Dibangun Zulkifli Zain, Pengerjaan Rumah Imam Desa Bina Baru yang Habis Terbakar Rampung

SIDRAP, PIJARNEWS.COM–“Terimakasih banyak Haji Pilli, sudah bantu bangunkan rumah saya punya anak,” demikian ungkapan perasaan Abbas Imam Desa Bina Baru, Kecamatan Kulo, Sidrap yang melihat rumahnya yang ditempati anaknya itu telah berdiri dan layak huni.

Abbas tak menyangka jika rumahnya yang habis terbakar itu, terganti, bahkan dengan kondisi yang lebih layak dari rumah sebelumnya yang terbakar.

” Saya bersyukur kepada Allah, dan mengucapkan banyak terimakasih pada pak Haji Pilli,” ucapnya sembari memandang proses pembangunan rumahnya tersebut.

Rumah Abbas itu terbakar habis pada Sabtu (22/2/2021) lalu, rumah tersebut dihuni oleh anaknya yang merupakan Single parent dengan dua anak.

Usai memperoleh informasi dari media, H. Zulkifli Zain yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Sulsel itu merespon cepat dengan membantu membangun rumah baru korban kebakaran tersebut.

Benar saja, tak cukup sepekan, mantan ketua DPRD Sidrap itu menurunkan timnya untuk membangunkan rumah korban, bahkan tidak hanya merogoh kocek pribadinya untuk membangun rumah itu, Haji Pilli sapaan akrabnya tersebut turun langsung membantu tukang.

“Alhamdulillah, proses pembangunan rumah korban kebakaran sudah di mulai, mudah-mudahan rampung hari ini,” ujar Zulkifli Zain, Ahad (28/2/2021).

Proses pembangunan rumah korban kebakaran cukup cepat, yakni dua hari, itu karena tim ZZ Peduli sudah merancang dan menyiapkan sebelumnya bahan-bahannya, sehingga tinggal dilakukan pemasangan di lokasi kebakaran.

“Alhamdulillah tidak ada kendala, tim dan masyarakat turut bahu membahu membantu proses pembangunan,” kata La Oncas kepala tukang.

Zulkifli Zain melalui program ZZ Pedulinya telah membangun setidaknya delapan rumah baru bagi warga kurang mampu yang tersebar di Kabupaten Pinrang dan Sidrap, juga telah banyak rumah warga yang telah direnovasi.

Sekedar diketahui, pada pemilihan legeslatif lalu di Desa Bina Baru tersebut Haji Pilli hanya memperoleh 8 Suara, saat ditanya dengan jumlah suara yang sangat kecil itu, Haji Pilli mengaku jika itu merupakan soal lain.

“Saya tidak melihat itu, karena ini soal kemanusiaan,”ucapnya.

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda

Pijar News di di Google News