Esai: Diaspora ke Negeri Matador

Oleh: Prof Ahmad Sewang

Kami dan teman-teman UIN Alauddin dari Ujas Tour dan rombongan Ust. Abd. Samad dari Media Tour berjumlah 39 orang melakukan tour ke Eropa. Negeri pertama disanggahi negeri Matador, Barcelona. Kami tiba di International Airport Barcelona 19 Maret 2017 jam 12.15. Di Airport disambut dua pemandu bernama Yasin, seorang berkembangsaan Spanyol dan sedikit tahu bahasa Indonesia dan Fahmi asal Indonesia yang sudah lama bermukim di Spanyol. Kami langsung diantar ke Restoran Bali dan setelah itu ke sebuah gereja tua Sagrada Familia yang ikon kota Barselona. Tentu saja di samping shoping souvenirs.

Ada tiga kata menggambarkan Kota Barcelona: arsitektur, belanja, dan sepakbola. FC Barcelona terkenal dengan Lionel Messi. Malam itu sedang bertanding antara FC Barselona vs Valencia Hanya demi memelihara kebugaran badan saya lebih memilih istirahat di kamar hotel. Sebagian teman menggunakan momen langka ke Stadion Nou milik Barcelona dengan harga tiket € 125 atau sekitar 1 juta 800 ribu rupiah.

Ya, Barcelona adalah kota yang komplet, baik dari kekayaan budayanya, keindahan arsitekturnya, sejarahnya yang panjang, kebiasaan masyarakat yang multietnis dan banyak rupa, juga karena unik dan menariknya.

Barcelona, ibu kota wilayah otonom Katalonia, Spanyol. Kota ini sudah berdiri sejak 230 SM, dan terus berperan penting baik bagi Spanyol maupun Eropa dan dunia hingga hari ini. Barcelona adalah galeri hidup dari arsitektur modern dan dekorasi aliran Art Nouveau (Seni Baru). Tersebar di seluruh kota, ada bangunan karya arsitek Antoni Gaudi, juga kuil-kuil dan gereja abad pertengahan, plaza dan sisa tembok jaman kejayaan Imperium Romawi. HC Andersen, menjuluki Barcelona sebagai “Parisnya Spanyol”. Tak bukan, karena kecantikan dan kekayaan warisan budayanya yang melimpah ruah.

Menurut Fahmi gaude yang mengantar kami, penduduk Barscelona bervariasi jumlahnya. Bila kita hanya menghitung di pusat kota, jumlahnya sekitar 1,5 juta jiwa. Kalau kita menghitung dengan kota-kota satelit di sekitarnya, jumlahnya mendekati lima juta jiwa.

Sejak tahun 1970-an, saat bahasa dan budaya Katalan secara resmi diakui Spanyol, Barcelona telah mendapatkan posisi penting di dunia internasional. Pada tahun 1980, sebuah pemerintahan otonomi dibentuk di Katalonia. Pada tahun 1992, Olimpiade, dan pesonanya, serta keramahan penduduknya yang hampir berjumlah 2 juta jiwa, berhasil merebut perhatian dunia.

Martorell Hotel Barcelona, 20 Maret 2017

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda