Dideportasi Malaysia, 20 TKI Asal Polman Dikarantina di Stadion HS Mengga

POLEWALI, PIJARNEWS.COM– Dari ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dideportasi dari Sabah Malaysia yang tiba di Pelabuhan Nusantara Parepare, Jumat (5/6/2020), 20 di antaranya warga Kabupaten Polewali Mandar.

Mereka dijemput langsung pejabat Pemkab Polman diantaranya Sekkab Polman Andi Bebas Manggazali, Kepala BPBD Polman Andi Afandi Rahman, Kadis Sosial Yusuf D Madjid, Kasatpol PP Aco Jamaluddin, Kepala Bidang Tenaga Kerja Yusdi Paksi Segara. Selain ikut pula Staf Ahli Gubernur Sulbar Bidang Tenaga Kerja dan Hubungan Luar Negeri, Firdaus Gogo Atahuru.

Setibanya di Polewali, jumat petang, para TKI itu langsung diantar ke Stadion HS Mengga Sport Center Polewali untuk menjalani masa karantina sebelum mereka diperbolehkan kembali ke kampung halamannya masing masing.

“Sebelum mereka turun dari kapal di Parepare, sebenarnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Tetapi kami akan lakukan rapid test, termasuk beberapa diantaranya harus diperiksa dokter ahli kulit, karena ada yang mengalami penyakit kulit,” kata Sekkab Polman Andi Bebas Manggazali.

Jika hasil rapid tesnya non reaktif dan kondisinya sudah mulai membaik, maka para TKI tersebut diperbolehkan kembali ke rumahnya masing-masing. TKI asal polewali ini berasal dari sejumlah kecamatan, yakni Kecamatan Campalagian, Binuang, Mapilli, Wonomulyo, Luyo dan Balanipa.

Sementara Staf Ahli Gubernur Sulbar Bidang Tenaga Kerja, Firdaus Gogo Atahuru mengatakan ada dua orang TKI yang sudah over stay di Malaysia, dan selebihnya merupakan TKI yang ilegal. Sebelumnya mereka telah menjalani tahanan oleh imigrasi Malaysia karena tidak memiliki dokumen resmi dan over stay.

“Mereka ini bagian dari 243 orang TKI yang dideportasi dari Malaysia yang terseber dari beberapa provinsi. Khusus untuk Sulbar yang terdata di BP3TKI Nunukan ada 12 orang, diantarnya satu Mamuju, satu Majene dan 10 Polman. Namun saat tiba di Parepare ada penambahan sebanyak 11 orang yang tidak terkaver dalam data BP3TKI. Setelah diinterviuw ternyata warga Polman sehingga dibawa juga ke Polewali,” terangnya. (aan)

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda

Pijar News di di Google News