MAKASSAR, PIJARNEWS.COM—Belasan perempuan yang tergabung dalam UMKM Rappo Impact Center Makassar mengikuti pelatihan komunikasi kelompok dan jurnalisme partisipatoris di Pusat Produksi Rappo, Lingkungan Pesisir Kelurahan Nelayan, Untia, Kecamatan Biringkanayya, Kota Makassar, pada Kamis (12/6/2025).
Dari rilis yang diterima Pijarnews.com, Rabu (30/7/2025), kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan secara mandiri oleh Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, Hartinah Sanusi, S.Pt., M.I.Kom.
Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas komunikasi dan keterampilan naratif para perempuan pelaku usaha mikro. Materi pertama yang diberikan adalah tentang komunikasi kelompok, yang meliputi komunikasi asertif, teknik mendengarkan aktif, resolusi konflik, serta penyusunan peta komunikasi kelompok.
Peserta juga mempraktikkan simulasi pemetaan arus komunikasi dalam kelompok usaha mereka.
Dalam sesi diskusi, beberapa peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait dinamika komunikasi yang mereka hadapi di lapangan. Jumatia (49 tahun), yang memimpin salah satu sub kelompok UMKM Rappo Impact Center menanyakan kepada pemateri cara menghadapi anggota yang sering mendominasi pembicaraan tetapi tidak mau mendengar pendapat orang lain.
Pertanyaan itu memantik diskusi hangat. Narasumber menjelaskan bahwa kunci komunikasi efektif bukan hanya pada siapa yang paling banyak bicara, tetapi siapa yang paling mampu mendengarkan dan memahami konteks. Teknik seperti member giliran bicara dan membuat aturan komunikasi kelompok pun diperkenalkan.
“Kami kadang sudah punya ide bagus, tapi bingung bagaimana menyampaikannya agar tidak terdengar menantang,” timpal Suaeba (31), penanya lainnya.
Diskusi ini membuka mata banyak peserta tentang pentingnya menyampaikan ide secara asertif, tidak pasif, dan tidak agresif.
Setelah sesikomunikasi, peserta diperkenalkan dengan konsep jurnalisme partisipatoris. Mereka diajak menulis narasi singkat tentang pengalaman usaha mereka dengan pendekatan yang sederhana dan membumi. Kegiatan dilanjutkan dengan story circle, di mana masing-masing peserta berbagi cerita usaha secara lisan selama 2–3 menit.
Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi bersama, di mana peserta menyampaikan bahwa pelatihan ini membantu mereka lebih percaya diri dalam berkomunikasi dan mengekspresikan pengalaman mereka sebagai pelaku UMKM.
UMKM Rappo Impact Center Makassar merupakan komunitas wirausaha sosial yang berfokus pada pemberdayaan perempuan di wilayah pesisir, khususnya di Kelurahan Nelayan, Untia, Kecamatan Biringkanayya. Komunitas ini bergerak dalam produksi barang-barang fungsional dan kreatif berbahan dasar sampah plastic daur ulang. Para anggotanya sebagian besar adalah perempuan kepala keluarga atau ibu rumah tangga yang menggantungkan penghasilan dari hasil olahan limbah tersebut. Melalui kegiatan usaha yang berorientasi lingkungan, UMKM Rappo tidak hanya mendorong ekonomi keluarga tetapi juga menanamkan kesadaran terhadap isu keberlanjutan dan kebersihan lingkungan pesisir. (rls)



















