• Tentang Kami
  • Tim Pijarnews
  • Kerjasama
Kamis, 8 Januari, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan
Pijar News
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Utama Opini

Dinamika Lembaga Kemahasiswaan : Krisis Makna Berlembaga

OPINI

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
08:54, 07 Januari 2026
di Opini
Waktu Baca: 2 menit
Dinamika Lembaga Kemahasiswaan : Krisis Makna Berlembaga

Oleh: Nur Ilham (Mahasiswa Fisipol Universitas Muhammadiyah Makassar)

Lembaga kemahasiswaan merupakan salah satu pilar penting dalam kehidupan akademik perguruan tinggi. Ia tidak hanya berfungsi sebagai wadah aktivitas mahasiswa, tetapi juga sebagai ruang pembentukan kesadaran intelektual, sosial, dan etis. Dalam sejarahnya, lembaga kemahasiswaan hadir sebagai medium dialektika antara pengetahuan dan realitas, sekaligus arena kaderisasi intelektual. Namun, dinamika lembaga kemahasiswaan hari ini menunjukkan adanya krisis yang bersifat struktural dan ideologis.

Sejarah pergerakan mahasiswa Indonesia mulai dari masa pergerakan nasional, 1966, hingga Reformasi 1998 menunjukkan bahwa kekuatan lembaga kemahasiswaan tidak terletak pada kelengkapan struktur atau banyaknya program kerja, melainkan pada daya kritis dan keberanian intelektual mahasiswa. Mahasiswa tampil sebagai moral force dan intellectual force karena mampu memproduksi gagasan serta membangun kesadaran kolektif, bukan sekadar menjalankan rutinitas organisasi.

Lembaga kemahasiswaan hari ini menghadapi tantangan serius berupa institusionalisasi berlebihan. Struktur organisasi yang kaku, orientasi program yang administratif, serta penekanan pada seremonial sering kali menggeser substansi gerakan. Aktivitas lembaga tidak jarang terjebak pada rutinitas laporan pertanggungjawaban, proposal kegiatan, dan agenda formal tanpa refleksi ideologis.

Selain itu, muncul gejala pragmatisme organisatoris, di mana partisipasi mahasiswa lebih didorong oleh kepentingan personal seperti sertifikat, relasi kekuasaan, atau modal politik pasca kampus. Kondisi ini mengaburkan tujuan awal lembaga kemahasiswaan sebagai ruang kaderisasi ideologis dan intelektual.
Persoalan lain yang tak kalah penting adalah relasi kuasa antara lembaga kemahasiswaan dan otoritas kampus. Ketergantungan pada pendanaan institusi sering kali berdampak pada melemahnya daya kritis organisasi. Dalam banyak kasus, kritik terhadap kebijakan kampus dibatasi secara halus melalui mekanisme administratif atau etik kelembagaan.

Pascasarjana IAIN Parepare

Baca Juga

Menangisi Deforestasi

Menjaga Nyala Api Daulat Rakyat: Mengapa Pilkada Langsung adalah Harga Mati

Situasi ini menimbulkan dilema klasik: bagaimana lembaga kemahasiswaan dapat menjaga otonomi dan keberpihakan pada kepentingan mahasiswa secara luas, tanpa terjebak dalam konflik destruktif maupun kooptasi struktural?

Oleh karena itu, lembaga kemahasiswaan perlu dibaca ulang bukan sebagai perangkat administratif, melainkan sebagai ruang intelektual yang dinamis. Pembaruan tidak cukup dilakukan pada tataran teknis atau programatik, tetapi harus berangkat dari refleksi mendasar tentang tujuan berlembaga. Tanpa kerja pemikiran yang serius, lembaga kemahasiswaan hanya akan bertahan secara struktural, namun rapuh secara ideologis.

Lembaga kemahasiswaan harus dikembalikan pada fungsi dasarnya sebagai ruang pembentukan kesadaran kritis dan produksi gagasan. Regenerasi perlu dimaknai sebagai proses pembaruan intelektual, bukan sekadar pergantian kepengurusan.

Mahasiswa organisatoris memiliki tanggung jawab intelektual untuk menjaga agar lembaga kemahasiswaan tidak terjebak dalam rutinitas kosong dan stagnasi pemikiran. Relevansi lembaga kemahasiswaan hanya dapat dipertahankan melalui refleksi kritis, keberanian berpikir, dan kesediaan melakukan pembaruan orientasi. Di situlah makna berlembaga mahasiswa diuji dan masa depannya ditentukan.

Terkait: Opini

BERITA TERKAIT

Menangisi Deforestasi

Menangisi Deforestasi

8 Januari 2026
Menjaga Nyala Api Daulat Rakyat: Mengapa Pilkada Langsung adalah Harga Mati

Menjaga Nyala Api Daulat Rakyat: Mengapa Pilkada Langsung adalah Harga Mati

7 Januari 2026
Ayah Mengambil Rapor Anak, Apakah Menyelesaikan Fatherless?

Ayah Mengambil Rapor Anak, Apakah Menyelesaikan Fatherless?

2 Januari 2026
Muhasabah Akhir Tahun: Menata Kepribadian Islami melalui Pendidikan Karakter dan Pemakmuran Masjid

Muhasabah Akhir Tahun: Menata Kepribadian Islami melalui Pendidikan Karakter dan Pemakmuran Masjid

31 Desember 2025
Penguatan Identitas Budaya, Sebuah Refleksi Akhir Tahun

Penguatan Identitas Budaya, Sebuah Refleksi Akhir Tahun

30 Desember 2025
Deforestasi Berpotensi Bencana Ekologi, Bagaimana Antisipasi Negara?

Deforestasi Berpotensi Bencana Ekologi, Bagaimana Antisipasi Negara?

28 Desember 2025
Selanjutnya
Parepare Jadi Kota dengan Inflasi Tertinggi di Sulsel, Emas-Beras Jadi Pemicu

Parepare Jadi Kota dengan Inflasi Tertinggi di Sulsel, Emas-Beras Jadi Pemicu

Berita Terbaru

Menangisi Deforestasi

Menangisi Deforestasi

8 Januari 2026
Presiden Prabowo Umumkan RI Swasembada Pangan, Ulang Kejayaan Era 1984

Presiden Prabowo Umumkan RI Swasembada Pangan, Ulang Kejayaan Era 1984

8 Januari 2026
Unik di Parepare, Suami Curi Motor Istri

Unik di Parepare, Suami Curi Motor Istri

8 Januari 2026
Parepare Jadi Kota dengan Inflasi Tertinggi di Sulsel, Emas-Beras Jadi Pemicu

Parepare Jadi Kota dengan Inflasi Tertinggi di Sulsel, Emas-Beras Jadi Pemicu

7 Januari 2026
Dinamika Lembaga Kemahasiswaan : Krisis Makna Berlembaga

Dinamika Lembaga Kemahasiswaan : Krisis Makna Berlembaga

7 Januari 2026
Jalanan Rusak di Sidrap Kini Jadi Aspal, Warga: Dulu Banyak yang Jatuh

Jalanan Rusak di Sidrap Kini Jadi Aspal, Warga: Dulu Banyak yang Jatuh

7 Januari 2026
Menjaga Nyala Api Daulat Rakyat: Mengapa Pilkada Langsung adalah Harga Mati

Menjaga Nyala Api Daulat Rakyat: Mengapa Pilkada Langsung adalah Harga Mati

7 Januari 2026
Mantan Jurnalis Mas’ud Muhammadiyah Raih Guru Besar di Universitas Bosowa

Mantan Jurnalis Mas’ud Muhammadiyah Raih Guru Besar di Universitas Bosowa

7 Januari 2026
Kunci Motor NMAX Melekat, Oknum ASN di Parepare Ini Tergiur

Kunci Motor NMAX Melekat, Oknum ASN di Parepare Ini Tergiur

6 Januari 2026
Dihadiri 3 Kepala Daerah, Ini Fungsi Rumah Peduli Mario Yang Baru Diresmikan

Dihadiri 3 Kepala Daerah, Ini Fungsi Rumah Peduli Mario Yang Baru Diresmikan

3 Januari 2026

Artikel Lainnya

Media Online Pijar News ini Telah Terverifikasi secara Administratif dan Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang
  • Redaksi
  • Advertise
  • Kebijakan Privacy
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Perlindungan Wartawan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.