Begini Tradisi Sambut Malam Lailatul Qadar di Parepare

Begini Tradisi Sambut Malam Lailatul Qadar di Parepare
Gambar Ilustrasi : internet

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Menjelang akhir ramadan 1439 Hijriyah ada kebiasaan warga di Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Di malam tersebut, warga dari berbagai daerah berbondong-bondong menuju ke Masjid Taqwa Lakessi melaksanakan ibadah salat lail sambil membawa botol berisi air. Mereka berharap bisa mendapatkan berkah pada malam Lailatul Qadar. Seperti terlihat pada Senin, 11 Juni 2018.

Salat lail menyambut malam turunnya lailatul qadar ini sudah menjadi tradisi di masjid taqwa Kota Parepare. Warga antusias berdatangan sambil membawa air mineral dari rumahnya. Bagi warga yang tidak sempat membawa air mineral jangan khawatir. Sebab di sekitar masjid sudah ada pedagang yang menjajakan air dengan harga yang bervariasi. Mulai dari harga Rp 5.000 hingga Rp7.000.

Dalam Alquran tertulis malam lailatul qadar adalah malam lebih mulia daripada malam seribu bulan. Barang siapa yang mendapatkan malam tersebut maka beruntunglah mereka. Itulah mengapa malam lailatul qadar ini sangat ditunggu-tunggu oleh warga muslim yang ada di seluruh penjuru dunia. Karena malam itu berlimpah keberkahan.

Renra salah seorang jamaah masjid Taqwa Lakessi Parepare, usai melakasanakan salat lail mengaku baru pertama kalinya melaksanakan salat lail di masjid tersebut. “Ternyata banyak betul jamaah. Selain dari Parepare juga jamaah berasal dari berbagai daerah,” ujar Renra.

Kata Renra, salat lail biasanya dilakukan pada malam ke 27 ramadan sebagai bentuk ritualisasi sunnahtullah dan ini adalah merupakan tradisi di masjid taqwa Lakessi Kota Parepare, sambil membawa air sebagai wasilah yang dipercaya bisa menyembuhkan diri.

Tak hanya itu, pelaksanaan salat lail ini menjadi berkah bagi ibu Rosmawati yang menjual air mineral. “Sebanyak 12 kardus air mineralnya ludes terjual,” kata Rosmawati yang sudah sepuluh tahun menjual air mineral setiap salat lail menyambut malam lailatul qadar di masjid Taqwa Lakessi. Rosmawati mengatakan, ini adalah tradisi warga ketika shalat lail membawa air karena dipercaya bisa menyembuhkan penyakit dan diberi keberkahan. “Tapi itu tergantung dari niatnya,” kata Rosmawati.

Padatnya jamaah yang melaksanakan salat, hingga masjid tak mampu menampung ribuan jamaah yang ingin melaksanakan salat lail. Jamaah yang tidak dapat tempat di dalam masjid mereka terpaksa shalat di jalan raya. Petugas dari kepolisian Resort Kota Parepare serta TNI ikut mengamankan pelaksanaan salat lail. (*)

 

Reporter : Amiruddin
Editor : Alfiansyah Anwar

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda