Sekuritas, Ashabul Khahfi, menekankan pentingnya literasi investasi sejak dini serta peran strategis perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan melek pasar modal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sivitas akademika UMPAR semakin terdorong untuk berperan aktif dalam bidang penelitian, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat terkait pasar modal. Selain itu, kuliah tamu dan FGD ini juga menjadi momentum strategis dalam memperluas jejaring kerja sama antara kampus dan dunia industri keuangan.
















