DPP Golkar Pastikan Pemegang Rekomendasi di Sulsel Tak Berubah

Ket: Bupati Wajo yang juga Ketua Golkar Kabupaten Wajo Andi Burhanuddin Unru berjabat tangan dengan Ketua DPP Golkar Airlangga Hartarto. (foto; handover)

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM — Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto, menjamin usungan partai berlambang beringin di pilkada serentak di Sulsel tidak akan berubah.

Hal itu disampaikan Airlangga saat pertemuan dengan jajaran pengurus DPD I dan DPD II Golkar se-Sulsel di Rumah Dinas Menteri Perindustrian Republik Indonesia di Jakarta, Minggu 17/12.

“Dalam pertemuan tadi, Pak Airlangga selaku Ketum Golkar telah memberikan penegasan bahwa usungan tidak akan berubah pada seluruh pilkada di Sulsel. Bahkan, Pak Airlangga memberikan motivasi dan dukungan kepada kader Golkar yang bertarung, terutama bagi Pak NH (Nurdin Halid),” kata Ketua DPD II Golkar Makassar, Farouk M Betta dalam rilis Tim Media NH-Aziz, Senin (18/12).

Bentuk dukungan Airlangga kepada NH secara tegas dan gamblang ditunjukkan di hadapan seluruh pengurus dan kader Golkar Sulsel. Menteri Perindustrian itu melakukan salam Sulsel Baru bersama NH dan jajaran pengurus partai berlambang beringin. Bahkan, Airlangga menyapa NH dengan sebutan gubernur yang spontan disambut riuh semangat para elite partai Golkar Sulsel.

Dalam pilkada serentak di Sulsel pada tahun depan, Golkar telah menerbitkan rekomendasi pada sejumlah kandidat. Diantaranya yakni Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar pada Pilgub Sulsel, Munafri Arifuddin pada Pilwalkot Makassar, Iksan Iskandar pada Pilkada Jeneponto, Fahsar M Padjalangi pada Pilkada Bone dan Andi Seto pada Pilkada Sinjai.

“Intinya, seluruh rekomendasi yang diterbitkan Golkar untuk pilkada lingkup Sulsel tidak ada yang berubah. Pergantian ketum tidak mempengaruhi rekomendasi,” ujar Ketua DPRD Makassar itu yang juga loyalis Sekjen DPP Golkar Idrus Marham.

Sementara, Nurdin Halid menyampaikan pergantian pucuk pimpinan di Golkar memang tidak serta merta mengubah keputusan usungan pada pilkada serentak. Perubahan hanya dilakukan bila memang ada hal prinsipil.

Di luar itu, tidak ada alasan untuk mengubah rekomendasi. Toh, surat keputusan untuk rekomendasi pasangan kandidat bukanlah keputusan individu, melaikan keputusan organisasi.

“Berulangkali sudah saya sampaikan, tidak ada yang berubah dengan pergantian ketua umum. Seluruh rekomendasi usungan untuk pilkada di Sulsel tidak ada yang berubah. Keputusan mengusung kandidat kan keputusan organisasi, bukan individu. Kalaupun ketua berganti, maka yang perubahannya sebatas administratif saja,” tutup NH yang juga Ketua Harian DPP Golkar. (*/ris)

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda