Begini Pengakuan Pengantin Lakilaki saat Menikah di Tengah Banjir Bandang di Sidrap

Agussalim dengan Mardiana saat acara resepsi pernikahan di tengah luapan banjir di Sidrap.

SIDRAP, PIJARNEWS.COM  —  Pernikahan Mardiana dengan Agussalim tetap digelar meski dalam suasana banjir, Ahad 9 Juni 2019 . Acara resepsi tersebut dilaksanakan di rumah panggung orang tua perempuan Mardiana yakni H Lamekka dengan Hj Pena.

Soalnya, lokasi pesta pernikahan berupa tenda terendam air setinggi satu meter di Desa Sumpang Mango, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap. Gara-gara tempat pestanya kebanjiran, pernikahan dua sejoli ini semakin heboh dan banyak mendapat simpati dari warga dan para pejabat kepolisian.

Mustari, saudara Mardiana—mempelai pengantin perempuan, menceritakan bencana banjir menerjang tenda pesta pernikahan.  Saat itu, kata Mustari, air mulai naik sekira pukul 21.45 WITA. Sontak, Mustari dan sejumlah keluarga dan kerabatnya mengevakuasi barang-barang seperti bahan makanan, alat memasak, alat karaoke dan lain-lainnya.  

“Banjir sangat cepat meninggi. Sekira pukul 21.45 WITA air baru berada di belakang rumah. Namun sepuluh menit kemudian, sementara asyik karaoke , air sudah berada di bawah kolong rumah yang tingginya setinggi lutut orang dewasa,” tuturnya.

Hingga pagi tadi, lanjut Mustari, debit air di bawah tenda pesta masih mencapai dada orang dewasa.

Mardiana dinikahi Agussalim yang kesehariannya bekerja sebagai buruh bangunan di Desa Cakalang, Palopo.

Mempelai pengantin lakilaki, Agussalim mengaku sempat kecewa akibat informasi bencana banjir bandang di rumah mempelai perempuan. Namun kekecewaan itu terobati, lanjut Agussalim, karena keluarga mempelai perempuan ternyata tetap bisa melanjutkan resepsi pernikahan di hari yang sakral itu.

“Awalnya sih sempat kecewa, karena kemungkinan tidak sesuai apa yang diharapkan. Namun saya bersama keluarga akhirnya bahagia dan berterimakasih kepada keluarga perempuan, karena tetap melangsungkan resepsi pernikahan ini,” ujar Agussalim.

Hari bahagianya pun sontak heboh, sambung Agussalim, karena rombongan pengantin dijemput dengan perahu dan diantar langsung polisi.

“Karena banjir, acara ini heboh. Bahkan dihadiri Pak Kapolres dan Pak Kapolsek. Saya juga diangkat oleh Dua Anggota Brimob untuk menghindari genangan air,” tutup Agussalim. (*)

Reporter : Sudarmin

Editor : Alfiansyah Anwar

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda