Demi Kebaikan Bersama

kebaikan bersama

OPINI — Pilkada Serentak 2018 diikuti oleh 171 daerah, terdiri dari 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota. Jumlah paslon yang mendaftarkan diri sebanyak 580 paslon, dengan status 569 pendaftaran diterima dan 11 pendaftaran ditolak. Dari 569 paslon tersebut kita berharap tujuan utama politik untuk kebaikan bersama (common good), bisa terwujud.

Seperti Alain Badiou tegaskan, bahwa politik merupakan ruang bagi tujuan-tujuan untuk kebaikan bersama dipertaruhkan. Badiou menepis teleologi bahwa politik adalah wilayah kotor, haram, dan licik. Bagi Badiou, pada politik kita menyandarkan harapan-harapan untuk membangun sesuatu yang baik bagi semua orang.

Sebagaimana juga Aristoteles mendefinisikan politik secara meluas, yakni sebagai usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Politik adalah baik, karena itu subyek politik haruslah individu atau sekelompok individu yang memiliki tujuan-tujuan bagi common good (kebaikan bersama).

Politik bukanlah semata-mata tentang perilaku politik para politisi. Politik juga bukan sekedar situasi yang terjadi hari ini saja melainkan juga berkaitan dengan perubahan yang terjadi dari masa lalu hingga masa mendatang. Politik adalah milik semua warga negara, bukan milik segelintir elit politisi saja.

BACA JUGA:
Aziz Qahhar Mudzakkar Bakal Daftar Caleg, Ini Partai dan Dapilnya

Bila kita meletakkan definisi politik seperti dijelaskan oleh Aristoteles dan Alain Badiou, tentu saja kesalahpahaman terhadap politik selama ini harus diubah. Apa yang terjadi saat ini adalah sebuah pergeseran makna sehingga kini politik dijadikan alat untuk memuaskan kepentingan pribadi dan kelompok. Lantas, apakah cukup dengan sadar saja bahwa ada pergeseran makna politik?

Tentu penting memikirkan bagaimana cara agar makna luhur politik bisa kembali seperti semula. Selain itu, harus ada keberanian untuk terjun dan melakukan sesuatu agar orang-orang yang suka menyalahgunakan politik dapat tersingkir dari arena. Kita harus turut berpartisipasi dan pantang apatis terhadap kondisi politik kekinian.

Peran dan partisipasi kita tidak harus bertarung merebut kekuasaan. Kita juga bisa ikut terlibat dalam mendukung para politisi yang memiliki visi mewujudkan kebaikan bersama agar menang dalam pemilihan. Romo Frans Magnis Suseno pernah berujar, “Bila orang-orang baik takut terjun dalam politik sama saja dengan membiarkan politik dikuasai oleh orang-orang jahat.” (*)

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda