YOGYAKARTA, PIJARNEWS. COM– Dalam rangka Milad Muhammadiyah ke-113, Sekretaris Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR), Ridwan Syam, S.Pd., M.P., melakukan kunjungan khusus ke Makam K.H. Ahmad Dahlan di Kauman, Yogyakarta, Jumat (5/12/2025).
Kunjungan ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada pendiri Muhammadiyah, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan edukasi sejarah dan religi bagi sivitas akademika.
Ridwan Syam mengatakan, momentum Milad kali ini menjadi waktu yang tepat untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan K.H. Ahmad Dahlan yang telah melahirkan gerakan Islam modern di Indonesia.
Menurutnya, menelusuri langsung jejak sang kiai di tempat bersejarah memberikan pemahaman lebih mendalam tentang perjuangan dakwah, pendidikan, dan pembaruan sosial.
“Ziarah ini adalah bentuk rasa syukur sekaligus refleksi. Kami ingin mengingat kembali spirit pembaruan yang diwariskan Kiai Haji Ahmad Dahlan, yang hingga hari ini menjadi pondasi pengembangan Muhammadiyah, termasuk UMPAR,” ujar Ridwan Syam di kompleks makam.
Selain berziarah, Ridwan juga mengikuti rangkaian kegiatan edukatif yang menelusuri kawasan bersejarah Kauman, mulai dari Masjid Gedhe Kauman hingga langgar tempat K.H. Ahmad Dahlan mengajar murid-muridnya.
Ia menilai bahwa memahami sejarah secara langsung dapat menumbuhkan kembali kesadaran akan pentingnya peran Muhammadiyah dalam pembangunan pendidikan dan sosial di Indonesia.
“Semangat beliau bukan hanya tentang organisasi, tetapi tentang pemberdayaan umat melalui pendidikan, amal usaha, dan kerja-kerja sosial. Itulah pesan yang kami ingin terus hidupkan,” tambah Ridwan.
Dalam kesempatan tersebut, Ridwan Syam juga menyampaikan ucapan selamat Milad Muhammadiyah kepada seluruh warga persyarikatan, dan Milad Muhammadiyah di tingkat Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan yang dilaksanakan besok di Kota Palopo, Sabty (6/12/2025).
Ia berharap usia ke-113 ini menjadi momentum memperkuat peran Muhammadiyah dalam memajukan bangsa, khususnya di bidang pendidikan tinggi.
Ridwan memaparkan, sebuah kehormatan dan kesempatan khusus karena Edukasi Sejarah dan Religi ini adalah penggabungan pembelajaran peristiwa masa lalu dengan nilai-nilai spiritual untuk membangun karakter.
“Selain itu perjalanan ini memberikan pemahaman mendalam yang bertujuan memberikan inspirasi, teladan, iman dan karakter semakin kuat serta kesederhanaan,” tutup Ridwan Syam. (*)



















